Kumpulan Cerita Silat

27/01/2008

Kisah Pengelana di Kota Perbatasan (19)

Filed under: Gu Long, Kisah Pengelana di Kota Perbatasan — Tags: — ceritasilat @ 10:18 am

Kisah Pengelana di Kota Perbatasan
Bab 19. Membasmi Benalu Hingga Keakar-akarnya
Oleh Gu Long

Ye Kai membuat langkah yang panjang ke depan dan berbisik dengan sopan,”Teman, apa tujuanmu mengajakku pergi? Harap berhenti dan berbicara.”

Orang dengan jubah hijau itu tidak melambatkan gerakannya, namun malah meningkatkan kecepatanya. Hingga setengah jalan, orang tersebut melompat ke udara, memperlihatkan kemampuan meringankan tubuhnya yang tinggi, Mengikuti Jangkrik Dalam Delapan Langkah.

Ilmu meringankan tubuhnya tidak hanya tinggi dan hebat, tapi juga indah dilihatnya. Saat Ye Kai melihat jubah orang itu berdansa berkibaran tertiup angin, matanya membesar. Bentuk tubuhnya sepertinya tidak asing, tapi dia tidak tahu pasti dimana dia melihatnya sebelumnya.

Semakin jauh mereka pergi, semakin pekat kegelapan malam.

Namun Ye Kai tidak khawatir kehilangan jejak orang itu. Bila orang dengan jubah hijau itu ingin melarikan diri, kenapa harus memberikan tanda kepada Ye Kai sebelumnya? Sudah jelas bahwa orang ini ingin menemuinya, jadi buat apa mengejarnya?

Angin bertiup melewati rerumputan. Ditengah-tengah lapangan rumput yang tebal dan panjang, terdapat jalur jalan. Orang tersebut nampaknya mengenal sekali area ini, mengarah ke timur dan berlari dengan cepat ke barat. Sebelum dia mengenalinya, Ye Kai telah kehilangan orang tersebut.

Namun Ye Kai sedikitpun tidak terlihat khawatir. Dia berhenti dan menunggu.

Setelah beberapa saat, terdengar suara berasal dari rerumputan yang tinggi, “Tahukah kau siapa aku?”

Ye Kai mengeluarkan tawa perlahan dan bernyanyi dengan perlahan,”Kerajaan langit, kerajaan bumi. Dengan kulit sehalus batu giok, harum seperti batu mawar. Nyonya Ketiga Shen dari Gedung Sepuluh Ribu Kuda.

Orang tersebut tertawa balik, suaranya lembut dan manis.”Penglihatan yang hebat, engkau akan memperoleh hadiah.”

“Dihadiahi apa?”Ye Kai bertanya.

“Dengan secangkir arak.”Nyonya Ketiga Shen menjawab.

Dimana ada arak ditengah padang belantara begini?

Ye Kai berjalan ke depan dan akhirnya mengerti. Nyonya Ketiga Shen telah membangun bunker kecil ditengah padang belantara ini. Bila dia tidak menunjukan jalannya sendiri, engkau tidak akan dapat menemukannya bahkan bila engkau memiliki sepuluh ribu orang untuk mencarinya.

Tempat yang betul-betul aneh. Tidak hanya tersedia arak, juga tempat tidur yang rapih dan meja hias yang dihiasi ornamen. Pada bagian atas meja rias terdapat bunga segar, dan di atas meja arak juga telah tersedia beberapa piring makanan.

Ye Kai menatapnya tidak percaya.

Nyonya Ketiga Shen tersenyum kepadanya, senyum yang dapat mencairkan jiwa laki-laki manapun.

“Engkau menemukan semua ini sangat tidak biasa?”Nyonya Ketiga Shen bertanya sambil tersenyum.

“Tidak juga.”Ye Kai tiba-tiba menjawab sambil tertawa.

“Tidak?”Nyonya Ketiga Shen berkata.

Ye Kai menatapnya dan berkata,”Bila berasal dari wanita sepertimu, tidak ada hal apapun yang ganjil.”

“Aku harus katakan, engkau betul-betul orang yang penuh pengertian.”Nyonya Ketiga Shen menjawab.

“Dan engkau adalah wanita yang sangat pengertian.”Ye Kai berkata.

“Jadi kita harus bersikap seperti dua orang yang penuh pengertian dan duduk minum arak.”Nyonya Ketiga Shen berkata.

Mata Ye Kai bercahaya dan bertanya,”Dan setelahnya?”

Nyonya Ketiga Shen tertawa terkikik-kikik dan menggigit bibirnya,”Laki-laki penuh pengertian sepertinya seharusnya tahu tidak boleh berkata seperti itu pada seorang wanita.”

Ye Kai menghela napas dan tersenyum,”Sebenarnya, aku hanya ingin mendengarkan engkau menceritakan sesuatu.”

“Cerita seperti apa?”Nyonya Ketiga Shen bertanya,

“Cerita mengenai Gedung Golok Dewa dan Gedung Sepuluh Ribu Kuda.”Ye Kai berkata.

“Mengapa aku akan menceritakan hal itu kepadamu?”Nyonya Ketiga Shen bertanya.

Ye Kai tertawa, kemudian berkata dengan datar,”Aku tahu lebih dari itu.”

Nyonya Ketiga Shen tidak berkata-kata lagi. Cahaya lilin yang menerpa wajahnya membuatnya terlihat semakin cantik. Namun itu merupakan kecantikan yang dipenuhi dengan kepahitan dan tekanan, seperti matahari saat senja di musim gugur.

Dia perlahan-lahan menuangkan secangkir arak dan memberikannya kepada Ye Kai. Dia kemudian duduk.

Angin dari lorong masuk bunker di atas membuat api lilin bergoyang-goyang maju mundur. Saat itu malam telah sangat larut.

Bumi telah menjadi sunyi dan berhenti. Siapa yang menyangka dua orang sedang duduk dibawah seperti mereka saat ini. Dan hanya mereka berdua yang tahu apa yang ada dalam pikiran mereka?

Nyonya Ketiga Shen menuangkan secangkir arak untuk dirinya sendiri dan meminumnya perlahan-lahan. Kemudian, dia memanang ke atas dan bertanya,”Tahukah kau siapakah Majikan Gedung Sepuluh Ribu Kuda?”

Ye Kai menganggukan kepalanya.

“Dan tahukah kau bahwa Bai Tian Yu dan Ma Kong Qun adalah teman sehidup semati?”Nyonya Ketiga Shen bertanya.

Ye Kai mengganggukan kepala lagi.

“Mereka berjuang bersama di berbagai pertempuran yang tidak terhitung jumlahnya, dari perbatasan hingga ke pedalaman. Mereka bahkan membangun perkumpulan yang memiliki nama yang harum Gedung Golok Dewa dan Gedung Sepuluh Ribu Kuda di dunia persilatan.”Nyonya Ketiga Sehn menjelaskan.

“Aku juga telah lama mengetahui bahwa Ketua Bai merupakan seorang yang sangat berbakat,”Ye Kai berkata.

Nyonya Ketiga Shen menghela napas dan melanjutkan,”Karena dia merupakan seorang yang sangat berbakat maka dia menderita nasib yang sangat menakutkan.”

“Kenapa begitu?”Ye Kai bertanya.

“Sejalan dengan keberhasilannya, kekuasaan Gedung Golok Dewa juga semakin tumbuh. Hingga akhirnya melebihi kewibawaan Gedung Sepuluh Ribu Kuda dan pengaruhnya menjadi tidak sejajar lagi di dunia persilatan.”Nyonya Ketiga Shen berkata.

“Dia pasti membuat banyak musuhnya sepanjang hidupnya.”Ye Kai berkata.

Kedua tangan pendekar yang tidak ada tandingannya di dunia persilatan selalu dibasahi oleh darah.

Nyonya Ketiga Shen menggertakan giginya dan berkata,”Dia selalu mengetahui bahwa banyak sekali orang yang membencinya, namun dia tidak pernah membayangkan bahwa orang yang paling membencinya justru temannya yang paling dekat.”

“Ma Kong Qun?”Ye Kai bertanya.

Nyonya Ketiga Shen menganggukan kepalanya,”Dia membenci Bai Tian Yu karena dia iri kepadanya.”

“Jadi Ketua Bai benar-benar tewas ditangan Ma Kong Qun?”Ye Kai berkata.

“Tentu saja ada orang lain yang terlibat.”Nyonya Ketiga Shen berkata.

“Gong Sun Duan?”Ye Kai menebak.

“Gong Sun Duan hanyalah seorang pembantu. Hanya mereka berdua saja tidak akan berani menentang Gedung Golok Dewa. Tambahan lagi, Nyonya Bai dan Pendekar Kedua Bai, mereka berdua adala pesilat yang hebat juga.”Nyonya Ketiga Shen mengucapkan dengan bersemangat.

Pandangan kebencian terlihat dari raut wajahnya seraya melanjutkan,”Pada suatu malam mereka telah dibokong, mereka telah diserang oleh paling tidak tigapuluh orang.”

“Tigapuluh?”Ye Kai menajwab dengan pandangan bingung.

Nyonya Ketiga Shen menganggukan kepalanya,”Setiap orang dari mereka adalah pendekar silat kelas satu.”

“Tahukah kau identitas orang-orang ini?”Ye Kai bertanya.

Nyonya Ketiga Shen menghela napas panjang seraya menjawab,”Tidak tahu, kecuali diantara mereka.”Dia tidak membiarkan Ye Kai berbicara dan melanjutkan,”Pada malam bersalju itu Ma Kong Qun mengundang Saudara Bai dan keluarganya untuk menikmati pemandangan di Biara Bunga Plum, agak keluar kota dimana dia telah mempersiapkan perayaan dengan makanan dan arak.”

Ye Kai mendengarkan dengan seksama, mendengarkan setiap detil ceritanya.”Kenapa ada makanan dan arak di biara?”Dia bertanya.

“Berapa banyak biarawan didunia yang benar-benar dapat melepaskan keempat napsu itu?”Nyonya Ketiga Shen bertanya.

Ye Kai menganggukan kepalanya dan menuangkan lagi secangkir arak. Dia telah memahami apa yang wanita itu rasakan. Sangat sulit bagi wanita seperti dia memandang dunia tidak sesinis itu.

Setelah Nyonya Ketiga Shen menghabisi cangkirnya, dia melanjutkan,”Malam itu Saudara Bai sedang memiliki semangat yang tinggi, dia membawa seluruh anggota keluarganya bersamanya. Siapa yang tahu … siapa yang tahu bahwa Ma Kong Qun mengundang mereka bukan untuk menikmati keindahan salju yang putih, namun salju merah yang mengerikan!”

Kedua tangannya mulai bergoyang sementara matanya memerah. Pandangannya ke Ye Kai juga sangat berat.

“Ma Kong Qun pasti telah mengatur ketigapuluh orang aneh tersebut dan menunggunya di biara tersebut.”Ye Kai berkata.

Nyonya Ketiga Shen menganggukan kepalanya dan melanjutkan dengan pahit,”Pada malam itu kesebelas anggota keluarga Bai Tian Yu dan Bai Tiang Yong secara brutal dibantai. Tidak ada seorangpun yang tersisa.”

“Selalu hingga keakarnya saat memotong benalu, tidak meninggalkan sedikitpun sisa untuk tumbuh kembali. Cara mereka betul-betul sangat jahat.”Ye Kai menegaskan.

Nyonya Ketiga Shen menyapu air mata yang keluar dari ujung kedua matanya, lalu berkata,”Yang paling menyedihkan adalah Saudara Bai dan istrinya harus menahan diri melihat pembunuh-pembunuh itu membantai anak laki-laki mereka yang berumur empat tahun di depan mata mereka.”

Dia menuangkan lagi secangkir arak dan meminumkan dengan cepat.”Dari tigapuluhan pembunuh bertopeng yang membokong mereka hari itu, lebih dari dua puluh orang telah terbunuh oleh Saudara Bai dan keluarganya.”

“Jari-jari yang hilang dari tangan Ma Kong Qun pasti terjadi pada pertarungan itu juga.”Ye Kai berkata.

“Bila dia tidak melukai lengan kanan Saudara Bai dengan parah dengan cara menyerangnya secara tiba-tiba menggunakan jurus Telapak Besi Emas-nya, mungkin dia tidak akan berhasil menjalankan rencannanya.”Nyonya Ketiga Shen mendesis dengan penuh kebencian.

“Telapak Besi Emas?”Ye Kai bertanya.

“Ma Kong Qun pun cukup berbakat. Dia dapat menggunakan jurus Telapak Pemotong Gunung dengan tangan kanannya sementara tangan kirinya menggunakan jurus Telapak Besi Emas. Dia meyakini kedua ilmu itu hingga sembilanpuluh persen.”Nyonya Ketiga Shen menjelaskan.

“Dan Pendekar Bai?”Ye Kai bertanya.

Mata Nyonya Ketiga Shen menyala-nyala saat berbicara,”Kemampuan Saudara Bai tidak terkalahkan didunia ini. Baik kungfu, kebijaksanaan, atau keberanian, tidak ada seorangpun di dunia ini yang dapat dibandingkan dengan dirinya.”

Engkau hanya dapat melihat dari pandangan matanya bahwa dia sangat menghormati dan mengagumi Saudara Bai-nya.

Ye Kai menghela napas dan berseru,”Mengapa pendekar besar selama ini selalu mengalami nasib tragis seperti itu?”

Ye Kai menghabiskan cangkir araknya dan melanjutkan,”Setelah seluruh keluarga Pendekar Bai terbunuh, Ma Kong Qun pasti melemparkan kesalahan itu pada para pembunuh bertopeng itu.”

Nyonya Ketiga Shen mengeluarkan tawa dingin dan menegaskan,”Yang paling tercela dasi semua itu adalah dia bersumpah untuk membalaskan dendam kematian Bai Tian Yu.”

“Dari ketiga puluh pembunuh aneh itu, berapa banyak yang masih hidup?”Ye Kai bertanya.

“Tujuh.”Nyonya Ketiga Shen menjawab.

“Dan tidak seorangpun yang mengetahui identitas mereka?”Ye Kai berkata.

“Tidak seorangpun.”Nyonya Ketiga Shen membalas.

“Dan tentu saja ketujuhnya tidak pernah memberitahukan rahasia mereka. Ma Kong Qun pasti tidak pernah membayangkan bahwa rahasia ini bocor juga.”Ye Kai berkata.

“Tidak, bahkan dalam mimpi yang paling liarpun.”Nyonya Ketiga Shen menambahkan.

Ye Kai tersenyum dan menegaskan,”Bahkan akupun tidak akan dapat membongkar rahasia ini.”

“Dari ketujuh pembunuh ini yang masih selamat, salah satu dari mereka tiba-tiba memperoleh kesadaran dan membeberkan rahasianya kepada Nyonya Bai Feng.”Nyonya Ketiga Shen berkata.

“Orang-orang seperti mereka sesungguhnya masih punya kesadaran?”Ye Kai berkata.

“Orang tersebut ingin mati di bawah golok Saudara Bai. Namun Saudara Bai dapat mengenali orang tersebut yang berasal dari dunia persilatan, dan berpikir hidup orang tersebut pasti berharga, jadi dia berbelas kasihan.”Nyonya Ketiga Shen berkata.

“Siapakah orang tersebut?”Ye Kai bertanya.

“Nyonya Bai Feng berjanji untuk tidak pernah membeberkan nama orang tersebut.”Nyonya Ketiga Shen berkata.

“Apa yang masih berharga dari kehidupan orang tersebut?”Ye Kai bertanya.

“Bila memang dibuat untuk diketahui, maka pasti sangat mudah untuk mengetahui identitas orang ini.”Nyonya Ketiga Shen berkata.

“Karena Pendekar Bai dapat mengenali orang dari dunia persilatan itu, maka mereka pasti sahabat dekat.”Ye Kai menyimpulkan.

“Dan bukankah Ma Kong Qun adalah salah satu dari teman Saudara Bai yang seperti itu juga? Aku pasti tidak akan terkejut bila semua pembunuh itu merupakan teman dekatnya.”Nyonya Ketiga Shen berkata.

“Dapat dipastikan bahwa teman lebih berbahaya daripada musuh.”Ye Kai berkata.

“Untungnya, orang tersebut berubah hatinya setelah Saudara Bai mengampuni jiwanya. Kalau tidak, kematian tragis dari keluarga Bai pasti akan hilang begitu saja, dilupakan tanpa ada pembalasan.”Nyonya Ketiga Shen berkata.

“Orang itu tidak pernah membeberkan identitas dirinya pada keenam orang lainnya?”Ye Kai bertanya.

“Tidak pernah.”Nyonya Ketiga Shen menjawab.

“Mengapa seperti itu?”Ye Kai berkata.

“Karena orang yang satu dengan yang lainnya tidak ada yang tahu. Ma Kong Qun adalah orang yang selalu sangat berprasangka dan waspada. Sebelum dia memilih orang-orang tersebut untuk membantunya membunuh Saudara Bai, dia telah menyelidiki dengan sangat seksama dan mencatat bahwa mereka semua memiliki kebencian dan iri kepada Bai Tian Yu.”Nyonya Ketiga Shen berkata.

“Jadi seperti itu.”Ye Kai berkata.

“Namun semua orang tersebut hanya berbicara kepada Ma Kong Qun. Mereka tidak pernah tahu siapa pembunuh yang lainnya.”Nyonya Ketiga Shen berkata.

“Semua pendekar kelas satu di dunia persilatan masing-masing memiliki senjata dan gaya yang khas. Orang-orang tersebut pasti dapat diketahui identitasnya dari hal itu.”Ye Kai berkata.

“Malam itu saat pembunuhan, semua pembunuhn mengenakan pakaian hitam dari atas kepala hingga ujung kaki dan membawa senjata yang berbeda untuk menutupi identitas mereka. Orang-orang tersebut memiliki perasaan tertentu saat berhadapan dengan Bai Tian Yu, oleh karena itu mereka tidak memberikan perhatiannya satu sama lain.”Nyonya Ketiga Shen berkata.

Ye Kai menundukan kepalanya dan tenggelam dalam pikirannya. Setelah beberapa saat, dia bertanya,”Dan siapakah Nyonya Bai Fen ini?”

Nyonya Ketiga Shen menghela napas,”Dia .. dia adalah seorang wanita yang mengagumkan, namun juga seorang wanita yang patut dikasihani. Meskipun dia adalah seorang yang sangat pintar dan cantik, nasib yang diberikan oleh surga kepadanya lebih menyedihkan dari pada siapapun.”

“Kenapa begitu?”Ye Kai bertanya.

“Tidak hanya laki-laki yang dia cintai adalah suami orang lain, namun juga kedua keluarga mereka saling bermusuhan hingga mendarah daging.”Nyonya Ketiga Shen Menjelaskan.

“Musuh hingga mendarah daging?” Ye Kai bertanya.

“Dia sebetulnya adalah putri ketua Alisan Sesat.” Nyonya Ketiga Shen berkata.

“Aliran Sesat?” Ye Kai berseru.

“Dalam tiga ratus tahun ini, tidak ada seorangpun baik anggota maupun bukan anggota yang dapat menyebutkan dua kata tadi. Namun anggota Aliran Sesat pun adalah orang-orang juga, yang terbuat dari darah dan daging. Sebetulnya kalau tidak ada mengusik mereka, merekapun tidak akan mengganggumu.”Nyonya Ketiga Shen menjelaskan.

“Aku selalu mengira Aliran Sesat hanya sebuah mitos saja. Siapa sangka ternyata mereka betul-betul ada.” Ye Kai berkata.

“Selama dua puluh tahun ini, tidak ada seorangpun orang Aliran Sesat yang memperlihatkan wajah mereka.” Nyonya Ketiga Shen berkata.

“Kenapa begitu?” Ye Kai bertanya.

“Karena Ketua Aliran Sesat telah membuat sumpah dengan Bai Tian Yu di Gunung TianShan bahwa sekali kalah mereka tidak akan kembali melewati perbatasan.” Nyonya Ketiga Shen berkata.

“Pendekar Bai betul-betul pendekar di antara pendekar, sungguh-sungguh diluar bayangan kita.” Ye Kai memuji.

“Sayangnya kau lahir dua puluh tahun kemudian, sehingga kau tidak dapat menyaksikan kegagahannya.” Nyonya Ketiga Shen berkata.

“Namun aku masih dapat membayangkan kegagahan dan keberaniannya yang dia perlihatkan.” Ye Kai berkata.

Nyonya Ketiga Shen menatapnya dengan tajam sesaat sorot lembut keluar dari matanya. Dia terlihat ingin mengatakan sesuatu namun ditelannya kembali.

Nyonya Ketiga Shen meneguk segela arak lagi dan melanjutkan,” Karena pertempuran di TianShan tersebut, setiap anggota Aliran Sesat menganggap Bai Tian Yu sebagai musuh yang tidak boleh hidup dibawah langit yang sama.”

“Dan laki-laki yang dicintainya adalah Pendekar Bai?”Ye Kai bertanya.

Nyonya Ketiga Shen menganggukan kepalanya,”Demi Saudara Bai, bahkan dia rela meninggalkan Aliran Sesat.

“Apakah dia belum mengetahui bahwa Pendekar Bai telah menikah?”Ye Kai bertanya.

“Dia telah mengetahuinya, Pendekar Bai tidak pernah berdusta kepadanya. Karena hal itulah, wanita itu jatuh cinta kepadanya.”Nyonya Ketiga Shen berkata.

Ye Kai menghela napas dan berkata,”Kepada seseorang yang engkau cintai, engkau harus selalu jujur.”

Sorot mata Nyonya Ketiga Shen tiba-tiba menjadi hangat dan lembut lagi, lalu dia berkata dengan perlahan,”Meskipun dia mengetahui bahwa Saudara Bai tidak akan dapat menemuinya lagi, namun dia bersedia menunggu dengan segenap hatinya. Meskipun dia harus menunggu selama setahun hanya untuk melihatnya sekejap, dia merasa itu sudah cukup berarti.”

Mata Ye Kai kelihatannya menerawang ke kejauhan. Setelah beberapa saat, akhirnya dia bertanya,”Istri Pendekar Bai pasti tidak mengetahui perasaanya yang terbagi.”

“Bahkan hingga mati, dia tidak pernah membayangkannya. Karena meskipun Saudara Bai adalah seorang pendekar yang tidak ada duanya, dia selalu menjadi seseorang yang takut kepada istrinya.”Nyonya Ketiga Shen berkata.

Ye Kai menghela napas dan berkata,”Aku mengerti.”

Tentu saja dia mengerti. Hal yang paling tragis yang dapat terjadi pada seorang wanita adalah dia jatuh cinta pada seseorang yang tidak seharusnya dia cintai.”

Nyonya Ketiga Shen tiba-tiba menambahkan,”Yang paling sedih adalah dia bersama-sama dengan anaknya hasil hubungannya dengan Saudara Bai saat itu.

Pandangan keragu-raguan keluar dari wajah Ye Kai, akhirnya dia tidak tahan untuk bertanya,”Anak yang engkau bicarakan …”

“Anak tersebut adalah Fu Hong Xue.”Nyonya Ketiga Shen menjawab.

“Jadi dia sungguh-sungguh datang untuk menuntut balas kepada Gedung Sepuluh Ribu Kuda!”Ye Kai berseru.

Nyonya Ketiga Shen menganggukan kepalanya.”Ibu dan anat telah mengalami berbagai penderitaan yang berat hanya karena untuk satu hari ini saja.”

“Mengapa Nyonya Bai Feng tidak pernah minta bantuan dari ayahnya?”Ye Kai bertanya.

“Dia adalah seorang wanita yang tinggi hati, dia tidak pernah meminta belas kasihan orang lain. Tambahan lagi, orang-orang Aliran Sesat membenci Saudara Bai hingga kesumsum tulang. Mengapa mereka harus membalaskan kematiannya?”Nyonya Ketiga Shen menjawab.

“Karena dia adalah tuan putri dari Aliran Sesat, tentu saja dia tidak memiliki banyak teman.”Ye Kai berkata.

“Jadi satu-satunya yang dapat dia lakukan adalah membesarkan anak laki-lakinya yang dia yakini suatu hari akan dapat membalaskan kematian yang mengenaskan dari Saudara Bai.”Ye Kai berkata.

“Dia sungguh-sungguh dapat dikatakan sebagai seorang pesilat yang hebat di dunia persilatan sekarang ini, aku dapat memberanikan diri mengatakan hanya beberapa orang saja yang dapat menandinginya. Namun siapa yang tahu penderitaan yang dirasakannya saat latihan?”Ye Kai berkata.

“Tidak peduli apa yang kau kejar didunia ini, supaya bisa berhasil, engkau harus bersedia menahan segala penderitaan.”Ye Kai menambahkan.

Nyonya Ketiga Shen menatapanya dan tiba-tiba bertanya,”Dan kau?”

Ye Kai tersenyum dan menjawab,”Aku …?”

Ada sesuatu dibalik senyumannya, sebelum akhirnya berkata,”Aku mengalami hal yang lebih baik dari dirinya, karena tidak ada seorangpun yang mengawasiku.”

“Apakah hal itu dapat dikatakan sebagai suatu hal yang baik?”Nyonya Ketiga Shen berkata.

Ye Kai tertawa. Namun semua yang dilakukan hanyalah tertawa, dia tidak mengucapkan sepatah katapun.

Nyonya Ketiga Shen menghela napas, kemudian berkata dengan lembut,”Aku sungguh-sungguh percaya bahwa engkau menginginkan seseorang mengawasimu dan menjagamu. Kau tidak menginginkan seseorang membawamu kedalam kehampaan dan kesedihan. Percayalah, aku pun memahami hal itu juga.”

Ye Kai tiba-tiba mengubah arah pembicaraannya,”Aku rasa akhirnya aku memahami segalanya tentang situasi saat ini.”

“Aku telah menceritakan segalanya dengan sangat detil.”Nyonya Ketiga Shen berkata.

“Tapi engkau melupakan satu hal.”Ye Kai berkata.

“Apakah itu?”Nyonya Ketiga Shen bertanya.

“Dirimu sendiri.”Ye Kai menjawab.

Dia menatap wanita itu dan bertanya,”Siapakah kau sebenarnya dan bagaimana hubunganmu dengan semua ini?”

Nyonya Ketiga Shen jatuh membisu beberapa saat, kemudian dengan tenang menjawab,”Ma Kong Qun mengira aku adalah saudara perempuan Nyonya Bai Feng, namun kenyataannya dia salah.”

“Oh?”Ye Kai berkata.

Nyonya Ketiga Shen tersenyum pahit dan menjelaskan,”Aku pernah menjadi salah satu anggota Aliran Sesat, namun aku hanyalah seorang pelayan Nyonya Bai Feng.”

“Fu Hong Xue mengenalimu?”Ye Kai bertanya.

“Tidak. Saat dia masih kecil, aku telah meninggalkan Nyonya Bai Feng.”Nyonya Ketiga Shen membalas.

“Kenapa?”Ye Kai bertanya.

“Karena aku ingin memperoleh kesempatan menyelinap ke dalam Gedung Sepuluh Ribu Kuda untuk menggali informasi.”Nyonya Ketiga Shen berkata.

“Mengenai identitas dari keenam orang-orang itu?”Ye Kai bertanya.

“Ya, itu adalah informasi yang paling penting.”Nyonya Ketiga Shen berkata.

“Namun engkatu tidak dapat menemukan apapun?”Ye Kai berkata.

“Tidak.”Nyonya Ketiga Shen berkata. Perasaan menyakitkan yang mendalam terlihat disorot matanya seraya melanjutkan,”Itulah sebabnya setelah melewati beberapa tahun ini hanyalah kesia-siaan yang diperoleh.”

Ye Kai memandangnya dan bertanya,”Engkau pernah menjadi pelayan Nyonya Bai Feng, lalu engkau bersedia selama sepuluh tahun menghabiskan waktumu untuk mencoba dan menyelesaikan hutang darah ini?

“Dia selalu bersikap baik kepadaku. Dia memperlakukanku selayaknya saudara perempuannya.”Nyonya Ketiga Shen berkata.

“Tidak ada alasan lainnya?”Ye Kai berkata.

Dia menundukan kepalanya dan jatuh membisu beberapa saat. Akhirnya, dia menjawab,”Saudara Bai adalah seseorang yang selalu paling aku kagumi.”

Tiba-tiba dia mengangkat kepalanya dan menatap Ye Kai,”Engkau masih belum puas hingga engkau mengetahui tiap detilnya, kan?

“Aku selalu menjadi orang yang suka menggali hingga kebagian yang paling bawah.”Ye Kai berkata.

Pandangan aneh terpancar di mata Nyonya Ketiga Shen lalu berkata,”Itulah sebabnya engkau menikamti saat menguping pembicaraan orang lain dari atap rumah.”

“Seperti engkau juga ingin mengetahui segala sesuatunya hingga detil yang terakhir.”Ye Kai menjawab.

Nyonya Ketiga Shen menggigit bibirnya dan berkata,”Tapi wanita yang berada dalam kamar malam itu bukanlah aku.”

Pandangan aneh terpancar dari wajah Ye Kai juga. Setelah beberapa saat, akhirnya dia bertanya,”Bila bukan kau lalu siapa?”

“Cui Nong.”Nyonya Ketiga Shen menjawab.

Tiba-tiba mata Ye Kai membesar. Baru sekarang dia menyadari mengapa Fu Hong Xue memperlihatkan sorot mata marah saat dia mencoba menarik Cui Nong baru-baru ini.

Nyonya Ketiga Shen perlahan-lahan menuangkan secangkir arak untuknya, kemudian berkata,”Itu artinya wanita yang menemanimu pada malam selanjutnya bukanlah Cui Nong juga.”

“Kalau bukan Cui Nong lalu siapa?”Ye Kai bertanya.

Mata Nyonya Ketiga Shen tiba-tiba bersinar seperti bulan selaya perlahan-lahan dia menggumam,”Engkau tidak dapat membayangkan siapapun yang kau inginkan, hanya saja dia bukanlah Cui Nong …”

“Aku mengerti.”Ye Kai berkata sambil menghela napas.

“Terima kasih.”Nyonya Ketiga Shen menjawab.

“Namun aku masih belum mengerti, kenapa engkau melakukan semua ini?”Ye Kai bertanya.

Nyonya Ketiga Shen menundukan kepalanya, sepertinya dia tidak ingin Ye Kai melihat ekspresi wajahnya. Setelah beberapa saat, akhirnya dia menjawab,”Untuk tujuan balas dendam, aku telah melakukan apa yang tidak ingin aku lakukan!”

“Mungkin setiap orang telah melakukan berbagai hal di dalam hidupnya yang sebetulnya mereka tidak ingin lakukan.”Ye Kai berkata.

“Namun saat itu aku hanya tidak ingin melakukan hal itu lagi.”Nyonya Ketiga Shen berkata.

Simpati terlihat dalam sorot mata Ye Kai seraya berkata,”Tentu saja itu bukan untuk dirimu sendiri.”

“Aku takut bahwa aku telah melukainya. Dia seharusnya tidak melakukan apapun terhadap wanita sepertiku. Namun … itu betul-betul untuk kepentinganku sendiri.”

“Oh?” Ye Kai berkata.

Nyonya Ketiga Shen menggigit bibirnya dan berkata,”Aku telah melakukan semua yang dapat kulakukan. Namun mulai sekarang aku tidak ingin melakukan apapun lagi dengan orang yang tidak kucintai.”

ooOOOoo

Bagaimana kisah selanjutnya? Rencana apa yang dibuat oleh Ma Kong Qun?

Advertisements

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: