Kumpulan Cerita Silat

28/01/2008

Kisah Pengelana di Kota Perbatasan (20)

Filed under: Gu Long, Kisah Pengelana di Kota Perbatasan — Tags: — ceritasilat @ 10:21 am

Kisah Pengelana di Kota Perbatasan
Bab 20. Musuh Yang Paling Berbahaya Adalah Musuh Yang Tidak Diketahui
Oleh Gu Long

Ye Kai mengangkat cangkirnya untuk menghirup araknya, arak tersebut mulai terasa agak pahit. Jelas sekali baginya betapa sulitnya bagi wanita itu bersama-sama dengan seseorang yang dia benci.

Nyonya Ketiga Shen tiba-tiba menengadah sambil menggoyangkan rambutnya ke samping dan berseru,”Apakah engkau mempercayaiku bila aku katakan aku belum pernah mencintai seorang pria manapun sebelumnya?”

Sorot matanya terlihat sedikit menerawang, dia terlihat agak mabuk.

“Sebenarnya, Ma Kong Qun terlalu baik kepadaku. Dia dapat saja membunuhnya sejak lama.”Dia melanjutkan.

“Kenapa begitu?”Ye Kai bertanya.

“Karena dia telah mengenaliku sejak awal.”Nyonya Ketiga Shen menjawab.

“Namun tidak mencabut nyawamu.”Ye Kai berkata.

Nyonya Ketiga Shen menganggukan kepalanya dan berkata,”Jadi seharusnya aku bersyukur kepadanya, meskipun aku tidak bisa untuk tidak membencinya.”

Dia mengencangkan genggamannya ke cangkir, sepertinya itu adalah leher Ma Kong Qun.

Botol telah kosong.

Ye Kai menuangkan separuh araknya kepadanya. Wanita itu meminumnya, sedikit demi sedikit hirupan. Dia ingin menikmatinya hingga tetes terakhir.

Ye Kai menatapnya dan berkata,”Misalnya engkau tidak ingin menemui Ma Kong Qun lagi.”

“Aku tidak dapat membunuhnya. Semua yang dapat aku lakukan hanyalah menghindarinya.”Nyonya Ketiga Shen menimpali.

“Engkau telah melakukan semua yang dapat kau lakukan.”Ye Kai menghiburnya dengan lembut.

Air matanya menetes saat dia menatap cangkirnya yang telah kosong,”Tahukah kau mengapa aku menceritakan ini semua kepadamu?”

Ye Kai tersenyum dan menjawab,”Karena aku adalah orang yang penuh perhatian.”

“Tidak hanya itu, engkau juga cukup menarik. Kalau saja aku lebih muda, aku pasti akan berusaha untuk merayumu.”Nyonya Ketiga Shen menjawab dengan perlahan.

Ye Kai memandanginya dan berkata,”Engkau tidak terlihat terlalu tua.”

Nyonya Ketiga Shen perlahan-lahan mengangkat kepalanya. Kedua matanya melekat ke arah Ye Kai seraya senyuman manis mengembang dibibirnya lalu berkata,”Bahkan meski aku tidak tua, semuanya telah terlambat …”

Senyuman manis yang keluar dibibirnya membawa kepahitan yang tidak dapat dijelaskan. Rasa sakit yang pahit.

Kemudian tiba-tiba dia berdiri, berbalik dan mengambil botol arak lainnya.

“Itulah sebabnya yang aku inginkan saat ini adalah membuat kau mabuk bersamaku.”Nyonya Ketiga Shen berkata.

Ye Kai menghela napaas dan menjawab,”Aku belum lagi mabuk.”

“Namun sebelum aku mabuk, aku ingin kau berjanji satu hal padaku.”Nyonya Ketiga Shen berkata.

“Katakan.”Ye Kai membalas.

“Tentu kau dapat katakan orang seperti apakah Fu Hong Xue sekarang.”Nyonya Ketiga Shen berkata.

Ye Kai menganggukan kepalanya dan berkata,”Aku sebenarnya menyukai anak itu.”

“Dia seorang yang benar-benar berbakat, dia dapat menguasai dengan sempurna apapun yang diinginkannya. Namun dia juga sangat lemah dan penyakitan. Meskipun dia seringkali memperlihatkan bahwa dia seorang yang kuat, sebenarnya dia sedang berusaha mencoba tidak putus asa mengendalikan dirinya. Aku takut suatu hari tekanan padanya terlalu besar dan dia tidak dapat menahan rasa sakitnya.”Nyonya Ketiga Shen mengemukakkan pendapatnya.

Ye Kai mendengarkan dengan penuh perhatian.

“Aku disana saat dia membunuh Gong Sun Duan. Engkau tidak dapat membayarngkan betapa dia merasa kesakitan setelahnya, aku belum pernah menyaksikan seseorang muntah-muntah sedemikian hebatnya sebelumnya.”Nyonya Ketiga Shen berkata.

“Jadi kau takut kalau dia akan …”Ye Kai berkata.

“Aku takut dia tidak kuat lagi menahan rasa sakit seperti itu, aku takut dia akan kehilangan akalnya.”Nyonya Ketiga Shen berkata.

“Dia tidak memiliki pilihan kecuali membunuh.”Ye Kai menjawab.

Nyonya Ketiga Shen menghela napas dan berkata,”Yang paling aku khawatirkan adalah penyakitnya.”

“Penyakitnya?”Ye Kai bertanya.

“Di dalam dunia pengobatan, itu disebut epilepsi atau lebih disering penyakit ayan. Saat penyakitnya kambuh, penderita kehilangan kontrol seluruh tubuhnya.”Nyonya Ketiga Shen menjelaskan.

Pandangan sedih terlihat di wajah Ye Kai saat berkata,”Aku telah melihat penyakit ini sebelumnya.”

“Yang paling buruk adalah tidak seorangpun tahu kapan penyakit itu akan kambuh, bahkan dirinya sendiri. Itulah sebabnya selalu ada rasa takut dihatinya. Itulah sebabnya dia selalu merasa tegang dan gelisah. Itulah sebabnya dia tidak pernah tenang dan santai.”Nyonya Ketiga Shen berkata.

“Mengapa langit mengutuk seseorang seperti dia dengan penyakit seperti itu?”Ye Kai berkomentar.

“Untungnya, tidak ada seorangpun yang tahu mengenai penyakitnya, bahkan Gedung Sepuluh Ribu Kuda.”Nyonya Ketiga Shen berkata.

“Kau yakin tidak ada orang lain yang mengetahuinya?”Ye Kai bertanya.

“Tidak ada seorangpun.”Nyonya Ketiga Shen menjawab.

Dia betul-betul yakin mengenai hal itu. Namun dia tidak tahu bahwa epilepsinya munucl baru-baru ini, dan hal itu terjadi saat Ma Fang Ling bersamanya.

“Kau duga penyakitnya sepertinya seringkali muncul saat dia merasa gelisah dan tegang?”Ye Kai menduga-duga.

“Aku rasa seperti itu.”Nyonya Ketiga Shen berkata.

“Dia pasti mengalami ketegangan saat berhadapan dengan Gedung Sepuluh Ribu Kuda.”Ye Kai berkata.

“Itulah yang paling aku takutkan, penyakitnya dapat muncul kapan saja …”Nyonya Ketiga Shen berkata sementara bibirnya mulai bergetar. Dia tidak dapat menyelesaikan kalimatnya. Tidak hanya tidak berani, bahkan dia tidak ingin memikirkan hal itu.

Ye Kai menuangkan lagi secangkir arak dan berkata,”Dan itulah sebabnya kau ingin aku mengawasinya?”

“Tidak tidak berharap, aku memohon kepadamu.”Nyonya Ketiga Shen berkata.

“Aku tahu.”Ye Kai menjawab.

“Jadi engkau maukan?”Nyonya Ketiga Shen bertanya.

Mata Ye Kai menerawang kekejauhan. Setelah beberapa saat dia akhirnya menjawab,”Aku dapat berjanji padamu, namun saat ini aku khawatir akan hal lain.”

“Apa yang kau khawatirkkan?”Nyonya Ketiga Shen bertanya.

“Apakah kau sudah tahu saat dia kembali ke kota, belum dua jam saja, dua orang telah hilang nyawanya?”Ye Kai berkata.

Nyonya Ketiga Shen agak terkejut dan bertanya?”Siapa kedua orang itu?”

“Engkau pasti pernah mendengar nama Jarum Penghancur Usus Nenek Du dan Penipu Tak Bertulang Xi Men Chun.”Ye Kai berkata.

Tentu saja dia pernah mendengar tentang mereka. Ruat diwajahnya berubah saat bertanya,”Itu aneh, kenapa mereka ingin membunuhnya?”

“Sebenarnya, itu bukan bagian yang aneh.”Ye Kai berkata.

“Lalu apa?”Nyonya Ketiga Shen berkata.

“Aku baru saja menyadari bahwa mereka berdua ada didaerah ini sudah cukup lama, padahal keduanya sudah lama menghilang.”Ye Kai berkata.

“Jadi kau pikir kemunculan mereka yang tiba-tiba bukan kebetulan?”Nyonya Ketiga Shen bertanya.

“Tidak hanya itu, sepertinya mereka takut seseorang membuka rahasia mereka jadi mereka muncul untuk menghilangkan nyawa mereka.”Ye Kai berkata.

“Jadi kau tidak membunuh mereka?”Nyonya Ketiga Shen bertanya.

“Aku tidak ingin mereka mati secepat itu.”Ye Kai berkata sambil tertawa.

“Jadi kau mau mengatakan seseorang pasti telah membunuh mereka untuk membungkamkan mereka.”Nyonya Ketiga Shen menebak.

“Pasti tidak sesederhana itu.”Ye Kai berkata.

“Betul.”Nyonya Ketiga Shen berkata.

“Kedua orang yang terbunuh mungkin bukanlah Xi Men Chun dan Nenek Du.”Ye Kai berpendapat.

“Mengapa kau menduga seperti itu?”Nyonya Ketiga Shen bertanya.

“Pasti ada alasan yang sangat kuat kenapa kedaunya tiba-tiba muncul di Kota Perbatasan.”Ye Kai menyimpulkan.

“Aku setuju.”Nyonya Ketiga Shen berkata.

“Keduanya telah lama bersembunyi dan tidak ada seorangpun yang tahu keberadaan mereka.”Ye Kai berkata.

“Aku ragu ada orang yang mengetahui keberadaan mereka.”Nyonya Ketiga Shen berkata.

“Namun hari ini aku baru menyadari keduanya mungkin ada didekat-dekat sini.”Ye Kai berkata.

“Bagaimana engkau mengetahuinya?”Nyonya Ketiga Shen bertanya.

“Aku tahu banyak hal.”Ye Kai berkata sambil tertawa kecil.

“Aku rasa engkau tahu terlalu banyak untuk kepentinganmu.”Nyonya Ketiga She menghela napas.

“Dan karena aku telah membongkar tempat persembunyian mereka, hanya masalah waktu saja orang-orang akan mulai mencari mereka.”Ye Kai berkata.

“Namun kedua tidak takut kepada orang lain, mereka takut kepadamu. Mereka tidak pernah membayangkan bahwa engkau telah mengetahui mereka berada dikota ini. Dan mereka juga tidak tahu apalagi yang kau ketahui tentang mereka.”Nyonya Ketiga Shen berkata.

“Dan apa yang akan mereka lakukan?”Nyonya Ketiga Shen bertanya.

“Mereka telah mencoba banyak hal. Namun yang paling sederhana adalah membuat Jarum Penghancur Usus membunuh lagi.”Ye Kai berkata.

“Jarum Penghancur Usus adalah senjata rahasia khas Nenek Du. Mereka berasumsi engkau pasti berpikir orang yang menggunakan senjata itu pasti Nenek Du.”Nyonya Ketiga Shen berkata.

“Tepat sekali.”Ye Kai berkata.

“Dan musuh yang pantas berhadapan dengan Jarum Penghancur Tulang sudah jelas Fu Hong Xue.”Nyonya Ketiga Shen berkata.

“Itu adalah rencana mereka yang paling cerdik.”Ye Kai berkata.

“Bila mereka berdua dapat membunuh Fu Hong Xue, tentu saja itu baik sekali. Namun bila mereka gagal, hal itu tidak akan bertentangan dengan rencana mereka.”Nyonya Ketiga Shen berkata.

“Terpat sekali.”Ye Kai berkata.

“Dan setelah kedua orang yang menyamar telah menyerang, maka Xi Men Chun dan Nenek Du yang asli akan membunuh mereka, membuat engkau percaya bahwa mereka berdua telah mati.”Nyonya Ketiga Shen berkata.

“Tidak ada seorangpun yang tertarik dengan orang yang telah meati, mereka berasumsi maka mulai saat itu tidak ada seorangpun yang akan mencari mereka lagi.”Ye Kai berkata.

Mata Nyonya Ketiga Shen bergairah lagi seraya berkomentar,”Sayangnya ada beberapa orang didunia ini yang tertarik dengan orang yang telah mati.”

“Betul masih ada orang didunia ini yang seperti itu.”Ye Kai berkata.

“Itulah sebabnya membunuh mereka saja tidak cukup. Jadi mereka menghancurkan tubuhnya dan tidak menyisakan sedikitpun barang bukti.”Nyonya Ketiga Shen berkata.

Ye Kai menghela napas dan berkata,”Aku dengar wanita cantik jarang sekali menggunakan otaknya. Aku rasa itu tidak berlakuk untukmu.”

Nyonya Ketiga mengembangkan senyumnya yang menawan dan berkata,”Aku dengar bahwa orang yang menggunakan otaknya jarang yang mengetahui menggunakan mulutnya. Aku rasa perkataan itu tidak berlaku juga bagimu.”

Ye Kai tertawa. Saat itu bukan saat yang tepat untuk tertawa.

“Masih ada beberapa hal yang aku belum mengerti dengan jelas.”Nyonya Ketiga Shen berkata.

“Tanyakan saja.”Ye Kai berkata.

“Bila kedua orang yang terbunuh itu bukan Nenek Du dan Xi Men Chun, jadi siapa kedua orang itu?”Nyonya Ketiga Shen mempertanyakan.

“Dari semua yang aku tahu salah satu dari mereka memiliki kungfu yang cukup baik, dia pasti bukan seorang anak buah rendahan.”Ye Kai berkata.

“Tapi engkau tidak mengetahui identitasnya.”Nyonya Ketiga Shen berkata.

“Pasti akan pada akhirnya.”Ye Kai berkata.

Nyonya Ketiga Shen menatapnya dan berkata,”Kelihatannya engkau akan mengetahui segala hal yang kau ingin ketahui pada akhirnya.”

“Itu karena aku orang yang banyak akalnya.”Ye Kai menjawab.

“Jadi engkau harus mengetahui kenapa Nenek Du dan Xi Men Chun telah bersembunyi di Kota Perbatasan selama bertahun-tahun.”Nyonya Ketiga Shen berkata.

“Apa yang kau pikirkan?”Ye Kai berkata.

Raut tegas dan serius terlihat di wajah Ye Kai saat wanita itu perlahan-lahan berkata,”Dari ketigapuluh pembunuh yang masih hidup tujuh orang hingga hari ini. Aku rasa kita baru saja menemukan dua dari mereka.”

“Hal ini adalah sesuatu yang sangat serius jadi sebaiknya engkau jangan cepat-cepat mengambil kesimpulan.”Ye Kai berkata.

“Dapatkah kita mengasumsikan keduanya adalah mereka saat ini?”Nyonya Ketiga Shen berkata.

Ye Kai menghela napas. Kadang-kadang menghela napas dapat digunakan sebagai jawaban.

“Bila mereka berdua masih hidup, mereka pasti ada disekitar sini.”Nyonya Ketiga Shen berkata.

“Benar.”Ye Kai berkata.

“Dan mereka bisa saja muncul kapan saja, seperti saat mereka membokong Fu Hong Xue.”Nyonya Ketiga Shen berkata.

Ye Kai menganggukan kepalanya tanda setuju dan menghela napas.

“Engkau khawatir akan hal itu juga?”Nyonya Ketiga Shen berkata.

“Dengan kemampuan silatnya, orang-orang tersebut bukanlah lawannya.”Ye Kai berkata.

Nyonya Ketiga Shen mengangguk balik.

“Karena dia adalah anak laki-laki dari putri Aliran Sesat, dia juga pasti mengetahui beberapa taktik dan trik.”Ye Kai berkata.

“Pasti tahu beberapa.”Nyonya Ketiga Shen menambahkan.

“Namun dia memiliki satu kekurangan.”Ye Kai berkata.

“Apa?”Nyonya Ketiga Shen bertanya.

“Pengalaman.”Ye Kai menjawab.”Dalam situasi seperti ini, pengalaman satu-satunya yang paling penting. Namun hal itu bukan suatu hal yang dapat dipelajari.”

“Jadi …”Nyonya Ketiga Shen berkata.

“Jadi engkau harus pergi dan memperingatkannya bahwa bahaya yang sesungguhnya tidak terletak di Gedung Sepuluh Ribu Kuda, tapi bahaya yang sesungguhnya disini di Kota Perbatasan. Dan siapapun dapat menjadi musuh tanpa dapat dia lihat maupun tebak.”Ye Kai berkata.

“Kau pikir Ma Kong Qun telah merencanakan ini semua?”Nyonya Ketiga Shen bertanya.

“Seperti yang kau katakan sebelumnya, dia adalah seseorang ahli strategi yang penuh dengan kewaspadaan.”Ye Kai menjawab.

“Dia seperti itu.”Nyonya Ketiga Shen berkata.

“Mungkin karena tidak ada seorangpun lagi disisinya yang akan berkelahi baginya hingga mati.”Ye Kai berkata.

“Kematian Gong Sun Duan pasti merupakan pukulan yang berat baginya.”Nyonya Ketiga Shen berkata.

“Seseorang sewaspada Ma Kong Qun pasti hanya hati-hati terhadap dirinya sendiri. Meskipun Gong Sund Duan adalah temannya yang paling setia, dia tidak akan mengandalkannya sebagai satu-satunya perlindungan.”Ye Kai berkata.

“Gong Sun Duan tidak pernah menjadi orang yang dapat diandalkan.”Nyonya Ketiga Shen berkata.

“Tentu saja Ma Kong Qun memahami hal ini lebih baik dari kita.”Ye Kai berkata.

“Jadi kau pikir dia telah membuat tindakan pencegahan untuk keselamatan dirinya sendiri sejak lama?”Nyonya Ketiga Shen bertanya.

“Bila dia tidak memiliki kemampuan untuk menangani Fu Hong Xue sejak awal maka dia pasti tidak akan masih ada disini.”Ye Kai berkata.

“Kau pikir Fu Hong Xue sama sekali tidak memiliki kesempatan untuk menuntut balas?”Nyonya Ketiga Shen bertanya.

“Bila hanya menuntut balas kepada Ma Kong Qun saja, maka dia punya.”Ye Kai berkata.

“Tapi apakah juga kepada semua pembunuh itu?”Nyonya Ketiga Shen bertanya.

“Hal itu pasti sulit.”Ye Kai berkata.

Nyonya Ketiga Shen menatapnya sesaat kemudian menghela napas.”Apakah engkau memang benar-benar khawatir terhadap kita atau engkau pengirim pesan Ma Kong Qun untuk memperingatkan ktia, aku betul-betul tidak yakin.”

“Engkau betul-betul tidak dapat menduganya?”Ye Kai bertanya.

“Engkau telah membeberkan banyak sekali rahasia, namun setelah pikir-pikir mengenai semuaitu, tidak ada satupun informasi yang bermanfaat bagi kita semua.”Nyonya Ketiga Shen berkata.

“Oh?” Ye Kai berkata.

“Bahkan meski aku memperingatkan Fu Hong Xue, hal itu hanya membuat dirinya semakin gelisah dan tegang, dan dia semakin mudah untuk dibokong.”Nyonya Ketiga Shen berkata.

“Engkau tidak ingin memperingatkan dia.”Ye Kai berkata.

Nyonya Ketiga Shen menatap langsung kematanya, mencoba menerka-nerka apa yang ada di dalam benaknya. Namun dia tidak menemukan apapun.

Jadi dia tidak dapat berbuat apa-apa kecuali menghela napas.”Apa yang ingin aku ketahui saat ini adalah siapakah kau sebenarnya.”

Ye Kai menebarkan senyum dan menjawab,”Engkau bukan orang yang pertama bertanya kepadaku pertanyaan itu.”

“Dan bagaimana tidak seorangpun yang tahu sedikitpun latar belakang dirimu?”Nyonya Ketiga Shen berkata.

“Mungkin karena akupun tidak mengingatnya sedikitpun juga.”Ye Kai berkata.

Ye Kai mengangkat cangkirnya dan berkata,”Semua yang kuingat sekarang adalah aku berjanji untuk minum denganmu hingga matahari terbit.”

Nyonya Ketiga Shen mengedipkan matanya dan berkata,”Kau betul-betul ingin mabuk?”

Ye Kai tersenyum dan menjawab,”Bagaimana bila aku tidak mabuk hingga malam berakhir?”

Bila Ye Kai sudah mabuk, maka Nyonya Ketiga Shen pun pasti juga sudah mabuk. Namun saat dia terjaga, dia hanya sendirian. Ada sebuah catatan dibawah botol arak kosong.

Surat yang ditulis dengan lisptik merah, berwarna merah semerah darah.

Tertulis:”Wanita yang minum denganmu tadi malampun bukan aku.”

“Aku tidak pernah berada disini semalaman.”

Bagaimana bila dia tidak mabuk? Lebih baik dia mabuk.

Embun pagi telah membasahi padang rerumputan. Hingga ketimur langit berwana biru yang merata sementara bagian lainnya terlihat kabut berwarna abu-abu perak.

Dan hijau gelap rerumputan.

Ye Kai melangkah keluar dan menarik napas panjang, udara terasa berair dan segar.

Padang rumput masih belum bangun, tidak ada seorangpun yang terlihat, tidak ada setitik suarapun terdengar. Kedamaian menyelimuti seluruh daratan.

Ma Fang Ling masih tertidur. Gadis muda yang telah dua hari kurang tidur, tertidur dengan lelapnya. Tidak ada kekhawatiran apapun yang dapat menghalangi keinginannya untuk tidur.

Namun orang-orang yang telah semakin tua, memiliki cerita yang berbeda. Ye Kai yakin bawah Ma Kong Qun tidak dapat tidur. Dengan semua yang dilalui seusianya, pasti suatu keajaiban bila dia dapat membuat dirinya tidur.

Apa yang sedang dia lakukan? Apakah dia sedang berduka bagi temannya? Atau dia hanya memikirkan dirinya sendiri?

Xiao Bie Li mungkin telah kembali ke tempat tinggalnya, minum cangkir arak terakhirnya sebelum akhirnya jatuh tertidur. Apakah Ding Qiu masih minum bersamanya?

Dan Fu Hong Xue? Apakah dia memperoleh tempat untuk beristirahat semalam?

Namun yang paling menjadi perhatian utama Ye Kai adalah Nyonya Ketiga Shen. Dia tidak dapat memikirkan kemana wanita tersebut pergi. Namun dia tahu bahwa wantia seperti dia pasti dapat menemukan suatu tempat.

Jika tidak, dia telah kehilangan kesadarannya.

Burung nasar tiba-tiba muncul di langit yang abu-abu keperakan dan berputas-putar diatasnya. Sepertinya mereka letih dan lapar.

Ye Kai mendongakan kepalanya dan melihat ke langit. Dia berpikir pada dirinya sendiri beberapa saat, kemudian berkata,”Bila engkau mencari makanan maka engkatu telah datang ketempat yang salah. Aku masih benar-benar hidup.”

Ye Kai berkedip beberapa kali dan tersenyum,”Bila engkau mencari mayat, maka kau harus menuju ke arah peti mati.”

Burung nasar tersebut mengeluarkan suara yang keras seperti sedang bertanya,”Dimanakah peti matinya …? Dimanakah peti matinya …?

ooOOOoo

Teka-teki apa lagi yang akan dihadapi oleh Ye Kai? Dimanakah Fu Hong Xue?

Advertisements

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: