Kumpulan Cerita Silat

16/01/2008

Perguruan Sejati (14)

Filed under: Gu Long, Perguruan Sejati — Tags: — ceritasilat @ 2:19 pm

Perguruan Sejati (14)
Oleh Gu Long

=============================
(Terima kasih kepada alimuda)
=============================

“Apakah Lo Cianpwee menganggap kepandaian kami terlalu rendah dan bisa merepotkan Lo Cianpwee?” tanya Pek Kiam Hong.

“Bukan begitu, karena yang datang itu disamping berkepandaian tinggi, jumlahnyapun banyak sekali! Aku sendiripun bisa menghadapi mereka dengan nekad, hidup atau mati terserah kepada Tuhan! Sedangkan kalian bagaimanapun tak boleh mencampuri urusanku ini!”
(more…)

Advertisements

Pendekar Empat Alis

Filed under: Gu Long, Pendekar Empat Alis — Tags: — ceritasilat @ 10:54 am

Pendekar Empat Alis
Buku 01: Kekaisaran Rajawali Emas
Bab 09: Kematian Yang Begitu Aneh
Oleh Gu Long

===========================
Terima Kasih Kepada Ansari
===========================

Kereta itu tidak terlalu besar, hanya cukup untuk menampung 4 orang penumpang. Kuda-kuda yang menarik kereta itu sangat terlatih, walaupun kereta sedang berjalan di atas jalan berlumpur, kedudukannya tetap sangat stabil. Ma Siu-cin dan Ciok Siu-hun duduk di satu jok, sedangkan Sun Siu-jing dan Yap Siu-cu duduk di hadapan mereka.

Kereta itu telah menempuh perjalanan yang panjang, Ciok Siu-hun tiba-tiba melihat semua orang sedang menatapnya. Ia pura-pura tidak tahu, tapi akhirnya tak tahan untuk tidak mencibirkan bibirnya dan menantang semua orang.
(more…)

Rahasia Peti Wasiat (08)

Filed under: Gu Long, Rahasia Peti Wasiat — Tags: — ceritasilat @ 10:43 am

Rahasia Peti Wasiat (08)
Oleh Gu Long

Dalam pada itu Liong It-hiong dan Bun-hiong sudah beberapa puluh jurus bergebrak dengan Hek-pek-ji-long, mereka telah mengeluarkan segenap kemahiran Kungfunya tetap juga sukar menahan serangan kedua serigala hitam putih yang lihai itu.

Liong It-hiong merasa kotak hitam itu masih dikuasai olehnya, rasanya tidak perlu mengadu jiwa dengan lawan, segera ia berteriak, “Pang-heng, ayolah kita angkat kaki saja!”
(more…)

Kisah Pengelana di Kota Perbatasan (08)

Filed under: Gu Long, Kisah Pengelana di Kota Perbatasan — Tags: — ceritasilat @ 10:01 am

Kisah Pengelana di Kota Perbatasan
Bab 08. Kehangatan Angin Musim Semi
Oleh Gu Long

Dari ujung jalan yang panjang, seseorang berjalan dengan perlahan menuju ke arah mereka, setiap langkahnya terlihat sangat sulit dan berat. Fu Hong Xue.

Dia masih menggenggam goloknya dengan erat ditangannya, selangkah demi selangkah dia menyeret dirinya ke arah mereka. Tidak ada apapun di dunia ini yang dapat mengubah arah langkahnya.
(more…)

Pendekar Baja (10)

Filed under: Gu Long, Pendekar Baja — Tags: — ceritasilat @ 3:29 am

Pendekar Baja (10)
Oleh Gu Long

Bukan saja mampu meluputkan diri dari dua jurus serangan keji, gerak-gerik lawan ternyata juga aneh dan lincah, mau-tidak-mau si nyonya tampak gugup, bentaknya beringas, “Masih ada sejurus, sambutlah!”

Kembali telapak tangannya didorong perlahan, gayanya mirip jurus pertama tadi.
(more…)

Duke of Mount Deer (14)

Filed under: Duke of Mount Deer, Jin Yong — Tags: — ceritasilat @ 1:55 am

Duke of Mount Deer (14)
Oleh Jin Yong

‘Bagaimana aku harus bersikap agar orang tua ini tidak terus menerus memegangi aku?’ pikirnya kembali. ‘Kalau aku lolos, pertama-tama yang kulakukan adalah memadamkan semua lilin di atas meja itu agar ruangan ini menjadi gelap gulita.

Dengan demikian akan ada kesempatan bagiku untuk meloloskan diri.’ Diam-diam Siau Po memperhatikan orang-orang yang ada dalam ruangan itu. Kebanyakan terdiri dari laki-laki, ada beberapa hwesio dan tosu di antaranya. Juga terdapat beberapa wanita yang membawa senjata di pinggangnya.
(more…)

Misteri Kapal Layar Pancawarna (12)

Filed under: +Misteri Kapal Layar Pancawarna, Gu Long — Tags: — ceritasilat @ 1:47 am

Misteri Kapal Layar Pancawarna (12)
Oleh Gu Long

“Haha, bagus sekali!” seru Ciu Hong dengan tertawa. “Cukup ucapanmu yang singkat ini dapatlah menyelamatkan diriku dari kerubutan kaum betina ….”

“Ini namanya pucuk dicinta ulam tiba dan seharusnya Ciu-heng bergembira,” desis Li Beng-sing. “Tapi apa yang kulakukan tentu saja ada maksudnya. Apakah Ciu-heng tahu akhir-akhir ini di dunia persilatan telah terjadi lagi beberapa peristiwa penting. Suasana dunia Kangouw terasa mulai guncang lagi. Inilah saatnya kaum kita harus bertindak. Bilamana Ciu-heng bersedia bekerja sama denganku, kuyakin segala sesuatu pasti akan berjalan lancar.”
(more…)

Create a free website or blog at WordPress.com.