Kumpulan Cerita Silat

14/01/2008

Perguruan Sejati (12)

Filed under: Gu Long, Perguruan Sejati — Tags: — ceritasilat @ 2:16 pm

Perguruan Sejati (12)
Oleh Gu Long

=============================
(Terima kasih kepada alimuda)
=============================

“Waduh, sampai lupa memperkenalkan ” kata Lim Siok Bwee, dipanggilnya seorang pelayan “Panggil siocia kesini! Akan kusuruh mengantar tamu!”

Mendengar ini Tiong Giok mendekati Siau Bwee “Lekas turun!”
(more…)

Advertisements

Pendekar Empat Alis

Filed under: Gu Long, Pendekar Empat Alis — Tags: — ceritasilat @ 10:53 am

Pendekar Empat Alis
Buku 01: Kekaisaran Rajawali Emas
Bab 07: Ketua dan Sektenya
Oleh Gu Long

===========================
Terima Kasih Kepada Ansari
===========================

Sinar bulan terang benderang. Waktu fajar masih 6 jam lagi.

Liok Siau-hong telah kembali ke losmen di mana ia menginap dan memesan semeja penuh arak dan makanan.
(more…)

Pendekar Empat Alis

Filed under: Gu Long, Pendekar Empat Alis — Tags: — ceritasilat @ 10:52 am

Pendekar Empat Alis
Buku 01: Kekaisaran Rajawali Emas
Bab 06: Pedang Dihunus dan Orang-orang pun Mati
Oleh Gu Long

===========================
Terima Kasih Kepada Ansari
===========================

Pesta itu diadakan di sebuah villa yang dibangun di tengah kolam air. Sekelilingnya tampak menghijau karena bunga teratai yang tumbuh di dalam kolam, tapi pagar villa itu sendiri dicat merah menyala.

Tirai-tirainya yang bertaburkan mutiara telah dinaikkan. Angin samar-samar membawa keharuman bunga teratai yang baru mekar.
(more…)

Rahasia Peti Wasiat (06)

Filed under: Gu Long, Rahasia Peti Wasiat — Tags: — ceritasilat @ 10:41 am

Rahasia Peti Wasiat (06)
Oleh Gu Long

“Hahh,” Bun-hiong terkejut. “Masa Giok-nio adik perempuan Eng-jiau-ong (si Raja Cakar Elang) Oh Kiam-lam?”

“Sangat mengherankan bukan?” ujar It-hiong dengan tersenyum.
(more…)

Pendekar Baja (08)

Filed under: Gu Long, Pendekar Baja — Tags: — ceritasilat @ 3:26 am

Pendekar Baja (08)
Oleh Gu Long

Baru sekarang Cu Jit-jit tahu bahwa Tio-lotoa ternyata salah seorang pengagum Tiong-goan-beng-siang, melihat belasan lelaki merubung tiba, lekas Jit-jit jambret bahu Tio-lotoa terus dilemparkan ke arah dua lelaki yang memburu datang lebih dulu.

Sudah tentu kedua orang itu tidak kuat menahannya. Tiga orang terguling mencium tanah, sementara orang lain yang memburu tiba jadi kaget dan merandek, tapi Jit-jit lantas menerjang maju.
(more…)

Kisah Pengelana di Kota Perbatasan (06)

Filed under: Kisah Pengelana di Kota Perbatasan — Tags: — ceritasilat @ 3:03 am

Kisah Pengelana di Kota Perbatasan
Bab 06. Golok Yang Terkubur
Oleh Gu Long

Matahari pagi mulai memancar dari timur.

Aroma tajam yang muncul pada malam hari telah hilang ditiup oleh angin.
(more…)

Duke of Mount Deer (12)

Filed under: Duke of Mount Deer, Jin Yong — Tags: — ceritasilat @ 1:54 am

Duke of Mount Deer (12)
Oleh Jin Yong

Sejak masa purbakala, kota Yang Ciu sudah terkenal sebagai daerah istimewa. Apalagi sekarang. Sepanjang hari kota Yang Ciu selalu ramai. Berbagai toko memenuhi sepanjang jalan.

Tahun pertama kedudukan kaisar Kong Hi dari dinasti Ceng. Di samping telaga Siu Sai, Yang Ciu, ada sebuah bangunan besar tempat hiburan. Saat ini baru masuk musim semi, lentera-lentera tergantung menerangi seluruh tempat itu. Bangunan yang bernama Li Cun Goan mengumandangkan berbagai jenis suara. Ada ketukan bambu, ada suara teriakan para laki-laki yang sedang bertaruh kepalan tangan. Ada pula suara tertawa cekikikan. Maklumlah, Li Cun Goan memang menyediakan banyak wanita penghibur. Ada juga yang sudah setengah mabuk sehingga bernyanyi-nyanyi dengan suara sumbang. Pokoknya suasana bising sekali sampai di taman pun terdengar jelas.
(more…)

Misteri Kapal Layar Pancawarna (10)

Filed under: +Misteri Kapal Layar Pancawarna, Gu Long — Tags: — ceritasilat @ 1:45 am

Misteri Kapal Layar Pancawarna (10)
Oleh Gu Long

Dalam pada itu perlahan Toh-liong-cu sedang mendekati Thi Un-hou dan lain-lain, namun orang-orang itu tidak dihiraukan, langsung ia hendak masuk ke anjungan kapal.

Serentak Thi Un-hou dan Li Eng-hong menerjang maju, dua macam senjata, satu keras dan satu lemas, satu panjang dan satu pendek, sekaligus menyerang dari kanan dan kiri.
(more…)

Create a free website or blog at WordPress.com.