Kumpulan Cerita Silat

04/02/2008

Pendekar Empat Alis

Filed under: Gu Long, Pendekar Empat Alis — ceritasilat @ 11:49 pm

Pendekar Empat Alis
Buku 03: Duel Dua Jago Pedang
Bab 02: Orang Mati Tidak Berdusta
Oleh Gu Long

(Terima Kasih Kepada Ansari)

Tanggal 13 September, baru saja lewat tengah hari. Setelah Lu Xiao Feng berjalan turun dari Paviliun Musim Semi Timur, ia mulai melangkah dengan cepat menelusuri jalan raya. Matahari telah naik.

Ia merasa kota ini benar-benar indah, jalan-jalannya lebar dan rata, gedung-gedungnya pun terpelihara rapi dan bersih, setiap emperan toko terlihat lebih bersih dan indah daripada yang ditemukan di kota-kota lain.
(more…)

Kisah Pengelana di Kota Perbatasan (26)

Filed under: Gu Long, Kisah Pengelana di Kota Perbatasan — Tags: — ceritasilat @ 10:29 pm

Kisah Pengelana di Kota Perbatasan
Bab 26. Mati dan Hidup Sama Bila Tidak Punya Tujuan Lagi
Oleh Gu Long

Matahari telah menghilang dari langit, jalan raya yang panjang tersebut telah menjadi kosong dan sepi. Satu-satunya cahaya yang masih terlihat hanyalah berasal dari sebuah gedung yang kecil. Seseorang mendorong daun jendela dari dalam ruangan dan melihat ke bawah ke jalan yang telah sunyi sepi tersebut. Dia sudah tahu bahwa malam yang sunyi telah tiba.

Darah yang berceceran di jalan telah mengering. Hembusan angin menerbangkan helaian-helaian rambut Naga Punggung Emas ke udara. Xiao Bie Li memejamkan matanya dan menghela napas. Kemudian, perlahan-lahan menutup kembali jendelanya.
(more…)

Kisah Membunuh Naga (01)

Filed under: Jin Yong, Kisah Membunuh Naga — Tags: — ceritasilat @ 10:26 pm

Kisah Membunuh Naga (01)
Oleh Jin Yong

(Terima kasih kepada Saudara Pepe Haliwell)

Musim semi gembira ria,
Setiap peringatan Han-sit,
Bunga Lee-hoa mekar semua.

Sutera putih licin,
Bau harum bertebaran,
Pohon-pohon bagaikan giok,
Tertutup salju berhamburan.

Malam yang sunyi,
Sinar yang mengambang,
Cahaya yang dingin,
Diantara bumi dan langit,
Sinar perak menyelimuti semesta alam,
Ah, dia bagaikan Dewi dari gunung Kouwsia,
Bakatnya cerdas dan suci,
Wataknya agung dan murni.

Laksaan sari bunga besar kecil tak ketentuan,
Tapi siapa berani mengatakan, dia tak
berendeng dengan bunga-bunga kenamaan?

Jiwanya gagah,
Kepintarannya berlimpah-limpah,
Sesudah rontok, semua sama.
Maka itu, dia pulang ke istana langit,
Guna melihat keindahan nan abadi.

Sajak di atas adalah sajak “Boe Siok Liam” (Cita-cita hidup bebas dari segala keduniawian), adalah buah kalam seorang ahli silat ternama di jaman Lan-Song (kerajaan Song Selatan). Orang itu she Khoe bernama Cie Kie bergelar Tiang coen coe, salah seorang dari Coan Cin Cit Coe (Tujuh Coe dari agama Coan cin kauw)
(more…)

Duke of Mount Deer (23)

Filed under: Duke of Mount Deer, Jin Yong — ceritasilat @ 10:08 pm

Duke of Mount Deer (23)
Oleh Jin Yong

Kongcin ong tahu, di antara orang-orang barunya, Sin Ciau siangjin terhitung yang paling lihay. Sekarang mendengar kata-kata biku itu, dia tahu orang ingin menunjukkan kepandaiannya. Karena itu, dia langsung menganggukkan kepalanya. Hatinya senang sekali.

“Silahkan, siangjin! Rusak sepotong batu saja tidak menjadi masalah!” katanya.
(more…)

Create a free website or blog at WordPress.com.