Kumpulan Cerita Silat

30/01/2008

Kisah Pengelana di Kota Perbatasan (22)

Filed under: Gu Long, Kisah Pengelana di Kota Perbatasan — Tags: — ceritasilat @ 10:27 am

Kisah Pengelana di Kota Perbatasan
Bab 22. Pendahuluan Dan Penutupan Untuk Membunuh
Oleh Gu Long

Chen Da Guan, Majikan Zhang, Ding Lao Si dan yang lainnya telah tiba sekarang. Mereka semua berdiri diam menunggu perintah Li Xiao Jia, namun Li Xiao Jia bersikap sepertinya mereka tidak ada.

Hingga saat itu dia bahkan tidak peduli untuk sekalipun menoleh kearah mereka. Akhirnya, dia berkata,”Apakah ada orang yang mau memberikan ku uang?”

“Ada, tentu saja ada.”Chan Da Guan segera menjawab.”

“Apakah kau dapat melakukan apapun yang kuminta?”Lu Xiao Jia berkata.

“Aku akan melakukan yang terbaik.”Chen Da Guan membalas.

“Kau harus melakukan lebih baik.”Lu Xiao Jia menjawab dengan dingin.

“Silahkan minta.”Chen Da Guan berkata.

“Aku ingin lima kantong kacang, dipanggang kering, dan jangan terlalu matang juga jangan terlalu mentah.”

“Baiklah.”

“Aku juga ingin se-bak mandi air panas, di dalam bak kayu yang tingginya enam kaki.”

“Baiklah.”

Juga sediakan dua set pakaian yang tertbuat dari sutera atau kapas.”

“Dua set?”

“Dua set, satu aku pakai sebelum membunuhn dan satu setelahnya.”

“Baiklah.”

“Bila ada satu kacang yang pecah, aku akan memotong tanganmu. Bila ada dua, aku akan mencabut nyawamu.”

Chen Da Gua seperti menghirup udara yang dingin, “Baiklah.”

“Kau harus mandi dulu sebelum membunuh?”Ye Kai tiba-tiba bertanya.

“Membunuh orang tidak seperti membunuh babi. Membunuh adalah tindakan yang suci dan penuh dengan kegembiraan.

Ye Kai tersenyum dan menjawab,”Jadi korbanmu harus menunggumu membersihkan dirimu sebelum kau mencabut nyawa mereka?”

“Mereka tidak perlu menunggu. Aku dapat memotong kaki mereka dulu, kemudian mandi sebelum akhirnya aku menghabisi nyawa mereka.”Lu Xiao Jia berkata dingin.

“Siapa yang tahu kalau kau harus melakukan banyak hal yang merepotkan sebelum membunuh.”Ye Kai berkata sambil menghela napas.

“Aku harus melakukan banyak hal yang merepotkan juga setelah membunuh.”Lu Xiao Jia berkata.

“Perkerjaan merepotkan seperti apa?”

“Yang paling merepotkan.”

“Wanita?”

“Itu adalah hal kedua yang katakan hari ini.”Lu Xiao Jia menjawab.

“Kesulitan terbesar laki-laki selalu wanita. Aku rasa laki-laki paling bodohpun mengetahui hal ini.”

“Jadi pergilah dan siapkan seorang wanita untukku, yang terbaik yang bisa kau dapatkan.”

Chen Da Guan terlihat sedikit ragu-ragu saat menjawab,”Tapi bagaimana bila gadis berbaju merah itu kembali?”

Lu Xiao Jia tertawa dan berkata,”Kau takut dia cemburu?”

Chen Da Guan tersenyum pahit dan menjawab,”Bagaimana aku tidak takut? Kepalaku sangat rentan.”

“Kau sungguh-sungguh percaya dia kesini untuk mencariku?

“Memangnya bukan begitu?”

“Aku tidak pernah melihatnya selama ini.”

“Pandangan terkejut keluar dari wajah Chen Da Guan,”Jadi apa yang dia katakan tadi …”

“Jangan katakan padaku kau tidak menyadari bahwa dia hanya mencoba membuat masalah?”Lu Xiao Jia berkata.

Chen Da Gua terlihat bingung.

“Hal itu terjadi karena kau membocorkan berita kedatanganku sehingga dia mengetahuinya, dan dia segera datang kesini sebelum aku tiba.”Lu Xiao Jia berkata.

“Apakah tujuannya ikut campur?” Chen Da Guan bertanya.

“Kenapa kau tidak tanya sendiri saja kepadanya?”Lua Xiao Jia menjawab dingin.

Rasa takut terlihat di mata Chen Da Guan, namun dia masih memperlihatkan senyumnya. Senyuman itu kelihatannya telah terukir dengan permanen diwajahnya.

________________________________________

Toko sutera dan satin Chen Da Guan tidak terlalu besar, namun disekitar sini bisa dikatakan cukup lega. Hari ini tdak terlalu banyak pelanggan yang berbelanja, hal itu terlihat dari wajah kedua penjaga toko di dalam yang nampaknya kebosanan dan lesu. Yang mereka inginkan adalah matahari terbenam sehingga mereka bisa segera pulang ke rumah. Meskipun mereka hanya karyawan ditoko itu, namun mereka menjadi tuan saat mereka tiba dirumah.

Chen Da Guan tidak mempedulikan keadaan tokonya. Sesaat dia tiba dia langsung kebelakang. Setelah melewati halaman kecil, terdapat sebuah rumah dimana dia tinggal.

Namun dia tidak pernah membayangkan bahwa seseorang telah menunggunya di halaman tersebut.

Di dalam hanya terdapat sebuah pohon banyan. Di bawah pohon tersebut berdiri Ye Kai,”Kau pasti tidak mengira aku disini, huh?”

Chen Da Guan terkejut, dia mencoba sebisanya untuk tetap tersenyum saat bertanya,” Bukankah Tuan Ye sedang menemabi Tuan Lu? Kalian berdua nampaknya sedang ngobrol panjang.”

“Dia tidak memberiku sebijipun kacang, aku terlalu lapar hingga aku ingin makan seekor kuda,”Ye Kai berkata.

“Aku kembali kesini untuk mengambil air mandinya, masih tersedia beberapa makanan di dapur, bila Tuan Ye tidak sungkan …”

Ye Kai memotongnya dan berkata,” Aku dengar Nyonya Chen adalah seorang tukang masak yang cukup pandai, aku tidak percaya akhirnya aku beruntung untuk merasakan masakannya yang enak.”

Chen Da Guan menghela napas,”Sayang sekali kau datang saat ini. Kebetulan istriku sedang sakit sementara ini.”

Ye Kai mengangkat alisnya dan betanya,”Sakit?”

“Betul sekali dia sakit parah. Dia tidak dapat meninggalkan tempat tidurnya sekarang,”Chen Da Guan berkata.
Ye Kai tersenyum dingin dan berkata,” Aku tidak percaya padamu.”

Chen Da Guan terlihat terkejut,” Kenapa aku harus berbohong padamu mengenai hal ini, Tuan Ye?”

“Dia betul-betul sehat-sehat saja semalam, bagaimana tiba-tiba dia jatuh sakit parah? Aku sungguh-sungguh harus menengoknya dan melihat penyakit apa yang dideritanya.”Ye Kai berkata dingin. Ekspresi wajahnya memburuk dan kelihatannya dia seperti tergopoh-gopoh ke dalam rumah.

Chen Da Guan menundukan kepalanya dan menjawab,” Kalau begitu, aku akan mengantar Tuan Yu melihatnya.”

Dia berjalan dengan Ye Kai melewati ruang utama ke salah satu kamar tidur di belakang, perlahan-lahan mendorong pintu, dan membuka salah satu gorden. Tidak terlalu banyak cahaya yang masuk ke ruangan, jendelapun tertutup rapat, dan aroma obat-obatan memenuhi udara. Seorang wanita terbaring di atas ranjang dengan wajahnya mengarah ke dinding, rambut kepalanya tidak teratur, dan dia ditutupi oleh selimut. Kelihatannya wanita itu betul-betul sakit parah.

Ye Kai menghela napas dan berkata,” Kelihatanya aku salah sangka terhadapmu.”

Chen Da Guan tersenyum dan menjawab,” Tidak usah dipikirkan.”

“Sepertinya hari ini sangat panas, kenapa dia masih selimutan? Meskipun tidak sakitpun dia akan jatuh sakit karena kepanasan.”Ye Kai berkata.

“Dia menderita malaria. Semalam dia menggunakan dua buah selimut dan masih juga menggigil?”Chen Da Gua berkata,

Ye Kai tertawa dan menjawab,” Aku tidak tahu bahwa orang mati bisa menggigil?”

Sebelum perkataannya selesai, dia melesat ke arah tempat tidur dan mengangkat selimutnya. Selimutnya dibasahi oleh darah, ranjang tersebut juga dibasahi oleh darah, tubuh tersebut telah membeku kaku!

Ye Kai perlahan-lahan mengembalikan selimut itu, sepertinya dia hati-hati agar tidak membangunkan tubuh mati tersebut bangun. Dia menghela napas dan perlahan-lahan memutas tubuhnya. Chen Da Guan masih berdiri disana membisu, dengan senyum licik diwajahnya.

“Sepertinya aku tidak akan pernah beruntung untuk merasakan masakan Nyonya Chen.”Ye Kai berkata.

“Orang mati sungguh-sungguh tidak dapat memasak.” Chen Da Guan berkata.

“Bagaimana denganmu?” Ye Kai bertanya.

“Aku bukan orang mati.” Chen Da Guan menjawab.

“Tapi kau seharusnya mati.”Ye Kai berkata.

“Oh?”

“Karena aku sudah melihatmu di dalam peti mati tadi.”Ye Kai berkata.

Kelopak mata Chen Da Guan berkedip-kedip, namun dia masih memasang senyuman – senyumnya itu betul-betul sudah terukir diwajahnya.

“Menyaru sebagai Chen Da Guan sungguh-sungguh bukan hal yang sulit, karena orang tersebut selalu memasang muka palsu setiap hari di dalam hidupnya, sepertinya sudah ada kedok diwajahnya.”Ye Kai berkata.

“Itulah sebabnya orang tersebut pantas mati.” Chen Da Guan berkata.

“Namun tidak peduli bagaimana hebatnya kau menyaru, engkau tetap tidak dapat menipu istrinya. Ilmu menyaru yang sehebat itu tidak akan pernah ada di dunia ini.” Ye Kai berkata.

“Itulkah sebabanya dia juga harus mati.”

“Aku hanya merasa aneh saja kenapa engkau tidak memasukan dia ke dalam peti mati seperti yang lainnya.”

“Lebih baik bila dia tertidur disini, jadi untuk menghindari kecurigaan para pegawai.

“Kau masih belum membayangkan kalau seseorang akan curiga.”

“Aku betul-betul tidak membayangkan.”

“Itulah sebabnya akupun harus mati.”

Chen Da Guan menghela napas dan berkata,” Kau betul-betul tidak memiliki apapun pada situasi seperti ini.”

Ye Kai menanggukan kepalanya,” Aku tahu, tujuan akhirmu adalah untuk menyingkirkan Fu Hong Xue.”

Chen Da Guan pun menganggukan kepalanya,” Dia betul-betul pantas mati.”

“Kenapa?”

Chen Da Guan tersenyum dingin,” Engkau tidak mengerti?”

“Semua musuh Gedung Sepuluh Ribu Kuda harus mati?” Ye Kai bertanya.

Tiba-tiba mulut Chen Da Guan tertutup.

“Jadi kalian semua diundang kesini oleh Gedung Sepuluh Ribu Kuda?”

Mulut Chen Da Guan tetap tertutup rapat-rapat. Namun telapak tangannya perlahan-lahan terbuka. Tangannya sebetulnya kosong, namun tiba-tiba, logam dengan cahaya yang dingin berkelebat keluar. Dan pada saat yang tepat, sebuah bintang perak melesat dari jendela dan mengembang seperti mahkota pada sebuah bunga. Bintang perak tersebut berubah menjadi hujan sinar yang menyilaukan, membutakan mata. Seluruh ruangan telah dibanjiri oleh cahaya perak, sangat terang sehingga kau tidak dapat membuka matamu.

Namun pada saat yang tepat, sebuah pisau terbang telah menancap pada tenggorokan Chen Da Guan.

Bahkan pada saat matipun, dia tidak pernah membayangkan dari mana pisau tersebut melayang. Semua senjata rahasia yang tadi dilontarkan semuanya terlihat, namun pisang itu sama sekali tidak terlihat. Hujan cahaya perak yang tadi memenuhi ruangan mendadak padam.

Ye Kai pun tidak terlihat lagi.

Angin berhembus dari jendela, tidak setitik napas terdengar di dalam ruangan.

Setelah beberapa saat, sebuah tangan mendorong membuka jendela. Sebuah tangan yang indah, dengan jari yang lentik dan panjang. Namun lengan bajunya betul-betul berbeda, dipenuhi dengan minyak dan lemak. Sebuah wajah perlahan-lahan nongol dari jendela, itu adala wajah Majikan Zhang. Dia tidak melihat Ye Kai dimanapun, namun dia telah melihat sebuah pisau menonjol keluar dari tenggorokan Chen Da Guan.

Pisau sepanjang tiga hun tujuh inci.

Kemudian tangannya menjadi kaku. Tiba-tiba, sebuah pisau telah menancap ditenggorokannya juga. Bahkan dalam matipun dia tidak melihat pisau. Pisau yang menancap pada tenggorokan orang lain tidaklah berbahaya, itulah sebabnya dia dapat melihatnya. Sayangnya, yang menyaksikan pisau ditenggorokannya hanya sebuah pegangan jendela.

Apakah senjata yang paling hebat adalah senjata yang tidak dapat dilihat?

Ye Kai melompat turun dengan ringan dari salah satu balok tiang dilangit-langit. Pertama-tama dia pergi mengambil senjata-senjata rahasiaitu, kemudian mengambil kembali pisaunya. Dia menatap pisau ditangannya, ekspresi wajahnya berubah serius, raut wajahnya hampir kearah penuh kekaguman dan penghormatan.

“Aku tidak akan pernah memerintahkan kau untuk membunuh bila tidak perlu. Aku jamin kepadamu bahwa aku hanya membunuh pada saat memang benar-benar tidak ada pilihan lainnya!”
________________________________________

Majikan Song membuka kedua matanya.

Ada dua orang di dalam ruangan, keduanya mengenakan baju merah. Seorang wanita berbaring menghadap ke dinding, dengan posisi yang hampir sama dengan istri Chen Da Guan, kecuali rambutnya telah memutih semuanya. Pasangan tersebut telah bersama-sama selama bertahun-tahun. Keduanya nampaknya sedang tertidur.

Saat terdengan orang ketiga di dalam ruangan, Majikan Song membuka kedua matanya. Hal pertama yang dia lihat adalah sebuah tangan. Tangan yang memegang sesuatu yang sangat aneh. Pertama terlihat seperti rumput-rumputan liar yang biasa tumbuh di pegunungan, kedua sebuah bunga yang terbuat dari logam. Kemudian dia mengangkat kepalanya dan melihat Ye Kai.

Saat itu di ruangan tersebut sangat gelap, namun kedua mata Ye Kai bersinar cerah seperti sebuah lentera saat menatap Majikan Song,” Tahukah kau apakah ini semua?”

Majikan Song menggelengkan kepalanya. Rasa kaget dan takut terlihat disorot matanya, lehernya diam membeku.

“Ini adalah senjata rahasia. Senjata yang di disain untuk membunuh dan sulit untuk diketahui.”Ye Kai berkata.

Tidak terlalu jelas apakah Majikan Song mendengar apa yang dikatakan Ye Kai, namum dia telah menganggukan kepalanya.

“Dari kedua senjata ini, yang satu disebut Rumput Kebahagiaan Lima Racun, dan yang satunya disebut Bunga Perak Api. Kedunya adalah senjata khas Cai Hua Feng dan Pan Ling.” Ye Kai berkata.

Majikan Song menjilat bibirnya yang kering dan berkata sambil terseyum dipaksakan,” Aku tidak pernah mendengar kedua nama pendekar itu sebelumnya.”

“Mereka bukanlah pendekar.” Ye Kai menjawab.

“Mereka bukan?”

“Meraka adalah pencuri hina Lima Gerbang Rendah dan juga pemerkosa.” Ekspresi wajah Ye Kai memarah seraya melanjutkan,” Aku selalu menghargai kehidupan manusia, kedua orang tersebut pengecualian.”

“Aku mengerti … pemerkosa tidak pantas untuk disesalkan.” Majikan Song berkata.

Mereka adalah anggota dari Lima Gerbang Rendah, lima orang yang lebih menyukai menggunakan senjata rahasia dari siapapun.” Ye Kai berkata.

“Lima orang?”

“Di dalam dunia persilatan mereka dikenal dengan nama Lima Racun dari Jiang Hu. Disamping mereka berdua, masih ada tiga orang lain yang lebih kejam.” Ye Kai menjawab.

“Apakah mereka berlima telah tiba di Kota Perbatasan?”

“Tidak ada satupun yang kurang.”

“Kapan mereka tiba disini?”

“Beberapa hari yang lalu, saat peti-peti mati itu dibawa kesini.”

“Bagaimana aku tidak bisa melihat lima orang asing berkeliaran selama ini?”

“Mereka tidak berjalan datang pada saat itu. Mereka bersembunyi di dalam peti-peti mati itu, sehingga tidak ada seorangpun yang menyadarinya.”

“Jadi sebab kedatangan sibongkok membawa semua peti-peti mati itu kesini adalah untuk menyelundupkan mereka di dalamnya?”

“Kira-kira seperti itu.”

“Apakah mereka semua masih bersembunyi di dalam peti-peti mati itu?”

“Hanya mayat yang berbaring di peti-peti mati itu sekarang.”

Majikan Song menghela napas dan berkata,” Jadi mereka semua telah mati sekarang.”

“Sayangnya tidak ada seorangpun yang mati.”

“Apa yang kau maksudkan?”

“Karena saat mereka keluar, mereka telah menggantikan diri mereka dengan orang lain.”

“Siapakah yang mereka masukan ke dalam peti-peti itu?

“Yang sekarang aku tahu yaitu Cai Hua Feng menggantikan dirinya dengan Chen Da Guan, Pan Ling menggantikan dirinya dengan Majikan Zhang.”

“Bagaimana … bagaimana mereka menggantikan tempat seperti itu?”

“Pasti ada seseorang di kota ini yang mungkin memiliki ilmu menyaru yang paling hebat didunia!”

“Siapa?”

“Xi Men Chun.”

“Dan siapakah Xi Men Chun? Bagaimana aku tidak pernah mendengar tentangnya selama ini?”

“Sebenarnya, aku sungguh-sungguh ingin juga siapakah dia. Namun, itu hanyalah masalah waktu saja.” Ye kai berkata dengan senyum percaya diri.

“Jadi kau mengatakan dia telah mengubah Cai Hua Feng menjadi Chen Da Guan dan Pan Ling menjadi Majikan Zhang?”

Ye Kai menganggukan kepalanya,” Sayangnya tidak ada satupun ilmu menyaru yang dapat mengelabuinya seorang istri. Itulah sebabnya orang pertama yang mereka incar adalah Majikan Zhang.”

“Kenapa?”

“Karena Majikan Zhan tidak menikah juga tidak memiliki teman. Juga, dia jarang sekali mandi sehingga tidak banyak orang yang mau bersamanya.”

“Jadi meskipun dia terlihat sedikit berbeda, tidak ada yang mengenalinya.”

“Sayangnya tidak banyak orang dikota ini yang seperti Majikan Zhan dan Ding Lao Si.”

“Jadi itulah sebabnya mereka mengincar Chen Da Guan?”

“Karena dia adalah seseorang yang sangat menyebalkan. Tidak banyak orang yang menyukainya juga.”

“Namun dia memiliki seorang istri.”

“Itulah sebabnya istrinya harus mati.”

Majikan Song menghela napas,” Seperti yang dikatakan orang-orang tua, mengunci pintu rumah, musibah muncul dari langit.”

Setelah menyelesaikan perkataannya, Majikan Song mencoba untuk berdiri, namun Ye Kai menekan bahunya ke bawah.

“Aku telah berkata terlalu banyak, sekarang saatnya untuk bertanya sesuatu kepadamu.” Ye Kai berkata.

“Silahkan.”

“Karena Majikan Zhang adalah Pan Ling dan Chen Da Guan adalah Chai Hua Feng lalu siapakah kau?”

Pandangan kaget terlihat di wajah Majikan Song seraya dia menggumama,” Nama Keluargaku Song, nama lengkapku Song Da Ji, jarang sekali orang-orang menanyakan namaku selama ini.”

“Itu karena engkau sudah terlalu tua, jadi kau mengira tidak seorangpun yang peduli menanyakan namamu?”

Majikan Song tersenyum terpaksa dan menjawab,” Sayangnya orang-oran gitu tidak mengambil dirikua untuk menggantikan salah satu dari mereka.”

“Oh?”

“Tuan Ye pasti tidak mengira aku palsu kan?”

“Kenapa tidak?”

“Istriku yang sudah tua telah bersamaku selama beberapa puluh tahun, masak dia tidak dapat membedakanku?”

“Kalau dia telah mati, maka dia tidak akan dapat mengatakan perbedaannya kan?”

“Masak aku tidur dengan mayat dalam ranjang yang sama?”

“Apakah ada hal lain yang orang-orang sepertimu tidak melakukannya? Lupakanlah orang mati, bahkan bila anjing mati sekalipun …”

Sebelum dia menyelesaikan perkataannya, wanita tua di tempat tidur mengeluarkan dengkurannya dan berbalik. Ye Kai tidak dapat lagi berbicara, orang mati tidak mungkin dapat berbalik. Wanita tua itu masih menggumam pada dirinya, sepertinya dia sedang mengigau … orang mati tidak mungkin dapat mengigau.

Ye Kai menarik tangannya.

Majikan Song terlihat sangat senang pada dirinya sendiri seraya berkata,” Apakah Tuan Ye bersedia membantuku membangunkan dia untuk menanyakan pada dirinya sendiri?”

Ye Kai tersenyum dan menjawab,” Tidak perlu.”

Majikan Song akhirnya bangkit berdiri dan berkata,” Jadi apakah Tuan Ye bersedia mengikutiku ke ruang tengah untuk minum teh?”

“Tidak, terima kasih.”

Kelihatannya tidak tepat baginya untuk tetap tinggal, sehingga dia bersiap untuk pergi.

Tiba-tiba Majikan Song memengang pinggang wanita itu dan melemparkan seluruh tubuhnya ke arah Ye Kai. Gerakan ini sangat tidak terduga. Ye Kai tidak dapat memutuskan apakah menangkapnya atau tidak.

Kemudian sesaat ruangan telah dipenuhi oleh asap. Asap yang berwarna ungu cerah, seindah cahaya saat matahari terbenam. Ye Kai mengulurkannya dan mendorong wanita tua itu kembali ke atas tempat tidur saat asap tebal menyelubungi dirinya.

Majikan Song memandangnya dengan sorot mata benci, menunggu Ye Kai terjatuh.

Tapi Ye Kai tidak jatuh. Saat asap tersebut akhirnya menghilang, Majikan Song melihat mata Ye Kai seterang sebelumnya. Dia benar-benar tidak mempercayai hal itu. Sesaat seseorang mencium sedikit saja Bubuk Penghancur Tulang, bahkan seorang yang paling kuat sekalipun pasti akan jatuh seperti segunduk lumpur.

Seluruh tubuh majikan Song membeku dengan rasa takut.

Ye Kai menatapnya dan menghela,” Jadi sungguh-sungguh kau.”

“Kau telah mengetahui siapa aku selama ini?’

“Bila tidak, aku pasti sudah tergeletak di atas lantai sekarang.”

“Jadi kau datang dengan persiapan?”

Ye Kai terenyum dan berkata,” Karena aku telah membeberkan segala yang aku ketahui, tidak mungkin kau akan membiarkanku pergi hidup-hidup. Bila aku tidak bersiap-siap sebelumnya, apakah aku berani datang.”

Majikan Song mengatupkan giginya dan berkata,” Tapi aku masih tidak dapat menduga bagaimana kau dapat bertahan terhadap Bubuk Penghancur Tulang ku.”

“Gunakan seluruh waktumu.”

Mata Majikan Song bersinar.

“Kalau kau katakan siapa yang membantumu merias kau, maka kau dapat menghabiskan sepuluh atau duapuluh tahun lagi untuk mencari tahu.”

“Dan bila tidak?”

“Aku khawatir kau tidak pernah punya waktu untuk berpikir lagi.”

Majikan Song tersenyum dingin dan berkata,” Mungkin aku tidak mau memikirkan hal itu, mungkin aku ingin kau mengatakannya secepatnya.”

“Maka kau tidak akan punya kesempatan sama sekali.”

“Oh?”

“Bila kau menggerakan tanganmu, aku jamin kau akan mati ditempat tidur ini.” Nada suaranya menghangat, namun dipenuhi oleh rasa percaya diri yang menakutkan.

Majikan Song menghela napas,” Aku bahkan tidak tahu siapakah kau, namun tidak bisa tidak, aku harus mempercayaimu.”

“Aku berjanji kau tidak akan menyesalinya.” Ye Kai berkata sambil tersenyum.

“Kalau aku tidak mengatakannya kepadamu, maka kau tidak akan pernah menduga siapakah dia yang …”

Dia tidak pernah mempunya kesempatan untuk mengakhiri ucapannya. Seluruh tubuhnya tiba-tiba mengejang. Kedua matanya menghitam, seperti dua buah lentera yang tiba-tiba padam.

Ye Kai cepat-cepat bergerak ke arahnya dan menemukan sebuah jarum menancap dilehernya. Jarum berwarna hijau jade.

Nenek Du telah beraksi lagi! Dia sungguh-sungguh masih hidup. Dimanakah dia? Apakah dia yang berpura-pura menjadi istri Majikan Song? Namun tubuh orang itu lemas dan lemah, dan napasnya pendek, tidak ada seorangpun yang dapat bertahan dari Bubuk Penghancur Tulang seperti Ye Kai.

Dari manakah Jarum Penghancur Usus meluncur?

Ye Kai mendongakan kepalanya dan melihat sebuah jendela di atap yang telah hancur terbuka. Dia tidak segera melompat ke atas karena dia tahu seperti apakah senjata Jarum Penghancur Usus itu.

Arah darimana dia datang haruslah arah dia pergi. Karena dia tahu itu adalah rute yang paling aman.

ooOOOoo

Dimanakah Nenek Du? Siapa lagi yang berhadapan dengan Ye Kai?

Advertisements

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: