Kumpulan Cerita Silat

04/02/2008

Kisah Pengelana di Kota Perbatasan (26)

Filed under: Gu Long, Kisah Pengelana di Kota Perbatasan — Tags: — ceritasilat @ 10:29 pm

Kisah Pengelana di Kota Perbatasan
Bab 26. Mati dan Hidup Sama Bila Tidak Punya Tujuan Lagi
Oleh Gu Long

Matahari telah menghilang dari langit, jalan raya yang panjang tersebut telah menjadi kosong dan sepi. Satu-satunya cahaya yang masih terlihat hanyalah berasal dari sebuah gedung yang kecil. Seseorang mendorong daun jendela dari dalam ruangan dan melihat ke bawah ke jalan yang telah sunyi sepi tersebut. Dia sudah tahu bahwa malam yang sunyi telah tiba.

Darah yang berceceran di jalan telah mengering. Hembusan angin menerbangkan helaian-helaian rambut Naga Punggung Emas ke udara. Xiao Bie Li memejamkan matanya dan menghela napas. Kemudian, perlahan-lahan menutup kembali jendelanya.

Sebuah lilin menyala di atas meja. Dia duduk di hadapan lilin tersebut dan terlihat tenang dan kesepian seperti api kecil yang berkelap-kelip ditengah kegelapan yang pekat. Cahaya lilin tersebut menerpa wajahnya sehingga membuat kerut-kerut diwajahnya terlihat lebih jelas dan dalam. Siapa yang tahu dalamnya penderitaan dan keletihan yang tersembunyi di balik tiap keriput tersebut. Siapa yang tahu betapa banyak rahasia yang tersembunyi di balik keriput tersebut.

Dia menuangkan secangkir arak dan perlahan-lahan menyeruputnya. Sepertinya dia sedang menunggu sesuatu.

Tapi, apa yang sebetulnya dia tunggu? Segala hal yang menyenangkan di dalam hidupnya telah lenyap menghilang sepanjang masa mudanya. Satu hal yang paling mungkin dia sedang tunggu sekarang mungkin adalah kematian.

Kematian yang sepi dan sunyi kadang-kadang suatu hal yang manis!

Kegelapan malam telah tiba. Dia tidak perlu lagi berjalan ke jendela untuk melihat keluar, dia sudah dapat merasakannya. Cangkirnya saat ini telah kosong. Baru saja dia sedang menuangkan lagi arak, dia mendengar suara yang berasal dari lantai di bawah.

Suara kartu yang sedang dimainkan.

Senyuman aneh tersembul diwajahnya, sepertinya suara itu memang sudah diharapkannya untuk dia dengar. Dia mengambil tongkatnya dan meletakan di bawah ketiakanya, perlahan-lahan melangkah ke lantai bawah.

Lentera bercahaya di lantai bawah, seseorang nampak sedang duduk di sana, perlahan-lahan melemparkan kartu-kartu tersebut satu persatu. Pandangan aneh menyorot dari kedua matanya.

Ye Kai jarang sekali tersenyum seperti saat itu. Kedua matanya terfokus pada kartu-kartu yang berada ditangannya, bahkan dia tidak peduli untuk menolehkan matanya ke arah Xiao Bie Li yang sedang berjalan turun di atas tangga. Xiao Bie Li perlahan-lahan mendekatinya dan menarik kursi dan duduk dihadapannya seraya bertanya,” Apa yang kau lihat?”

Ye Kai sedang tenggelam dalam lamunan yang dalam. Setelah beberapa saat, dia menghela napas dan menjawab,” Tidak sesuatupun.”

“Kenapa begitu?”

Ye Kai diam membisu. Nampaknya dia sedang menunggu Xiao Bie Li menampakan banyak hal yang biasanya tidak dia perlihatkan. Setelah beberapa saat, Xiao Bie Li betul-betul menghela napas.

“Kau pastu sudah mengetahui sejak lama bahwa nama margaku bukanlah Xiao.”

Ye Kai mengangguk.

“Orang-orang tidak dapat memilih nama marga meraka, orang-orang pun tidak punya pilihan juga.” Xiao Bie Li berkata.

“Itu aku sudah mengerti, namun aku tidak mengerti apa yang kau ingin katakan sebenarnya.” Ye Kai berkata.

“Yang aku ingin katakan sebenarnya adalah kita sebetulnya mirip, namun jalan yang kita tempuh berlainan. Karena kau jauh lebih beruntung daripada diriku.”

Kelihatannya dia ragu-ragu untuk sesaat, kemudian dia mengambil keputusan dan berkata,” Karena kau bukan dilahirkan dengan marga Xi Men.”

“Xi Men? Xi Men Chun?”

“Bukankah kau sudah mengetahuinya selama ini?” dia tersenyum lemah.

“Aku mengetahuinya saat wanita tua palsu tersebut mati di dalam toko Li Ma Hu.”

“Oh?”

“Di hari lain saat aku menyebut nama Xi Men Chun, dia tidak menolehkan wajahnya kearahkau, melainkan kearahmu.”

“Oh?”

“Dia menolehkan wajahnya karena dia kaget bahwa seseorang telah menyebutkan namamu.”

“Dan itu sebabnya kau salah mengira dia adalah Xi Men Chun saat itu.”

“Setiap orang membuat kesalahan.”

“Dia tidak menyangkalnya juga.”

“Bagaimana dia berani untuk menyangkal saat kau masih disana?”

“Saat itu, kau masih mengira bahwa Li Ma Hu adalah Nenek Du.”

Ye Kai tersenyum dan berkata,” Hingga saat ini, aku masih tidak dapat menduga dimana Nenek Du bersembunyi.”

“Kau mungkin tidak akan pernah dapat menemukannya.”

“Kenapa begitu?” Ye Kai bertanya.

“Karena tidak ada seorangpun yang pernah mengira bahwa Nenek Du dan Xi Men Chun adalah orang yang sama.”

Ye Kai menarik napas panjang dan tersenyum masam,” Aku betul-betul tidak pernah berpikir seperti itu!”

Dia menatap wajah Xiao Bie Li sekali lagi dan berkomentar,” Hingga saat ini, bagaimana kau dapat menyaru dirimu menjadi seorang wanita tua.”

“Bila kau dapat menduganya, maka aku pasti bukanlah Xi Men Chun.”

“Tidak heran orang-orang di dunia persilatan mengatakan bahwa kau adalah satu-satunya murid dari Setan Seribu Wajah.”

” Bukan murid satu-satunya.”

“Oh?”

“Hanyalah anak laki-lakinya.”

“Ayahmu adalah Setan Seribu Wajah?”

“Ya!”

Ye Kai menghela napas dan menegaskan,” Jadi aku telah salah sejak awal.”

Xiao Bie Li perlahan-lahan menganggukan kepalanya dan berkata,” Setiap orang membuat kesalahan.”

“Aku tidak pernah berpikir kalau Ma Kong Qun juga akan melarikan diri, aku betul-betul tidak pernah membayangkannya.”

“Aku rasa dia bukannya tidak bisa dikejar.” Xiao Bie Li.

“Aku juga tidak berpikir kalau dia akan kabur.” Xiao Bie Li berkata.

“Kelihatannya dia jauh lebih pintar dari kita berdua. Dia telah mengetahui bahwa tidak ada seorangpun yang akan melewatkan duel antara Lu Xiao Jia dan Fu Hong Xue.”
“Bila dia ingin melarikan diri, maka saat itu adalah kesempatan yang paling baik yang dia miliki.”

“Atau mungin, itulah sebabnya kenapa dia pergi mencari Lu Xiao Jia.”

“Oh?”

“Dia sudah mengatur pembokongan tersebut, dan sudah merencanakannya juga agar pembokongan tersebut diketahui, sehingga tiap orang akan berpikir bahwa dia ingin mengambil nyawa Fu Hong Xue.” Ye Kai tersenyum lebar dan melanjutkan,” Dan diasumsikan tidak ada seorangpun yang mengetahui skenario ini, maka tidak ada seorangpun yang akan curiga kalau dia akan menggunakan skenario ini sebagai tindakan pengalihan perhatian yang sangat sempurna untuk melarikan diri.”

Xiao Bie Li tersenyum dan berkata,” Kelemahanmu yang terbesar adalah kau berpikir terlalu banyak.”

“Kau benar, yang paling baik kalau seseorang tidak berpikir terlalu banyak,” Ye Kai menjawab.

Xiao Bie Li menghela napas dan bertanya,” Tahukah kau apa kelemahanku yang terbesar?”

Ye Kai menggelengkan kepalanya.

“Aku berpikir terlalu banyak juga.” Xiao Bie Li berkata.

“Jadi kaupun tidak pernah membayangkan bahwa Ma Kong Qun akan melarikan diri, betul kan?” Ye Kai berkata.

Xiao Bie Li menggelengkan kepalanya.

Sorot mata Ye Kai menajam sesaat dia menyeringai dan menambahkan,” Itulah sebabnya kau mengundang Lu Xiao Jia kesini untuknya.”

“Bagaimana kau mengetahuinya?” Xiao Bie Li bertanya. Dia masih terlihat tenang, dan tidak ada tanda-tanda mau menyembunyikan fakta yang sebenarnya.

“Jadi kau tidak akan menyangkalnya?” Ye Kai bertanya balik.

“Apa gunanya menyangkal kepada seseorang sepertimu. Tidak ada gunanya.” Xiao Bie Li menjawab.

Ye Kai mulai tersenyum kembali, namun tidak terlihat riang seperti biasanya. Sepertinya dia merasa menyesal pada orang ini.

Xiao Bie Li menghela napas lagi dan berkata,” Mungkin aku telah memilih jalan yang salah.”

“Tapi kau tidak terlihat seperti orang yang telah tersandung di jalan yang salah.” Ye Kai berkata.

“Hanya ada satu pilihan untuk memilih jalan yang benar, tapi banuyak sebab untuk berjalan kearah yang salah.”

“Oh?”

“Setiap orang yang telah memilih jalan itu pasti memiliki alasannya masing-masing.”

“Dan apakah alasanmu?”

“Aku tidak pernah punya kebebasan untuk memilih jalan yang akan aku jalani.”

Raut wajah Xiao Bie Li terlihat penuh dengan tanda tanya dan rasa sakit yang dalam saat dia menatap ke kejauhan. Setelah beberapa saat, akhirnya dia melanjutkan,” Mungkin beberapa orang dilahirkan untuk menjalani jalan yang memang sudah ditakdirkan untuk dijalaninya. Orang-orang ini sama sekali tidak pernah memiliki pilihan apapun.”

Senyum pahit tercetak diwajahnya sesaat dia berkata,” Aku betul-betul tidak tahu apakah aku ini beruntung atau hanya sedang sial saja.”

Ye Kai tidak mengucapkan sepatah katapun. Pertanyaannya sebetulnya tidak memerlukan jawaban.

“Tidak ada seorangpun di dunia persilatan yang dapat menyangkal bahwa ayahku adalah seseorang yang memiliki bakat yang khusus. Tidak ada seorangpun yang dapat menandingi keahliannya, bahkan sampai hari ini.” Xiao Bie Li berkata.

Ye Kai juga tidak dapat menyangkalnya.

“Dia menjalani kehidupannya bukan sebagai laki-laki juga bukan sebagai perempuan, juga bukan orang yang baik maupun bukan orang yang jahat. Beberapa dari mereka menyebutnya Dewa Seribu Wajah, sementara beberapa yang lain menyebutnya Setan Seribu Wajah. Bahkan hingga kematiannya, tidak ada seorangpun yang tahu orang semacam apakah dia.”

“Bagaimana dengan dirimu?” Ye Kai bertanya.

“Aku juga bukan pengecualian. Dari semua yang aku tahu dia hanya mewariskan ilmunya dan kemampuannya yang dia peroleh selama hidupnya, namun dia juga memberikan akan beban yang besar.”

“Beban seperti apa?”

“Balas dendam.”

Membutuhkan beberapa saat untuk membuatnya mengeluarkan perkataan itu, sepertinya dia harus mengumpulkan semua kekuatannya untuk berbicara.

Ye Kai mengerti hal itu. Mungkin tidak ada seorangpuan di dunia ini yang mengerti betapa besarnya beban balas dendam itu.

“Hingga hari ini, orang-orang di dunia persilatan masih belum yakin apakah dia masih hidup atau sudah mati. Beberapa gosip mengatakan dia telah pensiun dan beristirahat di laut timur, sementara yang lainnya menyatakan dia telah mencapai keabadian.” Xiao Bie Li berkata,

“Dan yang sebenarnya?”

“Yang sebenarnya dia telah meninggal beberapa waktu yang lalu.”

Ye Kai tidak tahan untuk bertanya,” Bagaimana dia meninggal?”

“Dibawah sebilah golok.”

“Golok siapa?”

Xiao Bie Li tiba-tiba mengangkat kepalanya dan menatap Ye Kai,” Kau seharusnya sudah tahu golok siapa! Tidak banyak golok di dunia ini yang dapat merengut nyawanya!”

Paras wajah Ye Kai mengeras, karena dia memang telah tahu golok siapakah itu!

“Pendekar Bai adalah salah satu pendekar besar di dunia persilatan, tidak hanya goloknya yang tidak ada tandingannya di dunia ini, bahkan dapat dikatakan tidak ada yang pernah orang lain yang dapat menyamainya.” Xiao Bie Li berkata dingin. Kata-katanya mengandung aura yang lebih tajam dari mata golok seraya dia melanjutkan,” Tapi orang seperti apakah dia? Dia …”

Ye Kai segera memotong perkataannya dan berkata,” Kau tidak punya hak untuk mengkritik kepribadiannya karena opinimu bias.”

“Kau salah. Aku tidak pernah membencinya. Kenyataannya, aku tidak pernah mengenalnya.” Xiao Bie Li berkata.

“Tapi kau mengharapkan kematiannya.”

“Kau benar. Aku memang berharap dia mati, dan aku pasti akan memberikan apapun yang aku miliki untuk hal itu. Tahukah kau kenapa?”

Ye Kai menggelengkan kepalanya. Bahkan meskipun dia tahupun dia tetapkan akan menggelengkan kepalanya.

“Cinta dan benci tidaklah sama. Kau tidak dilahirkan dengan pembalasan dendam, namun bila seseorang memberikan beban pembalasan dendam kepadamu untuk kau bawa, maka kau akan mengerti.”

“Tapi … ”

“Fu Hong Xue mungkin memahami hal ini, karena pembalasan dendam yang sama yang mendorongnya untuk membunuh Ma Kong Qun.” Xiao Bie Li menghela napas dan melanjutkan,” Fu Hong Xue juga tidak pernah bertemu dengan Ma Kong Qun sebelumnya, tapi dia juga tidak menginginkan apapun selain mengambil nyawanya!”

Ye Kai akhirnya menganggukan kepalanya.” Jadi itulah sebabnya pada malam itu, belasan tahun yang lalu, kau juga berada di Pemakaman Pohon Plum tersebut.

Sorot mata Xiao Bie Li terlihat kosong dan kabur, ” Betul-betul hujan salju yang lebat malam itu …”

Kedua mata Ye Kai tiba-tiba menatapnya bersinar geram,” Kau masih ingat peristiwa malam itu dengan jelas rupanya?”

“Aku selalu berusaha untuk melupakannya namun tidak pernah bisa.”

“Karena kedua kakimu menjadi cacat pada malam itu, betul kan?”

Xiao Bie Li memadang ke bawah ke kedua kakinya dan berkata,” Berapa banyak orang di dunia ini yang dapat membuat cacat kedua kakiku.”

“Meskipun dia dapat membuat kedua kakimu cacat, dia telah menyelamatkan nyawamu.” Ye Kai berkata.

“Dia bukanlah orang yang menyelematkan nyawaku, tapi salju itu.”

“Salju?”

“Salju itu membuat beku kedua kakiku, itulah sebabnya aku masih dapat hidup hingga hari ini. Jika tidak, mungkin aku telah mati membusuk sejak lama.”

“Itulah sebabnya kau tidak pernah melupakan salju!”

“Aku juga tidak pernah melupakan mata golok itu.”

Pandangan kengerian terpancara dari kedua sorot mata Xiao Bie Li, sepertinya pertempuran berdarah itu kembali terlihat dibalik kedua matanya.

Salju merah, merah darah … saat darah berceceran ke atas salu yang menutupi tanah, salju yang putih berubah menjadi merah. Sepertinya mata golok itu juga berwarna merah. Kemananpun mata golok tersebut berkelebat, semburan darah pasti mengikutinya.

Butiran-butiran keringat mulai keluar dari dahi Xiao Bie Li. Keringat dingin. Setelah beberapa saat, akhirnya dia melanjutkan,” Bila kau tidak melihat mata golok sendiri, kau tidak pernah membayangkan betapa mengerikannya. Itulah sebabnya pendekar-pendekar hebat dari dunia persilatan berada disitu malam itu, lebih dari setengahnya tidak dapat keluar hidup-hidup.

“Apakah kau tahu identitas orang-orang ini?” Ye Kai bertanya.

Xiao Bie Li tidak tahu. Selain Ma Kong Qun, tidak ada seorangpun yang mengetahuinya.

“Dari semua yang aku ketahui, tidak ada seorangpun dari orang-orang yang tidak memiliki rasa benci pada pendekar Bai.” Xiao Bie Li berkata.

“Jadi semua orang-orang tersebut memiliki permusuhan dan kebencianterhadapnya?” Ye Kai bertanya.

“Meskipun aku mungkin bukan orang yang tepat untuk menilainya, aku memiliki hak untuk menilai goloknya!”

Kemarahan yang dalam terlihat di sorot kedua mata Xiao Bie Li, dia mengepalkan kedua tangannya sementara suaranya menjadi serak,”Golok itu seharusnya tidak berada ditangan orang hidup, golok itu seharusnya terkubur di bawah neraka ke delapan yang paling dalam!”

“Kau takut kepada golok tersebut?” Ye Kai bertanya.

“Aku hanyalah manusia, bagaimana mungkin aku tidak takut.” Xiao Bie Li menjawab.

“Itulah sebabnya kau takut terhadap Fu Hong Xue, karena kau menyadari bahwa golok tersebut seharusnya tidak jauth ke dalam kedua tangannya.”

“Sayangnya hal itu terjadi seperti itu.” Xiao Bie Li berkata.

“Oh?’

“Karena golok itu sangat jahat, hanya membawa kesialan dan kematian bagi pemegangnya!” Suaranya berubah menjadi aneh, dia bersuara sepertinya dia baru saja datang dari kedalaman neraka.

Ye Kai memecah kesunyian dan berkata sambil tersenyum,” Tapi Fu Hong Xue masih hidup dan baik-baik saja.”

“Dia mungkin belum mati, namun seluruh hidupnya telah terkubur di dalam golok tersebut. Dia tidak akan pernah mengalami sedikitpun kebahagiaan karena yang ada di dalam hatinya hanya balas dendam tidak ada yang lainnya lagi!”

Ye Kai tiba-tiba bangkit berdiri dan berjalan ke arah jendela, dengan sekali dorongan dia telah membuka jendela. Dia merasa agak sedikit sesak, bahkan hampir tidak bisa bernapas lagi.

Xiao Bie Li menatap punggung Ye Kai dan tertawa,” Tahukah kau, aku selalu mencurigaimu.”

Ye Kai sama sekali tidak merespon maupun tidak membalik.
“Saat kami menyuruhmu untuk membunuh Ma Kong Qun, itu sebetulnya hanya sebuah tes.” Xiao Bie Li berkata.

“Oh?”

“Hal itu bukanlah ideku, pada malam itu sebetulnya ada seorang lainnya yang berada di atas bersamaku.”

“Ma Kong Qun bersama denganmu!”

“Ya, dialah orangnya.”

“Ding Qui juga merupakan salah satu pembunuh yang berada di Pemakaman Pohon Plum itu juga pada malam itu?” Ye Kai bertanya.

“Dia sama sekali tidak layak, dia hanya seorang bongkok yang serakah.”

“Itulah sebabnya kalian berdua merekrutnya.”

“Tapi kita tidak berhasil membayarmu. Aku cukup terkejut saat kau mengatakan kepada Ma Kong Qun apa yang telah terjadi. Uang yang aku bayarkan kepadamu tidaklah sedikit.” Xiao Bie Li berkata.

“Uang tersebut cukup untuk membeli banyak orang. Sayangnya semua orang-orang tersebut telah mati sekarang.”

“Tidak ada yang perlu disayangkan untuk kematian mereka.”

“Yang paling disayangkan hanyalah Fu Hong Xue masih hidup sekarang, kan?”

Xiao Bie Li menatapnya dingin dan menjawab,” Itupun bukanlah hal yang disayangkan juga, karena aku tahu bahwa hari itu akan tiba juga ketika Fu Hong Xue akan terbunuh di bawah golok.”

“Lalu bagaimana dengan Ma Kong Qun?”

“Apakah kau pikir Fu Hong Xue akan dapat menemukannya?” Xiao Bie Li bertanya.

“Kau pikir aku tidak dapat?” Ye Kai menjawab.

“Dia selalu menjadi serigala, namun sekarang dia telah berubah menjadi seekor rubah. Rubah tidak mudah untuk ditangkap, dan mereka juga bahkan lebih sulit dibunuh.” Xiao Bie Li berkata.

“Kata-katamu tidak akan tepat bila berhadapan dengan pemiliki toko kelontong.” Ye Kai berkata.

“Kenapa begitu?”

“Bila tidak ada rubah yang mati, maka dari mana datangnya kulit rubah?”

“If there weren’t any dead foxes, then where would his fox skins come from?”

Xiao Bie Li tidak mengucapkan sepatah katapun.

“Jangan lupa bahwa disana ada anjing pemburu, dan penciuman mereka pun jauh lebih baik.” Ye Kai berkata.

Xiao Bie Li mendengus dan berkata,” Meskipun Fu Hong Xue memiliki hidung anjing pemburu, satu-satunya yang dia baui hanyalah wanita yang memabukan”

“Kau maksud Cui Nong?” Ye Kai berkata.

Xiao Bie Li menganggukan kepalanya.

“Apakah kau mengatakan kalau Cui Nong berada disisinya, maka dia tidak akan dapat menemukan Ma Kong Qun?” Ye Kai bertanya.

“Jangan lupa yang bisa ditemukan di tubuh wanita hanya perhiasan, bukanlah bulu rubah.” Xiao Bie Li menjawab.

Sekarang Ye Kai yang tidak dapat berkata-kata.

Xiao Bie Li tersenyum dan bertanya,” Bisa atau tidak Fu Hong Xue menemukan Ma Kong Qun, apa urusannya denganku? Apakah ada urusannya denganmu?”

Ye Kai jatuh membisu beberapa saat, kemudian perlahan-lahan berkata,” Ada satu sebab.”

“Apakah itu?”

Ye Kai akhirnya membalikan badannya dan memandang pada Xiao Bie Li,” Kenapa kau belum juga menanyakan ku siapakah aku sebenarnya?”

“Aku sudah menanyakan sebelumnya, banyak orang telah menanyakan sebelumnya.”

“Kenapa kau tidak menanyakannya sekarang?”

“Sebab aku sudah tahu kalau namamu adalah Ye Kai. Margamu Ye, panggilanmu Kai. Ye seperti pada kata daun, daun di atas pohon, kai seperti pada kata kai dalam bahagia.”

“Tapi orang seperti apakah Ye Kai ini?”

“Dari yang aku tahu, dia adalah seseorang yang suka ikut campur urusan orang lain.” Xiao Bie Li menjawab.

Ye Kai tertawa lebar,” Kali ini kau salah.”

“Oh?”

“Aku tidak sedang ikut campur urusan oran glain.”

“Bukan?”

“Sama sekali bukan!”

Xiao Bie Li menatapnya, menatapnya selama beberapa saat, kemudian tiba-tiba bertanya,” Jadi siapakah kau sebenarnya?”

“Aku sudah tahu kalau kau akan mengucapkan kata-kata itu lagi.” Ye Kai berkata.

“Kau betul-betul tahu terlalu banyak.”

“Kau betul-betul tahu terlalu sedikit.”

Xiao Bie Li tersenyum dingin. Ye Kai tiba-tiba berjalan kearahnya, membungkukkan badannya dan membisikan sesuatu ketelinganya. Dia berbicara dengan sangat perlahan, selain Xiao Bie Li, tidak ada seorangpun di dunia ini yang dapat mendengar ucapannya itu.

Setelah Xiao Bie Li mendengar ucapan yang pendek tersebut, senyum diwajahnya membeku. Setelah Ye Kai selesai mengucapkannya, semua otot di seluruh tubuhnya menjadi kaku.

Angin bertiup menderu-deru dari luar jendela, api di dalam lentera mulai bergoyang-goyang berdansa. Cahaya lampu itu menyinari wajah Xiao Bie Li, dia terlihat menjadi seseorang yang betul-betul berbeda, berubah menjadi orang lain. Saat dia menatap Ye Kai, kelihatannya diapun telah melihat orang yang berbeda, orang lain yang betul-betul berbeda.

Tidak ada seorangpun yang dapat menggambarkan paras wajah Xia Bie Li saat ini. Tidak hanya dipenuhi oleh rasa kaget dan ngeri, tapi sepertinya dia sedang jatuh ke dalam dirinya yang paling dalam. Hanya orang yang telah kalah bertanding dan bertekuk lutut yang memiliki ekspresi wajah seperti itu.

Ye Kai menatapanya dan bertanya,” Apakah kau percaya sekarang?”

Xiao Bie Li menghela napas yang panjang sementara selutuh tubuhnya sepertinya telah layu dan mengkerut. Setelah beberapa saat akhirnya dia menjawab,” Aku betul-betul tahu terlalu sedikit, aku betul-betul salah.”

“Seperti yang pernah aku katakan sebelumnya, setiap orang pasti membuat kesalahan sekali waktu.” Ye Kai menegaskan.

Xiao Bie Li menganggukan kepalanya sambil merengut,” Akhirnya aku mengerti yang kau maksudkan sekarang. Meskipun sedikit terlambat, tapi lebih baik daripada tidak pernah tahu sama sekali.”

Dia menurunkan tatapannya dan melihat kearah tumpukan kartu di atas meja. “Aku selalu berpikir kalau kartu-kartu ini dapat mengatakan segala sesuatunya kepadaku, siapa tahu ternyata mereka tidak mengatakan apapun.” Kartu-kartu tersebut bersinar di bawah cahaya lampu, dia menjulurkan tangannya dan dengan ringan telah meraih semuanya.

Ye Kai menatapa kartu-kartu ditangannya itu dan berkata,” Apapun yang terjadi, mereka telah menemanimu selama bertahun-tahun ini.”

“Mereka telah membantu menemaniku saat aku kesepian. Bila bukan untuk mereka, aku tidak tahu bagaimana aku melewati hari-hariku. Meskipun mereka telah membohongiku, aku tidak menyalahkan mereka sama sekali.”

“Memiliki sesuatu yang telah membohongimu lebih baik daripada betul-betul seorang diri.” Ye Kai berkata.

“Kau telah cukup mengalami pencerahan. Itulah sebabnya aku merasa berbincang-bincang denganmu merupakan salah satu kesenangan yang aku peroleh di dalam hidupku.” Xiao Bie Li berkata sambil tersenyum lemah.

“Terima kasih.” Ye Kai menjawab.

“Aku harap aku dapat menahanmu untuk tinggal lebih lama denganku tapi aku tahu kau tidak akan pernah setuju.”

Dia menghela napas dan tersenyum pahit. Kemudian, tiba-tiba tangannya telah bergerak cepat dan meluncur ke arah pergelangan tangan Ye Kai. Gerakannya selalu terlihat indah dan tidak terburu-buru, namun gerakannya ini sangat cepat, secepat cahaya, sepertinya tidak ada seorangpun di dunia ini yang dapat menghindarinya. Jari-jari tangannya seharusnya telah mencapai pergelangan tangan Ye Kai saat suara KKKKEEEPPPP terdengar, sesuatu telah menyambar kearah genggaman tangannya.

Namun ternyata itu bukanlah pergelangan tangan Ye Kai, itu adalah kotak tempat kartu. Dengan secepat kilat, Ye Kai telah mengganti pergelangan tangannya dengan sebuah kotak. Kotak tersebut keras dan kuat, terbuat dari kayu pilihan. Kayu seperti itu biasanya jauh lebih keras daripada tulang manusia, namun saat berada dibawah genggamannya, kotak tersebut hancur berkeping-keping seperti keju yang hancur lebur menjadi debu.

Belum lagi kepingan-kepingan kotak tersebut jatuh dari tangan Xiao Bie Li, Ye Kai telah mencelat sejauh tiga kaki darinya.

Setelah kebisuan yang cukup lama, Xiao Bie Li akhirnya mengangkat kepalanya dan berkata dingin,” Kau dapat menggerakan kedua tanganmu dengan cepat dan tangkas.”

“Itulah sebabnya aku betul-betul masih menginginkan mereka tergantung dipergelangan tanganku.” Ye Kai menjawab.

“Aku taruhan kau pasti memiliki hidung seekor anjing pemburu juga.”

“Kau tidak akan dapat mengambil hidungku ini, juga dengan kedua tanganmu.”

Tangan yang telah terbiasa memegang tongkat diketiaknya dan mengocok kartu pasti tidak akan dapat mengambil apapun dengan baik.

“Kau betul-betul ingin tinggal sementara waktu?”

“Kartu-kartumu telah menemanimu selama bertahun-tahun ini, tapi kau masih juga menghancurkan kotaknya. Aku rasa kau betul-betul memiliki hati yang dingin.”

Xiao Bie Li menghela napas panjang,” Sepertinya kau juga cukup kejam.”

Tiba-tiba dia meloncat ke arah Ye Kai, menghentakan tongkat kirinya ke atas lantai sementara mengarahkan tongkat kananya ke arah depan. Sabetan tongkat besinya sangatlah kuat dan menakutkan, seluruh ruangan terasa seperti berada dalam tekanan, sepertinya sehembus angin yang dingin dan tajam telah menerjang keluar!

Ye Kai melompat ke arah langit-langit dan bergantung pada salah balok tiang pada ujung kakinya. Xiao Bie Li memutar badannya ke udara dan mengarahkan kedua tongkat besinya ke atas. Sejumlah senjata rahasia menyembur dengan deras dari kedua tongkat besinya ke arah langit-langit.

‘Jarum Penghancur Usus’!

Jarum penghancur ususnya telah terlepas dari tongkat besinya, kedua tangannya sama sekali tidak bergerak. Itulah sebabnya tidak ada seorangpun yang dapat melihatnya melesat. Tidak ada seorangpun yang bermimpi dapat menghindar dari satu dari jarum-jarum yang terseohor itu, namun dia telah menembakan jarum-jarum itu paling tidak untuk tigapuluh nyawa!

Tapi, kelihatannya Ye Kai adalah orang yang ketigapuluh satu. Tiba-tiba dia telah menghilang dari pandangan. Pada saat akhirnya dia muncul, Jarum Penghancur Usus sudah tidak terlihat lagi. Xiao Bie Li telah jatuh kembali ke kursinya, sepertinya dia sedang mencari jarum-jarum tersebut yang sudah tidak terlihat lagi.

Dia tidak dapat mempercayainya. Selama bertahun-tahun ini, Jarum Penghancur Usus hanya sekali saja gagal – malam itu di Biara Pohon Plum. Dia sangat tidak mempercayai bahwa untuk kedua kalinya telah gagal, namun dia sama sekali tidak dapat menyangkal hal ini.

Ye Kai dengan ringan melayang turun ke bawah. Tidak ada angin yang berhembus, tidak ada juga jarum-jarum yang beterbangan. Dia terlihat seperti tidak pernah terjadi apapun.

Setelah kebisuan yang panjang, Xiao Bie Li akhirnya menghela napas,” Aku ingat seseorang menanyakan hal ini padamu sebelumnya, namun aku ingin menanyakannya sekali lagi.”

“Tanyakanlah.”

“Apakah kau manusia? Dapatkah kau disebut sebagai manusia?” Xiao Bie Li berkata sambil menatap ke arah Ye Kai.

Ye Kai tersenyum. Setiap kali seseorang menanyakan pertanyaan itu, dia selalu merasa sangat nikmat dan bahagia. Karena itu berarti dia telah melakukan sesuatu yang orang lain tidak sanggup melakukannya.

Xiao Bie Li juga tidak mengharapkan jawaban jadi dia melanjutkan,” Sebelumnya, saat aku melakukan serangan sebanyak tiga kali, aku merasa tidak ada seorangpun yang dapat menghindarinya.

“Aku tahu.”

“Tapi kau sama sekali tidak membalas satu kalipun.”

“Kenapa aku harus membalas seranganmu? Kau yang menginginkan kematianku, bukan aku yang menginginkan kematianmu.”

“Lalu apa yang kau inginkan?”

“Tidak ada sama sekali. Kau dapat terus tinggal disini, menjalankan bisnis bordirmu, memainkan kartumu, dan minum arakmu.”

Xiao Bie Li tiba-tiba mengeraskan kepalan tangannya sesaat dia mengedipkan matanya,” Aku bisa melakukan hal itu semua karena aku memiliki tujuan. Karena aku ingin melindungi Ma Kong Qun, aku menunggu orang yang datang untuk membunuhnya!”

Wajahnya mulai berkedutan karena sakit seraya dia berceloteh,” Sekarang tidak ada lagi yang harus aku jaga, bagaimana aku bisa terus hidup!”

“Itu urusanmu, kau harus menanyakannya pada dirimu sendiri!”

Ye Kai tersenyum, bangkit berdiri dan membalikan badannya untuk pergi. Langkahnya tidak terlalu tangkas, namun dia tidak memalingkan kepalanya dan dia tidak berhenti. Tidak ada seorangpun diseluruh dunia ini yang dapat meyakinkan dia untuk tetap tinggal lebih lama lagi disini.

Namun yang dapat dilakukan oleh Xiao Bie Li adalah hanya berdiam dimana dia berada saat ini, dia tidak memiliki tempat untuk dikunjungi. Saat Ye Kai berjalan keluar pintu, Xiao Bie LI mulai bergetar, seperti seorang anak kecil yang baru saja terbangun dari mimpi buruk. Dia betul-betul telah bangun dari mimpi buruk, namun saat sadar terasa lebih menyakitkan daripada saat bermimpi.

Malam hari masih kelam, malam masih berlanjut. Tidak ada setitik suarapun yang terdengar, tidak ada seorangpun yang terlihat. Hanya kartu-kartu itu yang masih menemaninya. Tiba-tiba dia meraih kartu-kartu itu dan menjentikanny ake samping. Saat kartu domino itu beterbangan dari kedua tangannya, air mata mulai jatuh bercucuran dari wajahnya.

Saat seseorang tidak memiliki tujuan lagi untuk hidup, maka tidak ada bedanya antara hidup dan mati. Hal itu merupakan rasa sakit yang paling menakutkan dan paling menyedihkan.

________________________________________

Tanda-tanda datangnya pagi hari telah muncul di arah timur. Kegelapan pasti akan berlalu dan cahaya terang akan datang. Langit abu-abu telah menghilang dan menyebar, asap dan abu sudah tidak terlihat lagi. Bahkan api yang paling menakutkan sekalipun telah padam.

Orang-orang yang membantu memadamkan api telah beristirahat. Ye kai berdiri dilereng bukit dan sedang memandangi dataran luas yang melanglang dikejauhan. Dia merasa sedikit marah namun tidak ada kesediahan, karena bumi tidak akan seperti itu selamanya. Seperti juga hidup di dunia ini.

Setelah beberapa lama, kehidupan akan kembali membaik. Kehidupuan yang indah. Pemandangan yang indah terlihat dibayangan matanya, pemandangan padang rumput yang menghijau.

Sesaat kemudian, dencing bunyi bel terdengar terhembus oleh angin. Bunyi dencing bel tersebut terasa menyegarkan dan menyenangkan, seperti juga suara gadis itu. Ding Ling Lin berjalan melangkah ke arahnya sambil menggandeng seorang anak kecil bersamanya.

“Kau memegang janjimu kali ini, kau terlalu pagi.” Gadis itu berkata.

Ye Kai tersenyum, kemudian dia menatap anak kecil itu. Wajahnya dipenuhi dengan kehidupan dan semangat. Melihat sinar cerah disorot matanya, Ye Kai merasa pasti apa yang dia perjuangkan adalah benar.

Dia berjalan ke arah mereka dan meraih tangan anak tersebut. Ye Kai ingin membawanya ke suatu tempat, tempat dimana anak kecil itu dapat mengubur kebencian dan kesedihan yang ada dihatinya selamanya.

Dia berharap saat anak itu tumbuh besar, tidak ada lagi rasa dendam di dalam hatinya, yang ada hanyalah cinta!

Rasa sakit di dunia ini disebabkan oleh kebencian yang amat besar dan cinta yang amat kecil. Selama generasi selanjutnya akan hidup dalam kebahagiaan, semua rasa sakit cukup layak untuk saat ini.

Tanda di atas papan batu masih terlihat disana, namun darah dan air mata telah mengering.

Ye Kai berdiri disamping anak kecil itu, sesaat dia berlutut di depan batu nisan.

“Ini adalah makan teman ayahmu. Kau harus ingat untuk tidak pernah memendam rasa permusuhan terhadap keturunan dari keluarga ini.”

“Aku tidak akan pernah melupakannya.”

“Kau bersumpah untuk tidak akan pernah melupakannya?”

“Aku bersumpah.”

Ye Kai tersenyum, dia tidak pernah tersenyum sepenuh hati seperti itu sebelumnya.

“Aku tahu, kau adalah anak yang baik.”

“Aku ingin mencari ayah dan kakak perempuanku. Apakah kau akan mengajakku pergi?”

“Tentu saja.”

“Apakah kau dapat menemukan mereka?”

“Kau harus ingat, selama kau memiliki keyakinan, tidak ada apapun di dunia ini yang tidak mungkin.”

Senyum terpancar di wajah anak kecil itu. Senyuman seorang anak seperti sekumpulan kuda yang sedang berlarian di padang rumput, dipenuhi dengan vitalitas, cukup untuk membesarkan hati dan mendorong rasa kemanusian.

Namun padang rumput masih tandus dan gersang, sejauh mata memandang bumi dan langit menyatu kedalam dataran luas yang berdebu.

Apakah bendera Gedung Sepuluh Ribu Kuda akan berkibar lagi?

Angin bertiup dengan perlahan.

Ye Kai berjalan melangkah ke arah jalan raya yang kosong. Dia sudah sangat mengenal tempat ini, hampir ketitik dimana dia akan terikat. Namun dia tidak lagi memiliki rasa takut kalau angin akan berhembus mengusirnya pergi.

Sebab Ye Kai tahu bahwa dia akan selalu kembali!

ooOOOoo

Apa rencana Ye Kai selanjutnya? Bagaimana dengan Fu Hong Xue? Apakah akan terjadi pertarungan antara Fu Hong Xue dan Lu Xiao Jia?

Advertisements

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: