Kumpulan Cerita Silat

22/01/2008

Pendekar Empat Alis

Filed under: Gu Long, Pendekar Empat Alis — Tags: — ceritasilat @ 10:52 pm

Pendekar Empat Alis
Buku 02: Bandit Penyulam
Bab 03: Kau Menipu Aku Berdusta
Oleh Gu Long

===========================
Terima Kasih Kepada Ansari
===========================

Malam hari. Tapi malam belum begitu larut. Sukong Ti-sing tidak mabuk, dan telah pergi. Liok Siau-hong, tentu saja, tidak diracuni. Sukong Ti-sing bukan tipe orang yang suka memasukkan racun ke dalam arak. Di samping itu, jika ia menggunakan racun, Liok Siau-hong tidak akan meminumnya.

Tapi terlihat secercah senyuman di wajah Sih Peng.
(more…)

Perguruan Sejati (20)

Filed under: Gu Long, Perguruan Sejati — Tags: — ceritasilat @ 2:30 pm

Perguruan Sejati (20)
Oleh Gu Long

=============================
(Terima kasih kepada alimuda)
=============================

“Kurasakan agak mendingan dan ingin duduk,” kata Tiong Giok sambil tersenyum. “Mana ayahmu?”

“Ayahku menjaga dimulut gua ia kuatir ada orang jatuh kejurang.”
(more…)

Rahasia Peti Wasiat (14)

Filed under: Gu Long, Rahasia Peti Wasiat — Tags: — ceritasilat @ 10:49 am

Rahasia Peti Wasiat (14)
Oleh Gu Long

“Sabar dulu, tunggu lagi sebentar,” ujar Long-giok.

“Hei, engkau ini bagaimana Long-giok?!” tanya Le-hui, tampaknya kurang senang.
(more…)

Kisah Pengelana di Kota Perbatasan (14)

Filed under: Gu Long, Kisah Pengelana di Kota Perbatasan — Tags: — ceritasilat @ 10:13 am

Kisah Pengelana di Kota Perbatasan
Bab 14. Golok Yang Mata Goloknya Tidak Pernah Terlihat
Oleh Gu Long

Ma Kong Qun perlahan-lahan menarik tempat duduknya. Meja panjang yang berada di depannya terlihat seperti permukaan jalan yang panjang. Dari gundukan lumpur dan kolam darah hingga seperti saat ini, dia telah melalui jalan yang panjang tersebut.

Namun akan menuju kemanakah dari sini?
(more…)

Duke of Mount Deer (19)

Filed under: Duke of Mount Deer, Jin Yong — Tags: — ceritasilat @ 1:59 am

Duke of Mount Deer (19)
Oleh Jin Yong

kemudian terdengar suara ketukan pintu, lalu disusul teriakan seseorang.

“Pek jite (adik kedua) aku yang datang!” Seiring suaranya tampak seseorang meloncati tembok pekemudian menerjang ke dalam rumah.
(more…)

Create a free website or blog at WordPress.com.