Kumpulan Cerita Silat

12/01/2008

Kisah Pengelana di Kota Perbatasan (04)

Filed under: Gu Long, Kisah Pengelana di Kota Perbatasan — Tags: — ceritasilat @ 9:52 am

Kisah Pengelana di Kota Perbatasan
Bab 04. Hidup Dan Mati Dengan Golok
Oleh Gu Long

Golok tersebut benar-benar berhenti, tidak meneruskan gerakannya!

Tidak ada seorangpun yang tahu apa yang akan terjadi bila Gong Sun Duan menyelesaikan sabetannya.

Ye Kai menghela napas panjang khawatir, sesaat dia memandang kepada Majikan Gedung Sepuluh Ribu Kuda sambil tersenyum.

“Luar biasa! Benar-benar gagah, sungguh-sungguh berani! Anda pasti Pendekar Fu, sampai-sampai Guru Hua tidak kali gagal mengundang anda,” Ma Kong Qun berkata sambil tersenyum lebar.

“Betul, dialah orangnya.” Ye Kai berkata.

“Pendekar Fu, sungguh sangat terhormat bagi kami dengan kehadiran anda disini. Silahkan, silahkan duduk.” Ma Kong Qun berkata.

Gong Sun Duan membalikan badan kepada Ma Kong Qun dan berkata,”Tapi goloknya …”

“Saat ini yang aku lihat hanya seseorang. Aku tidak melihat goloknya sama sekali.” Ma Kong Qun menjawab.

Arti dari perkataan tersebut amat sangat mendalam. Bukankah maksud perkataannya adalah kecemerlangan orangnya menutupi kegelapan goloknya? Atau mungkin maksud yang sebenarnya dari perkataannya adalah senjata yang sebenarnya adalah si orang bukan goloknya.

Gong Sun Duan menggertakan giginya, seluruh otot dibadannya bergetar. Tiba-tiba dia menghentakan kakinya, dan terdengar bunyi SRRIINNGG, goloknya telah dimasukan kembali ke sarungnya.

Setelah beberapa saat, Fu Hong Xue mulai berjalan melewatinya dengan langkahnya yang berat dan duduk. Tangannya masih menggenggam goloknya dengan keras.

Dia meletakan tangan kanannya disebelah pedang MuRong Ming Zhu yang dihiasi oleh batu permata. Namun, goloknya yang berwarna hitam seolah-oleh menyerap cahaya yang keluar dari batu permata tersebut.

MuRong Ming Zhu sepertinya juga merasakan nyawanya tersedot juga. Paras wajahnya memucat marah, tiba-tiba dia berdiri.

Yun Zai Tian yang mengamatinya sepanjang waktu, menatap padanya dan berkata,” Engkau …”
MuRong Ming Zhu tidak membiarkan dia berkata dan mencaci,”Kalau seseorang dapat membawa goloknya memasuki Gedung Sepuluh Ribu Kuda, kenapa aku tidak boleh membawa pedangku?”

“Baik boleh, tapi …”Yun Zai Tian berkata.

“Tapi apa?” MuRong Ming Zhu berkata.

Yun Zai Tian memperlihatkan seringainya dan berkata,” Tapi aku tidak yakin apakah engkau seseorang yang cukup berani untuk hidup dengan pedang dan mati dengan pedang.”

MuRon Ming Zhu seperti tertampar. Matanya perlahan-lahan memandang ke arah Gong Sun Duan dan ototnya lengannya yang menonjol sementara dia merasakan tubuhnya masih membeku.

Luo Luo Shan yang masih masih tertidur di atas meja, seperti orang yang mabuk selamanya, tiba-tiba mengangkat lengannya dan membanting tangannya ke atas meja sambil berseru,”Ha! Pertanyaan yang bagus!”

Tiba-tiba, MuRong Ming Zhu dengat cepat menggerakan tangannya ke arah pedangnya dan hendak mengambilnya dari atas meja.

Namun sementara jarinya belum lagi menyentuh gagang pedang, terdengar suara keras logam beradu di udara sementara tujuh buah pedang melayang ke atas meja.

Tujuh buah pedang yang dihias dengan sangat mewah dengan batu permata yang berkilauan tertimpa cahaya lampu.

Tangan MuRong Ming Zhu berhenti di udara sementara jarinya kaku membeku.

Tidak ada yang tahu kapan Hua Men Tian telah memasuki ruangan. Tidak ada ekspresi di wajahnya, sementara dengan dingin dia berkata,”Bila engkau nekad membawa pedang, kenapa engkau tidak menyandang semua pedang itu di pinggangmu.”

Luo Luo Shan tiba-tiba tertawa dan berkata,”Gedung Sepuluh Ribu Kuda sungguh-sungguh tempat yang tidak boleh dipandang sebelah mata, tempat berkumpulnya pendekar hebat. Sepertinya beberapa orang yang datang malam ini tidak dapat keluar dengan hidup-hidup.”

Ma Kong Qun masih duduk diam sementara tangannya di atas meja. Posisi tubuhnya masih tegak, setegak panah.

Tidak perduli apa yang sedang terjadi di sana, nampaknya dia selalu menempatkan dirinya diluar yang bukan urusannya.

Bahkan sedikitpun dia tidak melirik ke arah MuRong Ming Zhu.

Kelihatannya seluruh darah telah menguap dari wajah MuRon Ming Zhu. Dia menatap pedangnya di atas meja dan setelah beberapa saat dia berhasil mengumpulkan keberaniannya dan berkata,” Dimana mereka semua?”

“Mereka semua masih hidup.”Hua Men Tian berkata.

Yun Zai Tian tertawa dan menambahkan,”Sangat sedikit jumlah orang di dunia ini yang berani hidup dan mati dengan pedangnya.”

“Itulah sebabnya orang pintar tidak membawa golok atau pedang.”Luo Luo Shan berkata sambil tersenyum.

Sebagian badannya masih tergeletak di atas meja, terlihat setengah serius dan setengah mabuk. Tangannya meraih-raih sementara dia bergumam,” Dimana araknya? Bagaimana mungkin tempat ini dipenuhi dengan pedang dan golok, tapi tidak ada setetespun arak?”

Akhirnya senyum tergambar di wajah Ma Kong Qun dan berkata,”Pertanyaan yang bagus! Tujuan utama aku mengundang kalian semua hari ini ke sini adalah untuk minum sepuasnya. Lekas bawa keluar arak!”

Luo Luo Shan mengangkat kepalanya, melihat kepada Ma Kong Qun dengan matanya yang mabuk dan berkata,”Apakah anda membiarkan kami pergi setelah mabuk?”

“Tepat sekali!” Ma Kong Qun berkata.

“Bagaimana bila aku sudah mabuk sebelumnya? Apakah aku masih boleh pergi?”Luo Luo Shan berkata.

“Tentu saja, mengapa tidak.” Ma Kong Qun berkata.

Luo Luo Shan tertawa lebar sementara kepalanya kembali terjatuh ke atas meja,” Sekarang aku bisa tenang … dimana araknya? Bawa keluar araknya!”

Arak telah dibawa keluar.

Guci emas, gelas arak yang besar, arak yang berwarna hijau.

Paras wajah MuRong Ming Zhu telah berubah menjadi hijau saat ini. Dia tidak tahu apakah harus duduk atau berjalan keluar.

Ye Kai tiba-tiba memukulkan tangannya ke atas meja dan berkata,” Arak yang enak, teman-teman yang mengagumkan, sungguh sayang tidak ada musik yang mengiringi.
Aku dengar Saudara MuRong ahli dalam ilmu silat dan sastra, dan juga sangat menyukai musik. Aku yakin Saudara Murong dapat menghibur kita dengan lagunya?”

MuRong Ming Zhu tiba-tiba terbangun kesadaraannya dan melihat ke arah Ye Kai.
Beberapa orang dapat memperlihatkan senyumnya tanpa ada kebencian yang tersembunyi di dalamnya, senyum yang tulus. Ye Kai adalah salah seorang seperti itu.

MuRong Ming Zhu yang telah terdiam beberapa saat akhirnya menarik napas lega dan berseru,” Baik!”

“Kerajaan langi, kerajaan dunia. Darah menetes dari mata, bulan tidak bersinar. Sekali masuk Gedung Sepuluh Ribu Kuda, golok terpotong, usus akan hancur.”

Paras wajah Yun Zai Tian berubah.

Mendadak Gong Sun Duan berbalik dan memandangnya dengan tangan di golok.

Ma Kong Qun adalah satu-satunya orangnya yang paras wajahnya tidak berubah. Dia sementara itu masih terlihat bergembira.

MuRong Ming Zhu meneguk gelas araknya. Arak tersebut mengalir keseluruh tubuhnya dan dengan berani dia berseru,”Aku tidak yakin bila salah seorang pernah mendengar ini sebelumnya?”

“Aku pernah!”Ye Kai berkata.

“Dan apa kesanmu setelah mendengarnya?”MuRong Ming Zhu bertanya.

“Aku melihat satu hal yang sangat membuatku penasaran.”Ye Kai berkata.

“Hanya satu dari semua?” MuRong Ming Zhu bertanya.

“Betul sekali, hanya satu dari semua.”Ye Kai menjawab.

“Yang mana?” MuRong Ming Zhu berkata.

Ye Kai menutup matanya dan mulai bernyanyi,”Golok terpotong, usus akan hancur … golok terpotong, usus akan hancur.”

Dia mengulangi terus menerus kedua bait tersebut dan tiba-tiba membuka matanya dan melihat kepada Majikan Gedung,”Apakah anda mengetahui apa yang membuat ku bertanya-tanya terhadap kedua bait tersebut?”

“Harap jelaskan ke kami.”Ma Kong Qun berkata.

“Golok terpotong, usus akan hancur. Kenapa bukan pedang akan terpotong, kenapa harus secara gamblang menyebutkan golok terpotong?” Ye Kai berkata.

Matanya menari-nari ke arah MuRong Ming Zhu, kemudian ke Fu Hong Xue, dan kemudian kembali ke Majikan Gedung.

Fu Hong Xue tetap duduk terdiam di tempat duduknya sementara matanya menatapa pada golok di tangannya sementaara pupil matanya mulai bergerak.

MuRong Ming Zhu perlahan-lahan menarik kursinya sementara senyum terlihat di ujung mulutnya. Matanya memperlihatkan perasaan terima kasihnya kepada Ye Kai.

Laba-laba Terbang tidak pernah berbicara sepatah katapun sejak tiba, oleh karena itu dia berkesempatan mengamati dengan seksama selama ini.

Dan sesaat, dia memutuskan bahwa Ye Kai seseorang yang berharga untuk menjadi seorang kawan.

“Akan menjadi lebih baik dan lebih mudah untuk mejadikannya teman dari pada menjadi lawan.”

Saat Laba-laba Terbang menyadari hal ini, dia mengangkat segelas arak di depannya dan berkata,” Betul sekali. Bagaimana lagu itu menyebutkan golok terpotong bukannya pedang? Apa yang menjadi latar belakang hal ini sebenarnya?”

Hua Men Tian melihat dengan kesal dan berkata dengan dingin,” Baiklah, bila semua orang ingin mengetahuinya, maka setiap orang harus menanyakan kepada yang menyanyikannya.”

Ye Kai menganggukan kepalanya dan berkata,” Benar sekali, kelihatannya aku telah bertanya kepada orang yang salah …”

“Ketua Ma, jadi anda mengatakan … “Ye Kai berkata.

“Apakah kalian semua pernah mendengar perkataan, Kuda dan Golok Guang Dong, Tidak Ada Tandingannya Di Dunia?” Ma Kong Quan berkata.

“Kuda dan Golok Guang Dong? Jadi anda berpendapat ada hubungan antara kuda dan golok?” Ye Kai berkata.

“Tidak hanya berhubungan, akan tetapi terdapat hubungan yang sangat mendalam di antara keduanya.” Ma Kong Quan menjawab.

“Oh!” Ye Kai berseru.

“Dua puluh tahun yang lalu, hanya ada Gedung Golok Dewa, sementara tidak ada yang pernah mendengar Gedung Sepuluh Ribu Kuda.” Ma Kong Qun berkata.

“Namun dua puluh tahun kemudian, hanya ada Gedung Sepuluh Ribu Kuda, tidak ada yang mendenganr Gedung Golok Dewa lagi.”Ye Kai berkata.

Senyum di wajah Ma Kong Qun perlahan-lahan menghilang sesaat dia tenggelam dalam suasana hati yang kelam. Setelah terdiam beberapa lama, dia akhirnya menghela napas panjang dan berkata dengan serius,” Penyebab semua ini adalah karena semua anggota Gedung Golok Dewa telah lenyap seluruhnya delapan belas tahun yang lalu!”

Meskipun paras wajahnya masih tenang, keriput di wajahnya terlihat memancarkan dendam yang membara yang membuat urat syaraf setiap orang menjadi terasa dingin membeku.

Setiap orang yang menatap matanya, tidak akan berani menatap untuk kedua kalinya.

Namun Ye Kai masih menatapnya dan kembali bertanya,”Bagaimana orang-orang Gedung Golok Dewa mati?”

“Oleh golok!” Ma Kong Qun berkata.

Luo Luo Shan memukulkan tangannya ke atas meja dan kembali dia menggumam,” Ada ungkapan dimana perenang yang tangguh kemungkinan akan mati tenggelam, betapa ironisnya Golok Dewa juga jatuh oleh golok yang lainnya. Betapa ironisnya, betapa ironisnya … dimana araknya?”

Ma Kong Qun menatap ke tangannya yang telah kehilangan ke empat jarinya dan perlahan dia berkata,”Gedung Golok Dewa dan Gedung Sepuluh Ribu Kuda telah menjadi seperti saudara. Namun salah satunya secara kejam telah dibantai habis saat badai salju, setiap orang dipenggal kepalanya saat itu! Selama delapan belas tahun, hutang darah ini tidak pernah dapat dilupakan oleh Gedung Sepuluh Ribu Kuda!”

Dia mengangkat kepalanya, menatap Ye Kai dan berkata,” Sekarang apakah engkau mengerti latar belakang bait ‘golok terpotong’?”

Ye Kai tidak juga memalingkan wajahnya, matanya dengan tajam masih menatap dan mengamati lebih jauh,”Selama delapan belas tahun, apakah Ketua Ma berhasil menemukan pembunuhnya?”

“Belum.” Ma Kong Qun berkata.

“Ketua Ma, tangan anda …” Ye Kai berkata.

“Jariku terpotong oleh golok yang sama.” Ma Kong Qun menjawab.

“Ketua Ma mengenali goloknya tapi tidak mengenali orang yang menggunakannya?” Ye Kai bertanya kembali.

“Kamu tidak dapat membuka mata golok dengan kerudung hitam.” Ma Kong Qun menjawab.

Ye Kai tersenyum dan berkata,” Anda benar sekali. Bila mata golok terbuka, maka tidak dapat digunakan untuk membunuh.”

Fu Hong Xue, yang hingga saat ini masih menatap tajam golok di tangannya, tiba-tiba bertanya,”Bagaimana bila golok tersebut masih terdapat di dalam sarungnya?”

“Bila golok masih terdapat di dalam sarungnya, sudah pasti tidak dapat membunuh.” Ye Kai berkata.

“Bila golok masih di dalam sarungnya, maka golok tesebut pasti disembunyikan, takut goloknya akan dikenali?” Fu Hong Xue berkata.

“Aku tidak yakin, tapi aku tahu satu hal.” Ye Kai berkata.
Fu Hong Xue mendengarkan.
“Bila seseroang terlibat tragedi tersebut delapan belas tahun yang lalu, maka dapat dipastikan orang tersebut tidak akan membawa goloknya ke Gedung Sepuluh Ribu Kuda.” Ye Kai tersenyum dan menambahkan,” Kecuali orang gila, karena itu lebih masuk akal bila membawa pedang atau tombak.”

Fu Hong Xue perlahan-lahan memindahkan tatapannya dari goloknya ke senyum Ye Kai. Raut muka yang sangat tidak biasa terlihat di wajahnya.

Untuk pertama kalinya dia melihat seseorang sekian lama – dan mungkin itu adalah hal yang serius juga.

Terlihat dari mata MuRong Ming Zhu, nampaknya pengaruh arak perlahan-lahan telah mulai terasa, kemudian tanpa tertahan dia berseru,”Hal ini lebih dari pada kejadian delapan belas tahun yang lalu, siapa yang perduli seseorang membawa pedang atau golok”

“Bukan begitu.”Hua Men Tian berkata.

“Baiklah, dengan pengecualian Tuan Luo, setiap orang disini pasti masih anak-anak saat tragedi itu terjadi. Mungkin seseorang dari kita akan membunuh yang lainya kemudian?” MuRong Ming Zhu berkata.

Hua Men Tian tiba-tiba mengubah arah pembicaraan dan bertanya,” Aku mau bertanya kepada Saudara MuRong apakah anda sudah menikah atau belum?”

MuRong Ming Zhu mencoba memahami mengapa Hua Men Tian menanyakan hal ini namun hanya anggukan kepala sebagai jawabannya.

Bila pada saat itu kamu sudah tua dan uzur, namun masih belum dapat membalas dendam, yang akan membalas dendam untukmu?” Hua Men Tian berkata.

“Sudah pasti anakku.” MuRong Ming Zhu menjawab.

Hua Men Tian tersenyum dan tidak bertanya lebih lanjut, karena dia memang tidak memerlukannya.

MuRong Ming Zhu terlihat terkejut, namun dia tersenyum memaksa dan berkata,”Apakah engkau menduga salah satu dari kita hari ini adalah keturunan yang terbunuh delapan belas tahun yang lalu?”

Hua Men Tian tidak menjawab – namun kadang-kadang tidak menjawab sebetulnya telah menjawab.

Wajah MuRong Ming Zhu memerah dan berkata,” Bila seperti itu, maka Majikan Gedung memiliki maksud yang lain dipikirannya saat mengundang kami kesini dengan alasan untuk menjamu kami arak.”

“Tepat sekali!” Ma Kong Qun menjawab.

“Jadi apa maksud anda yang sebenarnya!” MoRung Ming Zhu berkata.

“Dimana ada orang-orang, maka pasti ada anak ayam dan anjing. Di jalan saat menuju kesini, apakah engkau mendengar suara anak ayam berciap atau anjing menggonggong?”Ma Kong Qun bertanya.

“Tidak, tidak sama sekali.” MuRong Ming Zhu menjawab.

“Dan tahukah kamu penyebab semua ini?” Ma Kong Qun berkata.

“Mungkin, tidak ada seorangpun yang membawa anak ayam atau anjing?” MuRong Ming Zhu berkata.

“Memangnya engkau tidak mengira bahwa tidak ada seorang pun disini yang berburu atau memelihara anjing di daerah terbuka di perbatasan?” Ma Kong Qun berkata.

“Apakah ada?”Mu Rong Ming Zhu berkata.

“Ketua Hua sendiri memelihara kurang lebih delapan belas anjing.” Ma Kong Qun berkata.

MuRong Ming Zhu menatap Hua Men Tian dari ujung matanya dan berkata,”Mungkin anjing yang dipelihara oleh Ketua Hua tidak menggonggong – anjing yang yang menggigit orang biasanya tidak menggonggong.”

“Tidak ada sesuatu hal di dunia ini kecuali anjing yang tidak menggonggong.” Hua Men Tian berkata.

Luo Luo Shan tiba-tiba mengangkat kepalanya dan berkata,” Ada satu jenis anjing yang tidak menggonggong.”

“Anjing mati?” Hua Men Tian berkata.

“Tepat sekali, anjing mati. Hanya anjing mati yang tidak menggonggong, dan hanya orang mati yang tidak berbicara …” Luo Luo Shan menggumam.

Hua Men Tian mengerenyitkan alisnya dan berkata,” Dan bagaimana dengan pemabuk?”

“Pemabuk tidak hanya banyak bicara, mereka juga biasanya bicara hal-hal yang menjengkelkan.” Luo Luo Shan berucap.

“Apakah itu benar.” Hua Men Tian berkata.

“Kebenaran biasanya membuat orang muak, bukankah itu sudah engkau katakan? Sekarang dimana arak?” Luo Luo Shan berseru diikuti dengan tertawa.

Tetapi suara ketawanya mendadak berhenti seiring dengan kepalanya terjatuh lagi ke atas meja.

Terlihat mimik muak di wajah Hua Men Tian dan dia megerutkan alisnya.

“Kami sesungguhnya memelihara dua puluh satu anjing jantan dan enam belas anjing betina. Kita juga beternark kurang lebih tiga ribu sembilan puluh anak ayam, dan biasanya mereka menghasilkan tiga ratus telur setiap hari. Dan juga kita memotong empat puluh ekor ayam setiap harinya, tidak termasuk jumlah di atas.” Yun Zai Tian berkata.

Entah untuk maksud apa dia membicarakan jumlah anjing dan ayam yang dipelihara di Gedung Sepuluh Ribu Kuda secara mendetil.

Ye Kai tersenyum dan berkata,”Berapa banyak ayam betina dan berapa banyak ayam jago? Bila jumlah ayam betina jauh melebihi ayam jago, maka mungkin engkau harus menambah jumlah ayam jago agar seimbang. Jadi akan mempengaruhi jumlah telur yang akan ditetaskan.”

“Terima kasih untuk perhatiannya, tapi saat ini sudah tidak berguna lagi.” Yun Zai tian berkata.

“Mengapa begitu?” Ye Kai berkata.
Raut wajah Yun Zai Tian berubah marah dan perlahan dia berkata,” Tiga puluh tujuh anjing dan tiga ratus sembilan puluh tiga ayak telah terbantai dalam satu malam.”

” Bagaimana meraka terbantai?” Ye Kai bertanya.

” Semuanya terbantai dengan kepala terpotong.” Yun Zai Tian berkata dengan suara yang dalam.

” Bila Ketua Yun sedang mencari tersangka yang melakukan pembantaian terhadap anjing dan ayam, aku rasa aku memiliki petunjuk.”MuRong Ming Zhu berkata sambil tersenyum.

“Oh?” Yun Zai Tian berkata.

“Orang tersebut pasti tukang masak atau pekerja di dapur. Bila kamu menanyakan aku untuk membunuh ayam-ayam tersebut dalam sekali tindakan, rasanya aku tidak akan sanggup.”MuRong Ming Zhu berkata.

“Itu bukan perbuatan tukang masak.” Yun Zai Tian berkata.

“Bagaimana engkau bisa menebak hal itu?” MuRong Ming Zhu berkata.

“Orang yang dapat membantai empat ratus ayam tanpa siapapun mengetahuinya atau mendengar suara apapun, kecepatan goloknya pasti sangat menakutkan!” Yun Zain Tian berkata.
Ye Kai menganggukan kepalanya dan berkata,”Pasti golok yang sangat menyeramkan!”

“Dengan golok secepat itu, lupakan tentang ayam. Aku yakin dia dapat membunuh seseorang dengan sangat mudahnya.” Yun Zai Tian berkata.

“Semua itu tergantung siapa yang akan dibunuh.” Ye Kai berkata sambil tersenyum.
Mata Yun Zai Tian perlahan-lahan bergerak ke arah Fu Hong Xue dan berkata,”Golok ditanganmu itu, apakah dapat membunuh empat ratus ekor ayam tanpa bersuara dalam sekejap?”

“Aku tidak akan menggunakan golok ini bila hanya untuk membunuh anjing dan ayam.”Fu Hong Xue menjawab.

“Sekarang aku mengerti.” Yun Zai Tian berkata.

“Apa itu?” Ye Kai berkata.

“Bila seseorang dengan kemampuan sehebat itu, mengapa dia datang malam-malam untuk membantai anjing dan ayam?” Yun Zai Tian berkata.

“Bila orang tersebut betul-betul sudah gila, pasti dia orang yang benar-benar sangat kurang kerjaan.” Ye Kai berkata sambil tersenyum.

“Apakah engkau masih belum mengerti latar belakang kenapa orang tersebut melakukan hal itu?” Yim Zai Tian berkata.

“Aku betul-betul tidak tahu.” Ye Kai berkata.

“Baiklah, bila kamu belum pernah melihatnya, paling tidak kamu pasti pernah mendengar seseorang pernah mengatakan sebelumnya.” Yun Zai Tian berkata.

“Dan perkataan apa itu?” MuRong Ming Zhu bertanya.
Pandangan yang menyeramkan terlihat di mata Yun Zai Tian sesaat dia perlahan-lahan mengeluarkan perkataan,” Tidak mengecualikan ayam maupun anjing!”

“Tidak mengecualikan ayam maupun anjing … mengapa seseorang sampai tidak mengecualikan ayam maupun anjing?” MuRong Ming Zhu berkata dengan raut muka penuh tanda tanya.

“Bila engkau hendak membantai seluruh isi rumah, kamu tidak akan menyisakan sedikitpun kehidupan!” Yun Zai Tian berkata.

“Mengapa seseorang mencoba untuk … apakah engkau hendak mengatakan pembunuh delapan belas tahun yang lalu kembali lagi untuk menyelesaikan pekerjaannya?” MuRong Ming Zhu berkata.

“Itu pasti mereka.” Yun Zai Tian berkata. Kelihatannya dia berusaha untuk mengendalikan kemarahannya, raut mukanya mulai berubah. Dia menenggak segelas arak dan berteriak,” Itu pasti mereka! Siapa lagi yang dapat melakukan hal itu!”

“Mengapa engkau seyakin itu?” MuRong Ming Zhu berkata.
“Bila bukan pembunuh yang sama, mengapa mereka pertama-tama membunuhi seluruh anjing dan ayam? Sudah jelas mereka sedang berusaha mengejek kita! Bila orang lain, mereka hanya membuang waktu dan tenaga saja.” Yun Zai Tian berkata.

“Namun, kenapa maksudnya harus mengejek?” MuRong Ming Zhu berkata.
Yun Zai Tian mengepalkan tangannya sementara butiran keringat mulai tampak di dahinya. Dia menggertakan giginya dan berteriak,” Karena mereka tidak menginginkan kita mati dengan cepat dan mudah, mereka mau menyiksa kami perlahan-lahan!”

Terdengar suara kuda meringkik dikejauhan, selain itu Gedung Sepuluh Ribu Kuda tenggelam dalam kesunyian yang mencekam.

Angin musim gugur melolong dengan sedih. Hawa pembunuhan memenuhi seluruh udara.

Malam musim gugur diperbatasan biasanya membuat badan beku kedinginan dari kepala hingga ke ujung kaki.

Fu Hong Xue masih menatap goloknya, sementara Ye Kai tanpa bersuara mengamati setiap orang disana.

Gong Sun Duan mulai meneguk anggurnya gelas demi gelas tanpa henti.
Hua Men Tian berjalan pulang pergi dengan tangan di belakang di depan lukisan besar kuda.

Wajah Laba-laba Terbang memucat, dia menatap atap langit-langit. Siapa yang tahu apa yang dia lihat?

Arak yang diminum oleh MuRong Ming Zhu telah keluar kembali menjadi keringat dingin – bila dia tidak ada hubungannya dengan peristiwa delapan belas tahun yang lalu, kenapa dia merasa ngeri seperti itu?

Ma Kong Qun tetap duduk dengan tegak di ujung meja sepertinya dia sedang tidak terpengaruh dengan yang sedang terjadi saat ini.

Namun kedua tangannya menekan ke atas meja sehingga mulai membantuk bekas tekanan pada permukaan meja.

“Arak menghilangkan seribu kekhawatiran, pemabuk adalah yang terbaik.”
Namun, apakah Luo Luo Shan benar-benar mabuk?

Ye Kai memperlihatkan seyumnya saat dia menyadari satu-satunya orang yang tidak berubah raut mukanya adalah dia sendiri.

Angin keras menerpa layar sementara lilin di ruangan berkedip-kedip membantuk bayangan merah pada setiap wajah di ruangan tersebut, membuat suasana makin menyeramkan.

Setelah beberapa sat, MuRong Ming Zhu tiba-tiba bertanya,” Masih ada satu hal yang aku masih belum mengerti.”

“Oh?” Yun Zai tian berkata.

“Mereka semua adalah yang melakukan pembantaian kepada anggota Gedung Golok Dewa. Engkau tentunya salah satu yang ingin menuntut balas. Mengapa mereka semua datang untuk mencari kesulitan sendiri?” MuRong Ming Zhu berkata.

“Golok Dewa dan Gedung Sepuluh Ribu Kuda sebenarnya adalah satu. Kami berbagi kemenangan dan kesengsaraan, dan kami juga menebarkan rasa kebencian dan permusuhan bersama-sama juga?” Yun Zai Tian berkata.

“Jadi engkau hendak mengatakan bahwa pembunuh tersebut masih memiliki kewajiban untuk menyelesaikan juga kepada kalian?” MuRong Ming Zhu berkata.

“Sesungguhnya kebencian yang tidak dapat dihilangkan!” Yun Zai Tian berkata.

“Lalu mengapa mereka harus menunggu hingga delapan belas tahun untuk menuntaskannya?” MuRong Ming Zhu berkata.
Yun Zai Tian terlihat seperti yang sedang melihat di kejauhan dan berkata,” Meskipun mereka dapat menyapu bersih Gedung Golok Dewa, namun mereka juga mengalami kerugian yang besar.”

“Jadi mereka tidak memiliki kekuatan yang cukup untuk mengakhiri Gedung Sepuluh Ribu Kuda dikemudian hari?” MuRong Ming Zhu berkata.

“Selama tiga puluh tahun Gedung Sepuluh Ribu Kuda berdiri di Guang Dong, tidak ada seorangpun yang berani mengganggu bahkan memotong sehelai rumputpun disini.” Yun Zai Tian berkata.

“Namun bila mereka hendak menyusun kekuatan kembali, tidak harus menunggu hingga delapan belas tahun.” MuRong Ming Zhu berkata.

Yun Zai Tian tiba-tiba menatap tajam ke arahnya dan berkata,” Mungkin mereka terlalu parah terluka dan mulai semakin tua sehingga mereka harus menunggu hingga generasi yang berikutnya dewasa untuk kemudian datang dan menyelesaikan tugasnya.”

MuRong Ming Zhu terlihat agak khawatir dan menjawab,” Ketua Yun, apakah anda benar-benar mencurigai salah satu dari kami adalah bagian dari anggota pembunuh tersebut?”

“Darah yang tercecer delapan belas tahun lalu masih segar. Apapun yang terjadi malam ini kemungkin melahirkan musuh baru yang datang. Anggota Gedung Sepuluh Ribu Kuda berjumlah ratusan, setiap nyawa dari anggota akan bergantung dari peperangan ini. Jadi sudah jelas bahwa kita harus ekstra waspada?” Yun Zai Tian berkata.

“Tapi kita semua baru saja tiba di kota malam kemaren.” MuRong Ming Zhu berkata.

“Itu karena kita semua adalah orang asing yang baru saja tiba malam kemaren oleh karena itu yang patut paling dicurigai.” Ye Kai berkata.

“Mengapa begitu?” MuRong Ming Zhu bertanya.
“Karena seluruh anjing dan ayam tersebut dibantainya kemaren malam juga.” Ye Kai berkata.

“Jadi kamu berpikir salah satu dari kita, segera langsung melakukan pembantian binatang-binatang tersebut sesaat tiba di kota? Mengapa bukan orang seseorang yang telah berdiam disini selama tujuh atau delapan hari?” MuRong Ming Zhu berkata.

“Kebencian yang telah bergolak selama delapan belas tahun mungkin tidak dapat ditahan lagi bahkan dalam semenit, apa lagi tujuh atau delapan hari.” Ye Kai berkata.
MuRong Ming Zhu mulai menyeka keringatnya di dahinya dan menggumam,” Tidak masuk akal, tidak masuk akal.”

“Masuk akal atau tidak, kita harus berterima kasih.” Ye Kai berkata.

“Berterima kasih? Kenapa harus berterima kasih?” MuRong Ming Zhu berkata.

Ye Kai mengangkat gelasnya sambil tersenyum dan berkata,”Bila kita menjadi tersangkat utama, bagaimana kita bisa merasakan arak terbaik dari Gedung Sepuluh Ribu Kuda ini?”

Luo Luo Shan tiba-tiba memukulkan tangannya kembali ke atas meja dan berkata,” Tepat sekali! Bila seseorang dapat melihat masa lalunya, maka dia pasti orang yang bahagia … arak! Berikan aku lagi arak!”

Saat ini dia sedang menuangkan arak untuk dirinya sendiri dan menenggaknya dalam sekali gerakan.

“Aku tidak bisa percaya engkau masih dapat minum setelah semua ii.”MuRong Ming Zhu berkata dengan dingin.

“Selama aku tahu bahwa aku tidak melakukan apapun, mengapa aku harus perduli seseorang memanggil aku pembunuh anjing atau pembunuh ayam? Kenapa aku tidak dapat meminum arak ini? Arak bagus … apakah kalian masih memiliki arak lagi …”Luo Luo Shan tergagap.

Saat araknya telah tiba, dia telah terkapar jatuh lagi di atas meja, mengorok dengan kerasnya.

Hua Men Tian menatapnya dengan tatapan muak di sudut matanya. Sepertinya dia ingin sekali menarik orang ini dari kursinya dan menendangnya keluar pintu.

Hua Men Tian adalah seorang yang sangat sabar, dia selalu dapat menahan amarahnya. Siapa lagi yang dapat membuat dia berdiri semalaman ditengah pasir dan angin?

Namun, sekali dia melihat Lou Lou Shan, sepertinya api kebencian tersulut di dalam dirinya. Wajah tenangnya sepertinya dapat meledakan amarahnya setiap saat.

Ye Kai melihat hal itu menggelikan.

Dia selalui menyimak setiap kejanggalan pada setiap suasana dimana dia berada. Dan dia sangat geli oleh hal itu.

Sementara dia mengamati yang lainnya, Ma Kong Qun diam-diam mengamatinya, dan melihat bahwa Ye Kai juga cukup menggelikan.

Kemudian, disengaja atau tidak kedua mata tiba-tiba bertemu. Seperti dua golok saling membacok membentuk kilatan cahaya dari kedua mata mereka.

Ma Kong Qun tersenyum hambar dan kelihatannya mau berkata sesuatu.
Namun pada saat itu, MuRong Ming Zhu tertawa lebar dan berkata,” Akhirnya aku memahami segalanya sekarang.”

“Apa yang kamu pahami?” Yun Zai Tian berkata.

“Majikan Ketiga mencurigai salah satu dari kita berlima yang baru saja tiba di Kota Perbatasan sebagai salah seorang pembunuh yang akan menuntut balas. Jadi beliau mengundang kita semua hari ini untuk mencari tahu siapakah orang itu.” MuRong Ming Zhu berkata.

“Apakah engkau mengira aku dapat melakukannya?” Ma Kong Qun berkata..

“Kemungkinan tidak. Orang tersebut pasti tidak menggunakan tanda tersebut di kepalanya. Dan, sangat tidak mungkin juga orang tersebut akan mengaku.” MuRong Ming Zhu berkata.

“Bila aku tidak akan dapat menemukannya, lalu buat apa aku membuang waktu dan tenaga?” Ma Kong Qun berkata.

“Aku juga berpikir, Majikan Ketiga pasti bukan seseorang yang berbuat sesuatu yang tidak berguna.” Ye Kai memuji.

“Saudara Ye mengenal aku dengan baik.” Ma Kong Qun berkata.

“Lalu apa tujuan anda mengundang kami kesini hari ini? Apakah kamu mempunyai pertanyaan lainnya kepada kami? Atau engkau hanya mengundang kami untuk mabuk?” MuRong Ming Zhu berteriak.

Perkataan ngawur tersebut keluar dari seseorang yang seharusnya keturunan orang gagah. Hanya tiga arak kelas nampaknya telah membuat dia lupa bahwa baru saja dia telah mempermalukan diri.

Apakah anak laki-laki dan anak perempuan dari keluarga kaya cenderung orang yang kurang berpikir?

Namun untuk alasan tertentu, Ye Kai menemukan suatu yang menggelikan. Dia melihat suatu hal yang menarik di dalam diri MuRong Ming Zhu.

Setelah hening untuk waktu yang cukup lama, Ma Kong Qun akhirnya berdiri dan berkata,” Saat ini sudah larut malam dan perjalanan ke kota cukup jauh. Aku telah menyiapkan kamar untuk para tamu malam ini. Bila tidak masalah, aku mengharapkan anda semua bermalam di sini. Dan apapun yang mau dikatakan harus menunggu hingga besok.”

Ye Kai mulai menguap dan berkata,” Betul sekali, apapun yang mau dikatakan harus menunggu hingga besok.”

“Saudara Ye merupakan orang yang mudah setuju. Sayang sekali tidak semua orang di dunia ini seperti dia.” Laba-laba terbang berkata.

“Dan kamu seperti apa?” Ma Kong Qun bertanya.

“Kalau aku, aku tidak akan setuju bahkan bila aku menghendakinya pun.” Laba-laba Terbang menjawab.

MuRong Ming Zhu menatap pada ke delepan pedang di atas meja,”Baiklah, paling tidak disini lebih nyaman dari pada bermalam di hotel di kota.”

“Saudara Fu …” Ma Kong Qun berkata.

“Kalau golokku boleh tinggal, maka aku juga tinggal.” Fu Hong Xue menjawab dengan hambar.

“Tidak! Aku tidak dapat tinggal di sini malam ini!” Luo Luo Shan tiba-tiba berteriak.”Bila pembunuh tiba-tiba datang ditengah malam dan salah duga datang kepadaku dan memotong kepalaku, bukannya aku mati dengan penasarn?”

“Apakah kamu benar-benar harus pergi?” Hua Men Tian berkata.

Mata Luo Luo Shan yang mabuk berputar-putar kemudian mengguman,” Tapi bila masih ada arak yang bagus untuk diminum hingga pagi hari, meskipun kepalaku terpenggal, aku hanya bisa menerima bahwa itu sudah nasibku.”

Semua berdiri, tidak ada seorangpun yang memaksa untuk meninggalkan gedung.

Semua merasa, meskipun malam yang akan dihadapi bukan malam yang tenang, namun merupakan pilihan yang lebih baik daripada pergi meninggalkan gedung.

Apapun dapat terjadi pada orang yang keluyuran ditengah gurun malam.

Hanya Gong Sun Duan yang masih berdiam di meja, masih minum arak segelas demi segelas …

Angin yang menusuk telah mereda, namun sinar matahari pagi kelihatannya masih jauh, masih sangat jauh.

Malam kembali menjadi sunyi. Hanya terdengar suara ringkikan kuda di kejauhan seperti ringkikan ketakutan dan raungan angin dari alam lain.

Satu-satunya lentera tergantung di ujung langit, membuat gurun yang tandus ini nampak semakin terpencil.Bulan malam di Kota Perbatasan nampak sendiri kesepian dan membuat daerahnya sekitarnya nampak seperti terkucil dari apapun di dunia ini.

ooOOOoo

Apa yang akan terjadi dengan kelima orang tamu tersebut di Gedung Sepuluh Ribu Kuda?

Advertisements

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: