Kumpulan Cerita Silat

23/01/2008

Pendekar Empat Alis

Filed under: Gu Long, Pendekar Empat Alis — Tags: — ceritasilat @ 10:56 pm

Pendekar Empat Alis
Buku 02: Bandit Penyulam
Bab 04: Sepasang Sepatu Merah
Oleh Gu Long

===========================
Terima Kasih Kepada Ansari
===========================

Warna senja semakin gelap, lentera di ruang meditasi belum dinyalakan. Sinar terakhir dari matahari terbenam jatuh di lorong yang menuju ke kamar tamu di belakang ruang meditasi. Sinar itu menerpa tiang-tiang kayu yang tua dan mulai lapuk, membuatnya tampak mengkilap seperti dulu. Bersama hembusan halus angin malam di bulan tujuh, tercium aroma lembut dari gunung dan pepohonan di kejauhan sana, yang membuat hati manusia dipenuhi oleh perasaan riang dan gembira.

Kang Kin-he berjalan dengan sangat lamban, Liok Siau-hong juga berjalan dengan sangat lamban. Kang Kin-he tidak mengucapkan sepatah kata pun, Liok Siau-hong juga tidak membuka mulutnya. Tampaknya dia menyadari bahwa dirinya adalah tamu tak diundang. Tamu yang tak diundang setidaknya harus cukup bijaksana untuk tetap menutup mulutnya. Halaman di sisi mereka tampak sepi, tak seorang pun terlihat atau terdengar suaranya. Tempat ini memang tempat yang sepi, orang-orang kesepian biasanya pendiam.
(more…)

Perguruan Sejati (21)

Filed under: Gu Long, Perguruan Sejati — Tags: — ceritasilat @ 2:31 pm

Perguruan Sejati (21)
Oleh Gu Long

=============================
(Terima kasih kepada alimuda)
=============================

Benar saja salah satu pedang pusaka yang bernama Lie hwe kiam sudah hilang dari tempatnya. “Hweesio itu sangat aneh, ia pergi tanpa pamit dan membawa pedang untuk apa?” kata Yauw Kian Cee.

“Mungkin firasat buruknya itu dikarenakan ia melihat luka Ceng Ceng,” kata Ciu Kong.
(more…)

Kisah Pengelana di Kota Perbatasan (15)

Filed under: Kisah Pengelana di Kota Perbatasan — Tags: — ceritasilat @ 3:42 am

Kisah Pengelana di Kota Perbatasan
Bab 15. Bunga Melayang Menerjang Langit
Oleh Gu Long

Darah menetes ke bawah dari pedangnya. Huan Men Tian memalingkan wajahnya ke arah Ma Kong Qun.

Ma Kong Qun menatapnya balik dan perlahan-lahan berkata,” Engkau telah membunuhnya!”
(more…)

Duke of Mount Deer (20)

Filed under: Duke of Mount Deer, Jin Yong — Tags: — ceritasilat @ 1:59 am

Duke of Mount Deer (20)
Oleh Jin Yong

Gerakan Hong liok-ko itu sungguh hebat. Terdengar sorakan kawan-kawannya yang merasa kagum. Kedua orang itu dapat menirukan gerakan han Siong dan Han Hong dengan baik.

“Nah, Pek Jihiap. Begitu bukan jalannya pertempuran di Tian tan?” tanya Hian Ceng.
(more…)

Blog at WordPress.com.