Kumpulan Cerita Silat

20/02/2008

Harimau Kumala Putih: Bab 04

Filed under: Gu Long, Harimau Kumala Putih — ceritasilat @ 11:49 pm
Harimau Kumala Putih
Oleh Gu Long
Bab 04

Sebelum Bu-ki sempat menikmati suatu yang menarik hati, orang orang itu sudah pada meng­undurkan diri.

Sebelum berangkat, sekali lagi orang-orang itu menyembah pada tuan rumah yang misterius sambil mengucapkan selamat.
(more…)

Pendekar Empat Alis

Filed under: Gu Long, Pendekar Empat Alis — ceritasilat @ 11:46 pm

Pendekar Empat Alis
Buku 04: Rumah Judi Pancing Perak
Bab 05. Makan Nasi Lunak
Oleh Gu Long

(Terima kasih kepada Edisaputra)

Dugaannya memang tidak salah. Nona yang dibawa datang oleh pelayan memang betul si dia.

“Inilah nona Ting, Ting-hiang-ih. dan inilah Liok-kongcu, silakan kalian bersahabat,” ucap si pelayan dengan senyuman penuh arti. Lalu dia mengeluyur keluar sambil merapatkan pintu kamar.
Ting-hiang-ih atau nona Bunga Cengkeh berdiri dengan menunduk dan sedang memainkan ujung bajunya dengan tangannya yang putih halus, diam saja dengan malu-malu kucing.
(more…)

Darah Ksatria: Bab 11. Hukuman Gantung

Filed under: +Darah Ksatria, Gu Long — ceritasilat @ 11:44 pm

Darah Ksatria
Bab 11. Hukuman Gantung
Oleh Gu Long

Ma Ji-liong tercengang. Bagaimana mungkin ada racun di dalam arak itu? Siapa yang membubuhi racun? Mungkinkah Siau-hoan sudah tahu bahwa Khu Hong-seng akan membunuhnya, maka dia memutuskan untuk meracuni arak itu lebih dulu? Ma Ji-liong minum dari guci arak yang sama. Sekarang Khu Hong-seng mati keracunan, tapi kenapa dia tidak merasa apa-apa?

Begitu banyak pertanyaan yang tak terjawab, dan semuanya juga begitu rumit. Selain itu, semua peristiwa ini terjadi begitu tiba-tiba. Pikirannya menjadi kacau, dan dia bahkan tidak sanggup menjawab meskipun pertanyaan yang paling sederhana. Sekarang, yang sebaiknya dilakukan adalah meninggalkan tempat ini dengan segera. Mungkin sekali kejadian ini juga merupakan sebuah rencana yang telah direkayasa dengan baik untuk menjebaknya. Dia sudah memikirkan hal ini. Sayangnya, sementara dia sedang berpikir, dia benar-benar sudah terjebak. Rencana itu memang akurat dan berbisa. Tak perduli siapa pun yang terjatuh ke dalam perangkap ini, dia tidak akan bisa lolos.
(more…)

Duke of Mount Deer (26)

Filed under: Duke of Mount Deer, Jin Yong — ceritasilat @ 12:15 am

Duke of Mount Deer (26)
Oleh Jin Yong

“Aku tidak punya,” sahut si kuncu cilik.

“Itu si perempuan bau, dia membawa obat luka atau tidak?” tanya Siau Po kembali.
(more…)

Amanat Marga (01)

Filed under: Amanat Marga, Gu Long — ceritasilat @ 12:13 am

Amanat Marga (01)
Oleh Gu Long

(Terima kasih kepada Eve1yn, Dragon, Nra, dan Ririn)

Angin menderu, awan berarak mengelilingi lereng bukit Jong-liong-nia yang merupakan lereng pegunungan Hoa. Bukit yang memanjang terjal dengan jurang yang dalam, puncaknya yang menegak dipandang dari jauh serupa sebilah pisau mengilat yang menembus awan di tengah langit.

Cahaya fajar menyimak awan, kabut pun mulai menipis. Di puncak Jong-liong-nia itu, di bawah tugu peringatan pujangga Han-bun-kong berdiri seorang gadis rupawan dengan gayanya yang indah sedang memandang jauh ke arah jalan yang menuju ke atas bukit dengan kening bekernyit.
(more…)

Blog at WordPress.com.