Kumpulan Cerita Silat

22/04/2008

Darah Ksatria: Bab 28. Rahasia Lembah Kematian

Filed under: +Darah Ksatria, Gu Long — ceritasilat @ 11:51 pm

Darah Ksatria
Bab 28. Rahasia Lembah Kematian
Oleh Gu Long

(Terima Kasih kepada Ansari, Dra, dan Wawan)

Apa yang menakutkan dari batu-batu hitam itu?

Asal orang tidak memaksa kau menelan batu itu, juga tiada orang yang menimpukkan batu itu di atas kepalamu, perduli apa bila batu itu putih, hitam, biru atau kuning? Batu hitam itu meski bentuknya bulat aneh tapi kan tidak perlu dibuat takut?
(more…)

Advertisements

Darah Ksatria: Bab 27. Batu Hitam

Filed under: +Darah Ksatria, Gu Long — Tags: — ceritasilat @ 11:49 pm

Darah Ksatria
Bab 27. Batu Hitam
Oleh Gu Long

(Terima Kasih kepada Ansari, Dra, dan Wawan)

Mega putih, langit membiru. Di kejauhan masih ada bangunan rumah, ada toko, suara orang dan keributan yang lazim terjadi dalam perkampungan. Langit tetap membiru, kehidupan dalam toko itu pun masih berlangsung, tapi kehidupan dalam toko serba ada ini bukan lagi milik Ma Ji-liong sendiri, seolah kehidupan sejati makin jauh meninggalkan Ma Ji-liong.

Selepas mata Ma Ji-liong memandang, yang terlihat hanya tanah kosong belaka. Sekian lama ia menjumblek, kaget dan tidak mengerti, bagaimana perubahan ini berlangsung. Waktu ia menoleh, dilihat Thio-lausit sedang menggeliat dan menguap, seperti baru sadar dari pulasnya, entah sadar karena mabuk, atau karena sedih dan mendelu? Atau dari tidur pulas sungguhan? Ada kalanya orang sadar lebih celaka daripada tidur, lebih enak mabuk saja, karena begitu ia membuka mata, seketika ia membelalak, kecuali kaget, heran dan juga ngeri.
(more…)

Bakti Pendekar Binal (04)

Filed under: +Pendekar Binal, Gu Long — ceritasilat @ 11:27 pm

Bakti Pendekar Binal (04)
Oleh Gu Long

(Terima Kasih kepada Eve1yn)

“Meski Ok-jin-kok dipandang sebagai daerah maut bagi orang Kangouw, tapi kalau Yan Lam-thian mau menerjang ke sana, memangnya siapa yang mampu merintangi dia? Dulu dia sudah terjebak satu kali, sekarang dia pasti akan bertindak lebih hati-hati,” sinar matanya yang biasanya penuh tipu akal itu kini menampilkan rasa khawatir dan jeri, ia menghela napas panjang, lalu menyambung pula, “Sekali ini kalau dia datang lagi, maka kawanan Ok-jin kami ini mungkin akan berubah menjadi Ok-kui (setan jahat) semuanya ….”

“Apakah engkau yakin ilmu silatnya telah … telah pulih seluruhnya?” tanya Siau-hi-ji.
baca halaman penuhnya…

Create a free website or blog at WordPress.com.