Kumpulan Cerita Silat

18/01/2008

Perguruan Sejati (16)

Filed under: Gu Long, Perguruan Sejati — Tags: — ceritasilat @ 2:23 pm

Perguruan Sejati (16)
Oleh Gu Long

=============================
(Terima kasih kepada alimuda)
=============================

“Pengemis itu entah bagaimana bisa datang menemuiku tiga hari yang lalu, sejak itu kutahu akan banyak kerepotan yang harus kuhadapi, nyatanya benar saja engkau telah datang atas petunjuknya. Pengemis itu benar-benar membuatku dongkol!”

“Kedatanganku kesini tidak berniat mengganggu Lo Cianpwee, bilamana Lo Cianpwee merasa terganggu, sekarang juga aku keluar!” kata In Tiong Giok.
(more…)

Advertisements

Pendekar Empat Alis

Filed under: Gu Long, Pendekar Empat Alis — Tags: — ceritasilat @ 10:58 am

Pendekar Empat Alis
Buku 01: Kekaisaran Rajawali Emas
Epilog (Tamat)
Oleh Gu Long

===========================
Terima Kasih Kepada Ansari
===========================

Pintu yang menuju tangga batu itu telah dibuka, Cu Ting yang membukanya. Jika seseorang bisa membuat sebuah pintu seperti itu, tentu akan ada orang yang bisa membukanya.

Banyak kejadian seperti itu di dunia. Itulah sebabnya jika kau bisa membuat sebuah tameng yang tak dapat ditembus oleh tombak mana pun, lalu orang lain tentu akan membuat sebuah tombak yang bisa menembus tamengmu. Tak ada sesuatu yang “mutlak” di dunia ini.
(more…)

Pendekar Empat Alis

Filed under: Gu Long, Pendekar Empat Alis — Tags: — ceritasilat @ 10:56 am

Pendekar Empat Alis
Buku 01: Kekaisaran Rajawali Emas
Bab 11: Orang Yang Paling Cerdas
Oleh Gu Long

===========================
Terima Kasih Kepada Ansari
===========================

Udara dipenuhi oleh aroma arak yang harum dan memabukkan, api di dalam tungku tanah liat kecil itu tidak besar, tapi cukup untuk menghangatkan gua yang dingin itu.

“Yah, paling tidak aku datang ke tempat yang tepat,” Liok Siau-hong menarik nafas. “Dan pada waktu yang tepat pula.”
(more…)

Rahasia Peti Wasiat (10)

Filed under: Gu Long, Rahasia Peti Wasiat — Tags: — ceritasilat @ 10:45 am

Rahasia Peti Wasiat (10)
Oleh Gu Long

Jik-hoat-kui menggeleng kepala dan menghela napas, katanya, “Sungguh tidak nyana begitu Oh-bengcu mati, beberapa saudara angkatnya lantas saling berebut kekuasaan sehingga tercerai-berai begini, sungguh menyedihkan ….”

“Apakah Pit-cecu tahu Oh Kiam-lam mati di tangan siapa?” tanya Bun-hiong.
(more…)

Kisah Pengelana di Kota Perbatasan (10)

Filed under: Gu Long, Kisah Pengelana di Kota Perbatasan — Tags: — ceritasilat @ 10:08 am

Kisah Pengelana di Kota Perbatasan
Bab 10. Membungkamkan Saksi
Oleh Gu Long

Ye Kai berdiri dikegelapan di bawah cahaya bintang. Dia berdiri seperti patung, patung yang dingin.

Ma Fang Ling memandangnya dan berjuang untuk bergerak ke arahnya. Dia jatuh ke dalam lengannya dan memegangnya dengan kuat. Dia mulai menangis dan meneteskan air mata, suaranya bergetar dan terisak-isak, dia tidak dapat berbicara sepatah katapun.
(more…)

Duke of Mount Deer (15)

Filed under: Duke of Mount Deer, Jin Yong — Tags: — ceritasilat @ 1:57 am

Duke of Mount Deer (15)
Oleh Jin Yong

“Bibi, kita sama-sama orang Yangciu,” kata Siau Po yang akalnya banyak dan rasanya tidak pernah kekurangan itu.

“Dulu sungguh mengenaskan nasib kita orang Yangciu! Kita telah disembelih oleh orang-orang Mancu tanpa belas kasihan sedikit pun! Sampai sepuluh hari berturut-turut anjing-anjing Manchu melakukan pembunuhan! Kakek kita, nenek kita habis dibunuh! Tidak ada satu pun yang dibiarkan hidup! Iblis-iblis itu menyerbu dari pintu timur menuju pintu barat. Dari pintu selatan menerjang ke pintu utara! Semua itu alas perintah Go Pay! Karena itulah aku membencinya dan menganggapnya sebagai musuh besar. Tak sudi aku hidup bersama-sama dengannya!”
(more…)

Misteri Kapal Layar Pancawarna (14)

Filed under: +Misteri Kapal Layar Pancawarna, Gu Long — Tags: — ceritasilat @ 1:48 am

Misteri Kapal Layar Pancawarna (14)
Oleh Gu Long

“Aha, bagus!” seru Kim Put-we sambil berkeplok tertawa. “Sungguh anak baik! Memang di dunia Kangouw zaman ini, kecuali Po-ji kita, siapa pula yang berani bertindak demikian? Hehe, coba pikir, hanya dalam dua bulan harus bertempur menghadapi 40 orang secara bergilir. Haha, Kim Put-we mempunyai keponakan segagah ini, sungguh aku merasa bangga dan bahagia.”

Bok Put-kut juga tertawa, katanya, “Jika benar Po-ji dapat mengalahkan ke-40 orang itu, kuyakin mereka pasti akan patah semangat dan tidak bergairah untuk saling gebrak lagi.”
(more…)

Blog at WordPress.com.