Kumpulan Cerita Silat

26/02/2008

Hina Kelana: Bab 110. Di Tengah Perebutan Bengcu yang Kacau

Filed under: +Hina Kelana, Jin Yong — ceritasilat @ 11:29 pm

Hina Kelana
Bab 110. Di Tengah Perebutan Bengcu yang Kacau
Oleh Jin Yong

Mendengar cerita yang tidak masuk di akal itu, Lenghou Tiong menjadi geli dan terheran-heran. Katanya, “Masakah bisa terjadi begitu? Wah, Thayhwesio ini benar-benar lucu dan aneh.”

“Tapi lelucon yang tidak lucu bagiku,” ujar Dian Pek-kong dengan menyengir. “Keruan waktu itu aku kesakitan setengah mati. Hampir-hampir aku jatuh kelengar. Aku mencaci maki dia, ‘Keledai gundul bangsat, kalau mau bunuh lekas bunuh saja diriku, kenapa kau menyiksa aku secara begini keji?'”
(more…)

Advertisements

Amanat Marga (07)

Filed under: Amanat Marga, Gu Long — ceritasilat @ 12:39 am

Amanat Marga (07)
Oleh
Gu Long

(Terima kasih kepada Eve1yn, Dragon, Nra, dan Ririn)

Karena merasa tidak bersalah, maka dada Lamkiong Peng cukup lapang, ia tidak menghiraukan sikap Wi Ki dan ucapan Kwe Giok-he yang bersifat negatif itu, ia pikir, “Memang ingin kutanya keadaan Liong-toako, kebetulan sekarang orang tua ini telah mendahului bertanya bagiku.”

Melihat kecanggungan di antara anak murid Put-si-sin-liong itu, diam-diam tokoh kosen dari luar perbatasan, Ban-li-liu-hiang (meninggalkan nama harum beribu li) Yim Hong-peng, menaruh perhatian, ia pikir apakah di antara anak murid Sin-liong ini terjadi pertentangan atau persaingan, mengapa ketiganya tidak ada kesatuan ucapan dan perbuatan?
(more…)

Blog at WordPress.com.