Kumpulan Cerita Silat

12/04/2008

Pendekar Binal (02)

Filed under: +Pendekar Binal, Gu Long — ceritasilat @ 10:58 pm

Pendekar Binal (02)
Oleh Gu Long

(Terima Kasih kepada Eve1yn)

Meski lereng pegunungan Kun-lun-san sangat curam, tapi jalan yang menuju ke Ok-jin-kok itu ternyata teratur dengan baik menembus ke balik gunung sana dan Ok-jin-kok itu justru terletak di dasar lembah yang diapit gunung-gunung itu. Sebab itulah jalan yang masuk Ok-jin-kok bukan menanjak ke atas, tapi justru semakin menurun, sampai akhirnya Yan Lam-thian tidak perlu lagi menghela keretanya, sebaliknya dia malah seperti didorong oleh keretanya. Hanya jalan pegunungan itu semakin melingkar, cuaca juga tambah gelap sehingga pandangan sukar mencapai jauh.

Sekonyong-konyong pandangan Yan Lam-thian terbeliak, di tengah-tengah lembah yang dilingkari gunung-gemunung itu mendadak timbul lapangan pelita secara aneh dan menakjubkan, begitu banyak titik-titik lampu hingga seperti bintang-bintang bertaburan di langit.
baca halaman penuhnya…

Advertisements

Pahlawan Padang Rumput: Bagian 15

Filed under: Liang Yu Sheng, Pahlawan Padang Rumput — ceritasilat @ 10:52 pm

Pahlawan Padang Rumput: Bagian 15
Oleh Liang Yu Sheng

(Terima Kasih kepada Mel)

Ia hanya berpikir, “Perkataan Ming-hui memang betul. Aku akan mengumpulkan orang-orang Kazak lagi untuk mengusir tentara Boan, berperang tidak bisa mengandalkan hasil dari pembunuhan satu-dua orang panglima musuh saja lantas segalanya bisa beres!”

Besoknya, hari kedua, seperti biasa Ming-hui pergi memberi selamat pagi pada ayahnya.
(more…)

Darah Ksatria: Bab 17. Tidak Ada Yang Tidak Dilakukan

Filed under: +Darah Ksatria, Gu Long — Tags: — ceritasilat @ 1:04 am

Darah Ksatria
Bab 17. Tidak Ada Yang Tidak Dilakukan
Oleh Gu Long

(Terima Kasih kepada Ansari dan Dra)

Malam itu Ma Ji-liong hanya makan nasi dengan lauk ikan goreng lombok, satu macam menu saja, ada satu mangkuk kuah tulang daging babi juga tersedia di meja, semangkuk kuah ini untuk bininya yang sakit.

Bininya digotong ke atas ranjang dan diselimuti, sudah sadar, tapi rebah diam tidak bergerak, matanya melotot mengawasi langit-langit rumah.
(more…)

Blog at WordPress.com.