Kumpulan Cerita Silat

21/02/2008

Pendekar Empat Alis

Filed under: Gu Long, Pendekar Empat Alis — ceritasilat @ 11:55 pm

Pendekar Empat Alis
Buku 04: Rumah Judi Pancing Perak
Bab 06. Ting-hiang ih, si nona Bunga Cengkeh
Oleh Gu Long

(Terima kasih kepada Edisaputra)

Cuma saja, rasa lega demikian tidak bertahan lama. Pada esok paginya, diketahuinya orang yang menguntitnya dari tiga orang telah berubah lagi menjadi sepuluh orang.
Agar malamnya bisa tidur nyenyak, sedapatlah Siau-hong tidak menoleh, sebisanya ia berlagak tidak tahu.

Sebaliknya Ting-hiang-ih justru terus menerus berpaling dan mengintip ke belakang melalui jendela kecil di belakang kereta.
(more…)

Darah Ksatria: Bab 12. Kembang Melati

Filed under: +Darah Ksatria, Gu Long — ceritasilat @ 11:44 pm

Darah Ksatria
Bab 12. Kembang Melati
Oleh Gu Long

Khu Hong-seng tidak mati. Inilah kali kedua dia berhasil selamat setelah bersinggungan dengan maut. Ma Ji-liong teringat dengan tombak Kim Tin-lin dan bagaimana Khu Hong-seng telah menyembunyikan Giok-pwe itu di dadanya. Saat itu nama Siau-hoan yang digunakan olehnya untuk menjelaskan hal itu. Setiap langkah dan setiap detil rencananya benar-benar dirancang dengan seksama. Dan setiap kalinya dia telah menyediakan perangkap kematian untuk dirinya sendiri sehingga tidak ada orang yang akan mencurigainya.

Sekarang dia telah memuntahkan semua arak beracun itu, setiap orang bisa melihat bahwa dia pasti akan selamat, dan mungkin dia akan hidup lebih lama daripada siapa pun.
(more…)

Amanat Marga (02)

Filed under: Amanat Marga, Gu Long — ceritasilat @ 12:18 am

Amanat Marga (02)
Oleh
Gu Long

(Terima kasih kepada Eve1yn, Dragon, Nra, dan Ririn)

Pertanyaan si Tojin membuat Liong Hui melenggong, ia pandang Lamkiong Peng sekejap lalu berpaling kembali dan menjawab, “Tidak perlu kau ikut campur!”

Tojin itu mendengus, “Hm, jika hari ini gurumu kalah dan tidak kembali lagi, apakah kau tahu siapa yang akan menjadi kepala Ci-hau-san-ceng yang disegani dunia persilatan itu?”
(more…)

Duke of Mount Deer (27)

Filed under: Duke of Mount Deer, Jin Yong — ceritasilat @ 12:15 am

Duke of Mount Deer (27)
Oleh Jin Yong

Siau Po heran sekali. Diam-diam dia berpikir di dalam hati.

“Aku adalah kepala para thaykam di Siang Sian tong, berarti kedudukanku lebih tinggi daripada kedudukanmu. Mengapa kau malah jalan di depanku? Usia thaykam ini sudah tidak muda lagi. Tidak mungkin kalau dia tidak tahu aturan.” Dengan membawa pikiran demikian, dia segera bertanya:
(more…)

Blog at WordPress.com.