Kumpulan Cerita Silat

11/04/2008

Misteri Kapal Layar Pancawarna (23)

Filed under: +Misteri Kapal Layar Pancawarna, Gu Long — ceritasilat @ 11:16 pm

Misteri Kapal Layar Pancawarna (23)
Oleh Gu Long

Pesan yang tidak begitu panjang, walau mengandung perasaan tawar dan hambar terhadap kehidupan nan fana ini. Tapi dari rangkaian kita itu justru terlukis ikatan asmara nan murni, dambaan terhadap kekasih.

Pui-Po-giok menghela napas panjang, “Ciang-Jio-bin, wahai Ciang-Jio-bin, begitu besar kasih sayang dan perhatianmu terhadap kekasih yang menantimu kembali, kenapa begitu tega kau permainkan jiwa sendiri. kau mati dengan tekad yang besar, mati tanpa menyesal, tapi pujaan hati yang menanti di atas loteng, betapa merana dia akan menghabiskan masa remajanya nanti.”
(more…)

Advertisements

Pendekar Binal (01)

Filed under: +Pendekar Binal, Gu Long — ceritasilat @ 10:56 pm

Pendekar Binal (01)
Oleh Gu Long

(Terima Kasih kepada Eve1yn)

Kang Hong, setiap orang yang bertelinga di dunia Kangouw (kelana) niscaya pernah mendengar nama “si mahacakap” ini, begitu pula nama Yan Lam-thian, si jago pedang nomor satu di dunia persilatan.

Setiap insan persilatan yang bermata tentu juga berhasrat melihat wajah Kang Hong yang mahacakap serta ingin menyaksikan ilmu pedang Yan Lam-thian yang tiada bandingannya di kolong langit ini.
baca halaman penuhnya…

Pahlawan Padang Rumput: Bagian 14

Filed under: Liang Yu Sheng, Pahlawan Padang Rumput — ceritasilat @ 10:51 pm

Pahlawan Padang Rumput: Bagian 14
Oleh Liang Yu Sheng

(Terima Kasih kepada Mel)

Hun-cong melihat air muka Toh It-hang seperti menunjukkan rasa sedih, apalagi hubungan antara mereka sebenarnya sangat kental, dalam keadaan biasa, tentu tidak berpamitan secara tergesa-gesa begitu, sekalipun dalam keadaan yang kalut juga pasti akan berbincang-bincang mengenai keadaan masing-masing selama ini.

Akan tetapi kini, bahkan nama Suhunya saja tidak ditanya sudah buru-buru berpisah, ini sungguh aneh sekali.
(more…)

Darah Ksatria: Bab 16. Toko Serba Ada

Filed under: +Darah Ksatria, Gu Long — Tags: — ceritasilat @ 10:46 pm

Darah Ksatria
Bab 16. Toko Serba Ada
Oleh Gu Long

(Terima Kasih kepada Ansari dan Dra)

Bentuk rumah itu terlalu rendah, lelaki bertubuh tinggi kalau mengulurkan tangan pasti bisa menjangkau langit-langit rumah. Kapur dinding juga sudah luntur, di dinding tengah yang menghadap pintu luar tergantung sebuah papan ukiran yang menggambarkan Kwan Kong berduduk sambil membaca buku Jun-jiu. Di pinggirnya tergantung kertas panjang yang memuat tata tertib kehidupan keluarga menurut tradisi kuno yang ditulis Cu-hucu. Di sisi lain adalah tulisan berisi petuah bagi manusia untuk hidup rukun, jujur, dan bajik, serta bertakwa kepada Thian. Gaya tulisannya amat kuat dan indah dengan model kuno lagi, merupakan tulisan yang tinggi nilainya.

Rumah pendek itu hanya ada satu jendela dan satu pintu. Di pintu dipasang kain tirai biru yang sudah luntur warnanya. Sebuah meja segi delapan terbuat dari kayu merah kelihatan sudah tua dan kotor ternyata masih berguna dan diletakkan di seberang pintu.
(more…)

Create a free website or blog at WordPress.com.