Kumpulan Cerita Silat

19/01/2008

Pendekar Empat Alis

Filed under: Gu Long, Pendekar Empat Alis — Tags: — ceritasilat @ 10:42 pm

Pendekar Empat Alis
Buku 02: Bandit Penyulam
Bab 01: Sejumlah Perampokan
Oleh Gu Long

===========================
Terima Kasih Kepada Ansari
===========================

Panas yang menyengat. Sinar matahari seperti pisau panas, menusuk tanpa belas kasihan pada jalanan yang kotor dan berdebu. Bahkan bekas luka di wajah Siang Ban-thian pun tampak terpanggang hingga memerah.

Tepatnya ada tiga bekas luka, bekas luka itu dan sekitar 7 atau 8 macam luka dalam telah memberikan dirinya kemasyuran dan posisi yang ia nikmati sekarang ini. Bila cuaca berubah menjadi lembab atau hujan, luka dalamnya akan mulai berdenyut-denyut lagi, menyebabkan ruas-ruas tulangnya terasa sakit, dan ia tentu akan teringat lagi pada pertarungan-pertarungan dahsyat di masa mudanya dan merasa sangat bersyukur.
(more…)

Advertisements

Perguruan Sejati (17)

Filed under: Gu Long, Perguruan Sejati — Tags: — ceritasilat @ 2:24 pm

Perguruan Sejati (17)
Oleh Gu Long

=============================
(Terima kasih kepada alimuda)
=============================

Sang Ibu dengan lengan tuanya mengusap-usap pipi anaknya dengan penuh kasih sayang. “Anakku semua ini benar adanya! Selama belasan tahun engkau kami rawat, dengan rasa penuh kasih sayang. Disamping itu kami berdoa agar kelak engkau bisa menemukan orang tuamu yang sejati….engkau mungkin belum mengerti apa yang terjadi akan dirimu ini…baiklah kututurkan bagaimana aku menemuimu. Tujuh belas tahun yang lalu, diawal musim semi, air sungai yang beku mulai berair, sedangkan tanggul-tanggul sungai banyak yang rusak, akibatnya akan timbul bahaya banjir. Penduduk kampung bergotong royong dan bermusyawarah untuk mengatasi bencana yang tidak diinginkan itu, demikian pula dengan ayahmu sering pergi bermusyawarah ke kabupaten. Pada suatu hari, diperjalanan pulang. Ia melihat sebuah kas kayu yang terumbang ambing di atas sungai. Entah bagaimana perhatiannya sangat tertarik dengan kas itu, dan disuruhnya tukang perahu mengambilnya. Begitu dibuka kas itu, ia menjadi melongo, karena didalamnya terlihat anak kecil berusia setahun lebih, penuh dengan darah. Mula pertama orang-orang yang melihat kejadian ini, menganggap anak itu sudah mati. Tapi setelah dipeeriksa dengan cermat, nyatanya anak itu masih bernyawa. Ayahmu segera membawa pulang, dan memanggil tabib mengobati anak kecil yang malang itu. Sebulan kemudian anak itu sudah sehat walafiat. Ia sangat mungil dan manis, siapapun senang kepadanya. Lagi pula kami yang berusia hampir setengah baya belum dikaruniakan barang seorang anak, begitu mandapatkan anak ini, bukan buatan girangnya dan bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Tiong Giok seperti mimpi mendengar perkataan ibunya itu, sedangkan air matanya mengalir terus tanpa dirasa.
(more…)

Rahasia Peti Wasiat (11)

Filed under: Gu Long, Rahasia Peti Wasiat — Tags: — ceritasilat @ 10:46 am

Rahasia Peti Wasiat (11)
Oleh Gu Long

“Jika berani sembarangan memaki lagi bisa segera kupotong hidungmu!” Bun-hiong balas mengancam dengan tertawa.

“Lepaskan!” teriak Coa-kat-bijin.
(more…)

Kisah Pengelana di Kota Perbatasan (11)

Filed under: Gu Long, Kisah Pengelana di Kota Perbatasan — Tags: — ceritasilat @ 10:09 am

Kisah Pengelana di Kota Perbatasan
Bab 11. Bisikan Di Tengah Malam
Oleh Gu Long

Pohon bambu tumbuh dengan rindangnya di sebuah halaman yang kecil. Seorang wanita dengan selendang tipis dan tanpa make up duduk di jendela, tangannya menopang dagunya, menatapnya dengan tatapan kasih sayang.

Boleh dikatakan wanita tersebut bukan wanita yang sangat sangat cantik, namun dia memiliki mata yang seperti berbicara saat memandang, dan mulut yang jenaka dan pandai ketika berbicara. Meskipun dia hanya duduk diam, namun kamu dapat merasakan aura yang memabukan mengelilinginya. Wanita tersebut sungguh-sungguh unik dibandingkan dengan kebanyakan wanita kamu pernah lihat.
(more…)

Duke of Mount Deer (16)

Filed under: Duke of Mount Deer, Jin Yong — Tags: — ceritasilat @ 1:57 am

Duke of Mount Deer (16)
Oleh Jin Yong

Siau Po tidak berani banyak bicara lagi. Dia segera menjalankan Taycu Taypi Cian-yap jiu yang diajarkan oleh Hay kongkong. Cong tocu memperhatikan dengan seksama sejak awal sehingga selesai. Kepa┬Članya manggut-manggut.

“Bagus! Rupanya kau juga pernah mempelajari Imu Taykim-na hoat dari Siaulim pai, benar kan?”
(more…)

Misteri Kapal Layar Pancawarna (15)

Filed under: +Misteri Kapal Layar Pancawarna, Gu Long — Tags: — ceritasilat @ 1:48 am

Misteri Kapal Layar Pancawarna (15)
Oleh Gu Long

Selain jurus serangannya aneh, kedua perisai ini memang sangat dahsyat, sebab bobotnya sekali lipat daripada senjata umumnya. Maka begitu kedua perisai menghantam, serentak angin dahsyat menyambar dan menimbulkan daya guncangan yang hebat. Bahkan serangan susul-menyusul sehingga membuat lawan kewalahan.

Terdengar orang banyak bersorak. Namun Po-giok tetap tenang saja, ia menggeser kian-kemari dan belasan jurus dapat dihindarkannya tanpa balas menyerang, namun setiap jurus serangan lawan tidak terlepas dari pengamatannya.
(more…)

Blog at WordPress.com.