Kumpulan Cerita Silat

23/04/2008

Darah Ksatria: Bab 29. Perjamuan Besar

Filed under: +Darah Ksatria, Gu Long — ceritasilat @ 11:55 pm

Darah Ksatria
Bab 29. Perjamuan Besar
Oleh Gu Long

(Terima Kasih kepada Ansari, Dra, dan Wawan)

Meja perjamuan tidak kelihatan. Bahwasanya tiada meja perjamuan di luar rumah. Tanah kosong yang semula becek itu kini ditaburi batu-batu hitam mengkilap. Di tengah taburan batu hitam bulat mengkilap itu hanya ada sebuah dipan kecil yang terbuat dari kayu cendana berbentuk persegi, terukir indah seluas satu meter persegi.

Di bagian belakang dipan persegi dengan ukiran antik itu, berdiri dua tiang kayu setinggi satu meter. Tiang kayu untuk tempat sangkutan kelambu yang menjuntai turun. Seorang laki-laki tinggi gede bercambang dengan telanjang dada berdiri di belakang dipan sambil membusungkan dada. Dari tampang dan kalung bundar besar yang menggelantung di telinga kirinya, dapat diperkirakan bahwa laki-laki gede ini adalah bangsa Persia. Pengawal Persia ini bermata biru melotot bundar dengan topi pendek warna merah terbuat dari beludru, di pinggir kanan dihiasi pita biru yang melambai ditiup angin, jaket sutera pendek ketat tanpa kancing berwarna hitam disulam garis-garis benang emas tersingkap di bawah ketiaknya. Ikat pinggangnya lebar lagi tebal berwarna merah maron, tangannya memegang gagang golok melengkung yang terselip di pinggangnya.
(more…)

Bakti Pendekar Binal (05)

Filed under: +Pendekar Binal, Gu Long — ceritasilat @ 11:29 pm

Bakti Pendekar Binal (05)
Oleh Gu Long

(Terima Kasih kepada Eve1yn)

Maka jago tua “Kim-to-bu-tek” Peng Thian-siu yang pertama-tama tidak tahan, segera ia menjengek, “Hm, cara bicara sahabat cilik ini sungguh sukar dipahami.”

“Kau tidak paham bicaraku?” tanya Siau-hi-ji.
baca halaman penuhnya…

Create a free website or blog at WordPress.com.