Kumpulan Cerita Silat

10/01/2008

Kisah Pengelana di Kota Perbatasan (02)

Filed under: Gu Long, Kisah Pengelana di Kota Perbatasan — Tags: — ceritasilat @ 9:50 am

Kisah Pengelana di Kota Perbatasan
Bab 02. Gedung Sepuluh Ribu Kuda Guang Dong
Oleh Gu Long

Lentera yang tergantung di atas pintu utama telah meredup hampir padam.

Seseorang berdiri di bawah lentera tertawa sangat keras. Saking kerasnya, lentera di atasnya hingga bergoyang dan menjatuhkan debu yang mengotorinya ke bawah, ke muka orang tersebut.

Namun orang tersebut tidak ambil perduli.

Tidak perduli apapun yang terjadi, Ye Kai tidak mau ambil pusing.

Itu sebabnya, dia masih mengenakan baju yang dekil, robek dan kotor yang sejak telah dipakainya sejak semalam. Kemanapun dia pergi, tercium bau yang merupakan yang tidak menyenangkan, seperti gabungan dari bau rumput yang telah membusuk, baru binatang disemak-semak, dan bahkan bau bangkai busuk. Bau tersebut mengikutinya kemanapun dia beranjak.

Sementara itu dia tetap tidak beranjak disitu, kelihatannya dia sedang mengharapkan setiap orang menghargai bau busuk yang dikeluarkannya.

Sesuatu masih menggantung di lubang pakaiannya. Tetapi, bukan bunga matahari seperti malam sebelumnya. Sekarang tergantung hiasan bunga terbuat dari mutiara.

Siapa yang tahu bila hiasan tersebut jatuh dari rambut seorang gadis muda yang kemudian nyangkut ke lubang tersebut?

Dia tidak pernah memetik bunga dari batangnya, namun dia tidak ragu untuk menyematkan hiasan rambut seorang gadis muda.

Pandangan Fu Hong Xu tiba-tiba berubah ke arahnya dan menatap dengan penuh perhatian kepadanya.

Ye Kai telah berjalan sampai ke tengah jalan, tepat di hadapan orang baju putih. Cara berjalannya tidak beraturan seperti sempoyongan. Dia nampaknya sedang mabuk, seperti T’ai-Bo si penyair abadi, yang mencoba menangkap bulan di sungari. Namun, sesaat dia membuka matanya, pandangan matanya bahkan lebih tajam dari pada pandangan mata pemanah elang Genghis Khan.

Ye Kai memicingkan matanya, melihat kepada laki-laki baju putih, dan berkata,
“Rasanya kamu berdiri disini dari tadi malam.”

“Ya. ” laki-laki baju putih berkata.

“Engkau masih berdiri di sini sampai hari ini.” Ye Kai berkata.

“Ya. “laki-laki baju putih menjawab.

“Apa yang kau tunggu?” Ye Kai bertanya.

“Menunggu anda.” Laki-laki baju putih berkata.

“Aku? Aku bukan seorang yang penting, mengapai engkau harus menunggu aku?” Ye Kai berkata sambil tersenyum.

“Di dalam pandangan Majikan Ketiga, tidak ada seorangpun di dunia yang dapat menyamai kegagahanmu. “laki-laki baju putih berkata.
Ye Kai tertawa lebar dan berkata, “Hari ini baru tahu bahwa diriku ternyata seorang yang gagah. Namun orang seperti apa Majikan Ketiga-mu itu?”

“Dia adalah seorang yang mengenal dan mengagumi orang-orang gagah.”laki-laki baju putih berkata.

“Bagus sekali? Saya sangat menyukai orang seperti itu. Dimana dia sekarang? Aku berharap dia dapat mentraktir aku segelas arak!” Ye Kai berkata.

Bila dia membiarkan seseorang mentraktir segelas arak, maka dia pasti sangat menghargai dan menghormati orang tersebut.

“Saya telah diperintahkan oleh Majikan Ketiga saya untuk mengundang anda minum arak dengannya malam ini.”laki-laki baju putih berkata.

“Bila hanya sedikit arak, aku tidak mau hadir. Namun, bila ditraktir arak yang banyak maka saya pasti akan berada disana!” Ye Kai berkata.

“Gedung Sepuluh Ribu Kuda memiliki gudang arak yang menyimpan sebanyak tiga ribu botol arak. Anda dapat minum sepuas hati di sana.”laki-laki baju putih berkata.
Ye Kai menebarkan senyum yang lebar dan berkata,”Bila seperti itu, maka pasti akan sulit untuk melarang saya pergi kesana.”

“Terima kasih.”laki-laki baju putih berkata.

“Saya telah menyetujui untuk berangkat, lalu kenapa engkau masih berdiri di sini.” Ye Kai bertanya.

“Saya diperintahkan untuk mengundang enam orang. Hingga saat ini saya baru berhasil mengundang lima orang.”laki-laki baju putih berkata.

“Ini sebabnya engkau masih belum beranjak?” Ye Kai berkata.

“Ya.”laki-laki baju putih menjawab.

“Siapa yang belum berhasil diundang?”Ye Kai bertanya.

Sebelum diperoleh jawaban, dia tertawa dan berkata kembali, “Aku tahu siapa dia.
Sepertinya orang tersebut tidak hanya tertarik mentraktir orang lain minum arak, akan tetapi dia juga tidak ingin orang lain mentraktir minum orang untuk dirinya.”

Laki-laki baju putih hanya bisa tersenyum kikuk.

“Walaupun kamu berdiri disini selama tiga hari tiga malam, belum tentu dapat membujuk dia. Aku yakin, tidak ada hal apapun di dunia ini yang dapat membuat dia terbujuk.”Ye Kai berkata.

Laki-laki baju putih menghela napas.

“Hanya ada satu cara untuk membujuk orang seperti dia.”Ye Kai berkata.

“Harap berikan saya petunjuk.”laki-laki baju putih berkata.

“Tidak perduli kemanapun kamu mengundang dia untuk pergi, memintanya tidak akan membuat dia pergi kemanapun. Namun, bila kamu dapat memancing dia, maka dia akan pergi meskipun kamu tidak meminta, bahkan tanpa kamu undang.”

“Tapi sayangnya saya tidak tahu bagaimana melakukan itu.”laki-laki baju putih berkata.

“Lihat saja.”Ye Kai berkata.

Tiba-tiba dia berbalik dan berjalan ke arah Fu Hong Xue.

Fu Hong Xue memandangnya sepertinya dia telah menantinya sepanjang waktu.

Ye Kai berjalan ke hadapannya, berjalan hingga sangat dekat di hadapannya, dan dengan cara yang aneh dan misterius dia berkata.”Apakah kamu tahu ingin tahu siapa aku?Dan apa hubungannya dengan engkau?”

“Siapakah engkau? Dan apa hubungannya dengan diriku? “Fu Hong Xue bertanya.

Wajahnya yang putih pecat tetap tanpa perasaaan. Namun, pembuluh darah di tangannya yang memegang golok telah menonjol hingga hijau.

Ye Kai tertawa dan berkata, “Bila engkau ingin mengetahuinya, maka kamu harus bertemu dengan ku di Gedung Sepuluh Ribu Kuda malam ini dan aku akan mengataknnya kepadamu.”

Sebelum Fu Hong Xue berkata-kata lagi, secara cepat dia berbalik dan berjalan menjauhi. Dia berjalan cukup cepat sepertinya dia takut Fu Hong Xue mengejarnya dibelakang.

Namun, Fu Hong Xue tetap tidak bergerak. Dia hanya menurunkan pandangannya dan menatap golok ditangannya sementara matanya memicing.

Ye Kai berlari kembali ke laki-laki baju putih. Dia menepuk bahunya dan berkata,”Kamu dapat pergi kembali sekarang. Saya menjamin dia akan muncul di Gedung Sepuluh Ribu Kuda malam ini.

“Apakah dia akan pasti akan kesana?”laki-laki baju putih berkata dengan ragu-ragu.

“Bila dia tidak muncul, maka itu adalah kesalahan saya. Kamu telah menyelesaikan tugas kamu.”Ye Kai berkata.

“Terima kasih!” laki-laki baju putih berkata dengan penuh hormat.

“Kamu tidak perlu berterima kasih kepadaku, kamu seharusnya berterima kasih pada diri kamu sendiri.”Ye Kai berkata.

Laki-laki baju puith terlihat terkejut dan berkata,”Saya harus berterima kasih pada diri saya sendiri?”

“Bila Pedang Tunggal, Mencungkil Bunga yang menggetarkan dunia persilatan dua puluh tahun lalu berdiri di sini sehari semalam, lalu apa sulitnya bagiku untuk membantu urusan sekecil ini?”Ye Kai berkata sambil tersenyum.
Laki-laki baju putih melihat dengan heran kepada Ye Kai, setelah beberapa saat, perlahan-lahan dia berkata,”Kelihatannya kamu tahu banyak hal.”

“Sejujurnya, tidak terlalu banyak.”Ye Kai menjawab.

Laki-laki baju putih tersenyum dan memberikan hormat dan berkata,”Sampai bertemu lagi nanti malam.”

“Pasti!” Ye Kai berkata.

Laki-laki baju putih menunduk, kemudian berbalik. Dia menarik tombak bendera yang menancap di tanah kemudian menggulungnya bendera tersebut. Dengan sekali hentakan, dia menotol tanah dengan tombak tersebut, sekejap tubuhnya sudah melayang ke udara.

Sesaat kemudia, seekor kuda telah dipacu meninggalkan salah satu gang.

Laki-laki baju putih dengan sigap telah duduk di atas sadel di punggung kuda tersebut.

Dengan sekali tarikan, kuda telah dipacu hingga tiga pulih meter di depan.

Ye Kai menatap laki-laki baju putih di atas kuda tersebut yang dengan sekejap telah berada dikejauhan. Dia menghela napas dan berkata,”Nampaknya Gedung Sepuluh Ribu Kuda merupakan tempat yang berbahaya, tempat berkumpulnya para pendekar sebanyak awan dia ngkasa ……”

Dia meregangkan lengannya dan menguap dengan lebar. Kemudian berbalik dan mencari-cari Fu Hong Xue, namun dia sudah terlihat lagi.

_______________________________________

Langit biru. Pasir kuning.

Pasir yang kuning bersatu dengan langit yang membiru.. Langit yang membiru bersatu dengan pasir yang kuning.

Dikejauhan terlihat bendera putih raksasa berkibaran tertiup angin.

Bendera tersebut seperti tertancap dan berdiri di ujung dunia.

Tempat tersebut, Gedung Sepuluh Ribu Kuda, berdiri di ujung dunia.

Daerah yang luas, yang tidak bertepi dan tiada akhirnya. Dijalan terbentuk segaris alur yang ditmbulkan oleh hentakan kaki yang kuat, panjang dan lurus. Di ujung terdapat terpancang bendera putih yang agung. Di bawah bendera tersebut terletak Gedung
Sepuluh Ribu Kuda.

Fu Hong Xue berdiri di tengah-tengah padang pasir di sisi jalan, menatap lurus ke arah bendera tanpa ada yang mengetahui untuk berapa lama dia seperti itu. Akhirnya, perlahan-lahan di berbalik.

Segaris merah tiba-tiba muncul dari balik pasir yang kuning yang beterbangan ke udara. Garis merah tersebut bergerak seperti bintang jatuh mendekatinya.

Kuda dengan warna merah yang menarik. Seseorang berpakaian berwarna merah.

Fu Hong Xue baru berjalan tiga langkah sebelum dia mendengar suara hentakan kuda dari belakangnya.

Dia tidak menengok untuk melihat. Setelah beberapa langkah, kuda dan pengendaranya melintas melewatinya.

Sipengendara kuda tersebut menengok melihatnya, sepasang pandangan mata yang tajam melihat golok di tangan Fu Hong Xue. Sepasang lengan yang putih dan ramping menarik tali kekang kuda.

Kuda yang bagus. Wanita yang cantik.

Namun, Fu Hong Xue sepertinya tidak ambil perhatian terhadap mereka. Saat dia tidak ingin melihat sesuati, maka pandangan matanya tidak akan melihat apapun.

Mata gadis tersebut yang cerah menatap wajahnya dan tiba-tiba berkata,”Jadi engkau orangnya? Master Hua bahkan tidak berhasil mengundang?”

Dia adalah seorang gadis yang cantik, namun suaranya bahkan lebih menarik lagi.

Fu Hong Xue tidak mendengarnya.

Sipengendara tersebut mengangkat alisnya dan dengan keras berseru,”Dengarkan! Bila kamu takut untuk memperlihatkan dirimu nanti malam, maka kamu bukan apa-apa namun hanya sekumpulan lalat yang mengelilingi telur busuk. Dan aku akan membunuh kamu dan mengumpankan tubuhmu yang tidak berguna ke anjing.”

Sebuah cambuk meluncur dari tangannya dan meluncur seperti ular memagut ke wajahnya. Nmaun Fu Hong Xue tetap tidak melihat. Sesaat cambuk tersebut menyentuh wajahnya, secara tiba-tiba muncul suara Sreeet, dan meninggalkan bekas merah di pipinya.

Fu Hong Xue tetap tidak menanggapi. Namun, pembuluh darahnya tangannya yang memegan golong mulai menonjol keluar.

“Jadi dia bukanlah apa-apa, melainkan hanya sebatang kayu.”pengendara menyeringai.

Ketawanya mulai menghilang sesaat setelah pengendara dan kudanya berlari ke tengah padang pasir, tanpa meninggalkan apapun kecuali segaris merah.

Fu Hong Xue mengangkat tangannya dan merasakan bekas pecutan di wajahnya, sesaat kemudian dia mulai bergetar.

Seluruh tubuhnya bergetar, kecuali tangannya yang memegang golok. Tangan tersebut tetap diam seperti gunung.

________________________________________

Ye Kai masih terus menguap.

Bila ada orang yang memperhatikannya dengan seksama, mungkin sudah dihitung bahwa dia telah menguap paling tidak tigapuluh atau empatpuluh kali hari ini.

Namun, dia masih enggan untuk tidur.

Dia luntang-lantung ke timur dan barat, melihat ke kiri dan melihat sekilas ke kanan, sepertinya semua menarik hatinya.

Nampaknya, dia sama sekali tidak tertarik untuk tidur.

Kemudian dia berjalan ke sebuah toko kelontong yang terletak di depan sebuah kedai mie diseberang jalan.

Dia betul-betul menikmatai berbincang-bincang dengan berbagai orang namun untuk beberapa hal dia merasakan bahwa semua pemilik rumah di sini nampaknya cukup aneh.

Sebenarnya, mungkin dia satu-satunya orang yang aneh.

Dia tidak pernah berjalan terlalu cepat, namun cara berjalannya sangat berbeda dengan Fu Hong Xue.

Meskipun Fu Hong Xue pincang dan berjalan dengan perlahan, namun postur tubuh tegak lurus seperti tombak/

Ye Kai berkeliaran dengan malasnya, sepertinya semua tulangnya suah menjadi lemas bergoyang ke kiri dan ke kana. Sepertinya dia akan terjatuh hanya dengan dijentikan oleh satu jari.

Dia berjalan tengah jalan, seekor kuda berlari dengan cepat di tengah jalan.

Kuda berwarna merah yang menarik, pengendaranya seorang yang cantik seperti bunga yang baru mekar-bunga mekar yang berduri.

Sebelum kudanya menabrak Ye Kai, sipengendara menjerit dengan keras, “Hei kau!
Mau bunuh diri yah? Menyingkir sana!”

Ye Kai mengangkat mukanya dan melihatnya namun nampaknya dia masih enggan untuk menyingkir.

Sepertinya dia harus menhentikan laju kudanya, namun dia malah memecutkan cambuknya ke tanah.

Dia lebih berani saat ini daripada saat kejadian dengan Fu Hong Xue.

Namun Ye Kai mengangkat tangannya dan ujung cambuk telah dipegangnya.

Tangan tersebut nampaknya memiliki kekuatan yang hebat dan misterius, mereka dapat melakukan yang tidak pernah kamu kira.

Gadis berbaju merah tersebut memerah mukanya sepertinya seluruh mukanya diselimuti oleh dandanan yang tebal.

Dengan hanya tiga buah jari, Ye Kai menangkap cambuk tersebut. Tidak perduli berapa keras gadis tersebut menarik, namun dia tidak dapat melepaskannya.

Wanita itu setengah terkejut dan setengah tidak sabar sesaat dengan amarah dia berkata,”Apa……apa yang kamu inginkan?”

Dia melirik gadis tersebut dari sudut matanya, paras mukanya masih tetap menunjukan raut muka yang malas, “Aku hanya ingin memberikan kamu beberapa pelajaran.”

Gadis baju merah tersebut menggertakan giginya dan berkata,”Aku tidak mau mendengarnya.”

Kamu tidak harus perlu mendengar bila tidak mau, namun pasti sayang sekali bila seorang gadis cantik jatuh dari kudanya di tengah jalan.”Ye Kai berkata.

Gadis berbaju merah tersebut tiba-tiba merasakan adanya kekuatan yang mengalir melalui cambuknya yang seakan-akan menarik dia jatuh dari kudanya selama beberapa detik. Dia tidak tahan lebih lama lagi dan berkata,”Bila kamu mau mengatakan sesuatu, cepat bicara. Bila kamu mau kentut, cepatlah kentut.”

Ye Kai tertawa dan berkata,”Engkau betul-betul sangat kejam. Kalau kamu tidak bersikap seperti itu, sebetulnya kamu gadis yang menarik. Namun saat kamu menjadi seperti itu, mau berubah menjadi macan betina yang dibenci oleh setiap orang.”

Gadis berbaji merah menahan amarahnya dan berkata,”Ada yang lain?”

“Ya. Entah itu kuda merah yang menarik atau macan betina, bila kamu menabrak seseorang, engkau harus tanggung jawab terhadap jiwanya.”Ye Kai berkata.

Gadis berbaju merah mulai pucat karena marah dan berkata,”Sekarang dapatkah kamu lepaskan?”

“Hanya satu hal laig.”Ye Kai berkata sambil tersenyum.

“Apa?” gadis berbaju merah bertanya.

“Bila seorang laki-laki seperti aku bertemu dengan gadis seperti kamu, adalah suatu kejahatan, bukan saja untuk diriku tapi juga bagi dirimu bila aku melepaskan dirimu tanpa menanyakan namamu.”Ye Kai berkata.

“Kenapa di dunia ini aku harus memberitahukan namaku?”gadis berbaju merah berkata.

“Karena kamu tidak mau jatuh dari kudamu.”Ye Kai menjawab.

Paras wajahnya berubah menjadi kuning sesaat matanya melengos. “BaikL Aku katakan. Nama akhir ku Li, dan nama depan ku GuGu.”

Ye Kai tersenyum dan sambil melepaskan ia berkata,” Li GuGu … Li mu Gugu bibi ….. nama itu …..”

Namun sebelum dia menyadarinya, gadis itu dan kudanya telah pergi jauh.

Yang didengarnya adalah suara tawa si gadis,” Sekarang kamu sudah mengerti?Aku adalah bibi si telur busuk!”

Gadis itu masih terlihat ketakutan kalau-kalau Ye Kai mengejarnya karena itu dia menunggu hingga jarak cukup jauh sebelum dia mengentikan kudanya dan mengikatnya di sisi pintu pada salah satu rumah.

Dia bertingkah selayaknya saat dia memasuki ruangan seseorang akan melayaninya.

Delapan besar meja yang terletak di balik pintu semuanya kosong.

Hanya si majikan misterius dibelakang meja kecil yang masih memainkan kartunya.

Diluar masih terang, tempat ini tidak pernah didatangi tetamu saat siang hari.
Meskipun bisnis yang dilakukannya bukanlah bisnis yang terhormat, namun dia memiliki peraturan yang ketat/

Bila kamu mau berkunjung ke sini, maka kamu harus mematuhi peraturannya.

Rambut-rambut dikedua pelipisnya telah memutih. Setiap keriput diwajahnya menyembukan semua kebahagiannya, semua kedukaannya, dan rahasianya yang tidak terhitung banyaknya. Namun kedua tangannya masih halus dan ramping seperti tangan seorang gadis muda.

Baju yang dikenakannya berkilauan, hampir seperti kostum pertunjukan yang megah.

Sebuah guci terbuat dari emas terletak di atas meja. Arak di gelasnya memiliki warna yang gelap dan berkilau seperti batu permata.

Dia perlahan-lahan mengatur kartunya ke atas meja menjadi sebentuk segi delapan.

Sesaat setelah gadis berbaju merah memasuki ruangan, langkahnya menjadi semakin ringan. Dia berjalan dengan santai dan berkata,”Bagaimana kabarmu, paman?”

Gadis liar dan kasar tersebut saat melangkah memasuki ruangan di balik pintu tiba-tiba berubah menjadi seorang gadis yang anggun dan sopan-santun.

Si majikan tidak melihat ke arahnya. Dia hanya menganggukan kepadanya, tersenyum dan berkata,”Silahkan duduk.”

Gadis tersebut duduk di hadapannya. Sepertinya dia hendak menanyakan sesautu namun si majikan mengangkat tangannya dan berkata,” Tunggu.”

Gadis itu duduk dengan patuh, dan tidak mengeluarkan sepatah katapun.

Si majikan melihat kearah segi delapan yang terbuat dari kartunya di atas meja. Dia memperlihatkan raut muka yang serius pada wajahnya yang pucat, kurus dan memburuk.

Gadis berbaju merah tersebut tidak dapat menahan diri dan berkata,”Memangnya kamu dapat melihat berbagai hal dari tumpukan kartu tersebut?”

“Mmm. “si majikan menggumam.

“Apa yang kamu lihat hari ini?” gadis itu berkata sambil melebarkan matanya.

Si majikan sedikit menyesap minuman dari gelas emasnya dan berkata,”Ada beberapa hal yang sebaiknya kamu tidak tahu.”

“Dan apakah itu bila aku boleh tahu?” si gadis bertanya.

“Rahasia langit sangat sukar untuk dipahami. Nasib buruk akan menimpamu.”si majikan berkata.
“Bila kita sudah mengetahui nasib buruk, maka kita bisa melakukan suatu cara untuk menghindari nasib buruk tersebut?” si gadis berkata.

Si majikan menggelengkan kepalanya perlahan dan berkata sambil menatap dengan seksama,”beberapa nasib buruk tidak dapat dihindari, sama sekali tidak bisa dihindari ……”.

Si gadis berbaju merah melihat pada kartu sembil menerka, dan menggumam,
“Bagaimana bisa, saya sudah berusaha memperhatikan dan memperhatikan namun tidak dapat melihat sesuatu?”

“Tepatnya, karena kamu tidak dapat melihat apapun yang aku sukai.”si majikan berkata.

Si gadis berbaju merah terlihat bingung dan dia memperlihatkan senyumnya dan berkata,”Sudah cukup mengganggu kamu hari ini. Saya hanya hendak menanyakan, apakah kamu akan berkunjung ke rumah kami nanti malam?”

Si majikan mengkerutkan alis matanya dan berkata,”Malam ini?”

“Ayah telah mengundang beberapa tamu spesial ke rumah kami malam ini jadi beliau berharap paman juga dapat datang. Kereta pengantar akan tiba kesini sebentar lagi.”si gadis berbaju merah berkata.

“Aku rasa sebaiknya aku tidak pergi.”si majikan berkata.

“Sebenarnya, ayah sudah tahu kalau paman tidak akan datang. Namun beliau masih memerintahkan aku pergi kesini, dan membuat aku menderita malu oleh setan kecil itu. Hal itu hampir membuat aku mati!”si gadis berbaju merah berkata.

Tiba-tiba terdengar suara dan berkata,”Setan kecil bukan yang memulai mengganggu bibi, tapi bibi yang ingin menabrak setan kecil sampai mampus.”

Si gadis kecil kaget.

Ye Kai berdiri di pintu dan tersenyum kemalas-malasan kepadanya.
Wajah si gadis berubah warna dan berteriak,”Beraninya kamu masuk kesini?”

“Satu-satunya orang yang seharusnya tidak kesini adalah kamu, bukan aku.”Ye Kai berkata.

Si gadis menghentakan kakinya dan berbalik dan berkata,”Paman, kenapa kamu tidak tendang saja dia keluar?Mendengar omongan tidak berguna yang dia ucapkan.”

Si majikan hanya tersenyum santai dan berkata,”Hari hampir gelap. Mengapa kamu belum juga pulang ke rumah? Jangan membuat ayahmu khawatir.”

Si gadis berbaju merah terlihat terkejut dan marah sementara dia secara cepat melesat ke luar ke arah pintu.

Gadis itu berjalan sangat tergesa-gesa sehingga dia hampir menabrak pintu.

“Hati-hati kalau berlari, bibi. Kalau kamu tersandung dan mati, maka tidak ada yang bertanggung jawab,”Ye Kai berkata.

Sementara dia berjalan keluar, dia membanting pintu ke belakang. Setelah beberapa detik, dia baru berkata,”Terima kasih atas perhatiannya keponakan yang kurang ajar.

Bibimu tidak akan mati dengan mudah.”

Sebelumnya kalimatnya belum selesai, pintu telah tertutup kembali. Hentakan kaki kuda terdengar telah menjauh.

Ye Kai menghela napas kemudian tersenyum dan berkata, “Kuda merah yang bagus dan macan betina yang bagus.”

“Kamu hanya benar setengahnya. “si majikan berkata.

“Setengah lagi apa?” Ye Kai bertanya.

“Semua orang disini telah memberikan dia dan kudanya sebuah nama. Gadis itu dinamai macan merah, dan kudanya dipanggil pembantu merah.”si majikan berkata.
Ye Kai langsung tertawa.

“Dia juga merupakan putri satu-satunya tuan rumah yang akan kamu temui malam ini.”si majikan berkata kembali.

“Jadi dia adalah putri satu-satunya dari Majikan Ketiga dari Gedung Sepuluh Ribu Kuda?”Ye Kai menegaskan.

Si majikan menganggukan kepalanya dan berkata, “Oleh karena itu engkau harus berhati-hati agar supaya si macan merah tidak akan menggigit putus kakimu nanti malan.”

Ye Kai mendadak menyadari bahwa si majikan tidak setertutup dan semisterius sepertinya yang diperlihatkan selama ini. Lalu dia bertanya,”Siapa pastinya nama Majikan Ketiga?”

“Ma, Ma Fang Ling.”si majikan mejawab.

“Ma Fang Ling, kenapa namanya se-feminim itu?” Ye Kai berkata.

“Ayahnya bernama Ma Kong Qun, putrinya bernama Ma Fang Ling.”si majikan berkata.

Matanya yang serba tahu melihat kepadanya dan melanjutkan.” Aku tahu sebenarnya kamu lebih ingin mengetahui nama gadis tersebut dari pada ayahnya. Bila aku mendengar alunan suara, tidak mungkin aku tidak mengerti maksudnya.”

“Bila tuan rumah malam ini sama jenakanya dengan engkau, lalu aku, Ye Kai, tidak akan menyesal pergi ke sana malam ini.”Ye Kai berkata.

“Ye Kai?”si majikan bertanya.

“Ye seperti pada kata ‘daun’, daun pada pohon. Kai seperti kata “buka”, seperti sesorang saat membuka pintu. Yang juga merupakan Kai yang sama dengan “kebahagiaan.”

“Sekarang menjadi nama yang unik.”si majikan berkata.

“Dan siapa nama kamu, bos?”Ye Kai berkata.

“Nama ku Xiao Bie Li.”si majikan berkata.

“Xiao yang berati ‘menyedihkan’? Bie yang berarti ‘berpisah’ dan Li yang berarti ‘perpisahan’?” Ye Kai berkata.

“Apakah kamu berpikir namaku sesuatu yang tidak baik?” Xiao Bie Lie berkata.

“Aku tidak mengatakan tidak baik ….. namamu yang membuat seseorang menjadi murung dan sedih.”Ye Kai menjawab.

“Di dalam hidup, tidak ada pesta yang tidak pernah usai. Kita adalah bagian dari itu.

Saat kamu pergi hari ini, maka kita tidak akan bertemu lagi nanti” Karena itu nama ku sepertinya cocok sekali.”Xiao Bie Li berkata.

“Karena semua itu sudah dimulai, dan perpisahan memberikan kesedihan. Dan engkau memikul nama yang membawa kemurungan, rasanya engkau harus menjamu aku segelas arak.”Ye Kai berkata.

Xiao Bie Lie mengambil gelasnya dan meneguk sekali dan berkata,”Sebetulnya hal yang paling sulit selama hidup adalah bukan perpisaha. Namun, berkumpul”

“Berkumpul?” Ye Kai berkata.

“Bila tidak ada pertemuan, maka tidak perlu perpisah?”Xiao Bie Lie menjawab.

Ye Kai terdiam beberapa saat, dan mulai menggumam kepada dirinya sendiri,”Itu betul-betul benar, tanpa pertemuan, tidak akan ada perpisahan … tanpa pertemuan, tidak akan ada perpisahan apaun. ” Dia berulang-ulang mengucapkan kata tersebut, sepertinya merasa amat sangat tersentuh.

“Itulah sebabnya kamu salah, dan kamu harus minum segelas arak juga.”Xiao Bie Li berkata.

Ye Kai berjalan dan menuang arak ke gelas untuk dirinya. Setelah semuanya selesai, senyum lebar terlihat di wajahnya dan berkata,”Bila aku memang salah, lalu dimana gelas araknya? Itulah sebanbya kadang-kadang melakukan kesalahan adalah baik.”

Tiba-tiba terdengar suara keras kereta kuda dan ringkikan kuda terdengar sesaat pintu kereta kuda terbuka.

Xiao Bie Li menghela napas dan berkata,”Bicara mengenai perpisahan, sepertinya saatnya telah tiba. Kereta dari Gedung Sepuluh Ribu Kurda telah tiba untuk menjemput tamunya.”

“Namun bila kita tidak pernah berpisah, maka kita bisa bertemu lagi,” Ye Kai berkata.

Dia meletakan gelas anggur ke meja dan berbalik berjalan keluar.

Xiao Bie Li memandang Ye Kai yang sedang berjalan dan berterika,”Bila kita tidak pernah berpisah, bagaimaina kita bisa bertemu lagi? Meskipun sangat disayangkan untuk berpisah, beberapa orang tidak pernah saling bertemu lagi.”

Kereta kuda yang besar yang ditarik oleh delapan ekor kuda menunggu di luar pintu.

Seseorang yang mengenakan baju seputih salju berdiri di luar untuk menghormati tamu besar.

Bendera berkibar di atas kereta kuda yang bertuliskan, ‘Gedung Sepuluh Ribu Kuda Guang Dong’.

Ye Kai berjalan mendekati sementar laki-laki baju putih memberikan hormat dan berkata,”Selamat Datang! Anda adalah yang pertama, silahkan duduk di dalam.”

Laki-laki ini lebih muda beberapa tahun dari pada Hua Man Tian, namun masih terlihat muda berkisal empat puluh tahunan usianya. Dia memiliki wajah yang bulat dengan janggut yang pendek. Bahkan saat dia tidak tersenyumpun, dia tetap membuat orang lain merasa sangat nyaman.

Ye Kai memandangnya dan berkata,”Apakah anda mengenai saya?”

“Aku tidak percaya kita pernah bertemu.”laki-laki baju putih menjawab.

“Kalau tidak pernah bertemu, bagaimana anda tahu bahwa saya adalah tamu dari Gedung Sepuluh Ribu Kuta?” Ye Kai berkata.

“Meskipun anda baru berada disini semalam, namun anda sudah terkenal bahkan hingga ke daerah perbatasan. Tambahan lagi, bila bukan karena orang segagah anda, bagaimana anda dapat menggunakan baju seperti itu, baju dengan hiasan mutiara seorang gadis paling cantik di dunia?” laki-laki baju putih menjawab.

“Anda mengenal hiasan mutiara ini?” Ye Kai berkata.

“Hiasan mutiara itu sebenarnya adalah hadiah dari saya.” Laki-laki baju putih menjawab.

Dia tertawa lebar dan melanjutkan,”Sangat disayangkan meskipun saya tidak terlalu romantis, namun saya dapat memperoleh senyum seorang gadis cantik.”

Ye Kai tertawa, sambil menepuk bahunya dia berkata,” Saya sering memperoleh pujian sebelumnya. Namun pujian yang membuat saya sangat berbahagia ini, betul-betul pujian seperti ini yang pertama.”

Kereta kuda tersebut terlihat sangat nyaman dan bersih, cukup lebar untuk ditumpangi sebanyak delapan orang.

Tapi baru satu orang yang menumpang hingga saat yaitu Ye Kai.

Setelah dia bertemu Hua Men Tian, dia percaya bahwa Gedung Sepuluh Ribu Kuda bukanlah tempat yang biasa, namun tempat dimana bersembunyi jago-jago kosen. Namun setelah bertemu dengan laki-laki baju putih ini, dia merasa tidak hanya mangetahui banyak hal, mereka juga tahu cara menjamu orang dengan baik pula.

Bahkan penerima tamu di rumah seorang bangsawan besar pun tidak sepintar dia ketika berbicara dan tidak seramah dia.

Siapapun yang dapat membuat orang seperti itu menjadi pelayannya pasti orang tersebut adalah orang yang istimewa.

Ye Kai tiba-tiba menjadi gelisah dan tidak sabar untuk segera bertemu dengan seseorang yang disebut Majikan Ketiga, kemudian dia berucap,” Dimana tamu yangl lainnya?”

“Salah seorang dari yang diundang adalah seseorang yang telah anda undang.”laki-laki baju putih berkata.

“Itu kamu tidak perlu khawatir. Dia pasti akan berada di sana dan pasti tahu jalan ke sana pula. Saya menanyakan kamu empat orang yang lainnyya.”Ye Kai berkata.

“Mereka seharusnya sudah disini sekarang.” Laki-laki baju putih berkata.

“Tapi mereka belum disini.”Ye Kai berkata.

Laki-laki berbaju putih tiba-tiba tersenyum dan berkata,”Itu sebabnya kita harus segera berangkat. Bila mereka telah disana, maka mereka pasti sudah disana.”

________________________________________

Malam semakin tiba.

Hamparan gurun pasir yang luas nampak semakin sepi dan tak bertepi.

Bendera besar Gedung Sepuluh Ribu Kuda telah hilang tersembunyi diujung hamparan yang gelap.

Laki-laki baju putih duduk di hadapan Ye Kai dan tersenyum.

Dia tersenyum sepertinya dia tidak pernah merasa lelah.

Suara derap kaki kuda terdengar seperti suara gledek di tengah kegelapan malam yang sunyi.

Ye Kai menghela napas dan berkat,”Bila hanya aku yang hadir, aku jadi khawatir kalau-kalau tidak dapat pergi lagi.”

Laki-laki baju putih memandangnya dengan seksama seolah-olah mendengar suatu yang mengganggu. Dia tetap berusaha tersenyum dan berkata,” Apa yang engkau katakan.”

“Aku mendengar bahwa Gedung Sepuluh Ribu Kuda memiliki gudang arak yang terisi dengan tiga ribu gentong arak. Jadi bila hanya aku seorang yang hadir di sana malam ini, maka aku akan mati hingga mabuk hingga saat matahari terbit?”Ye Kai berkata.

“Kamu tidak perlu takut. Engkau tidak akan kekurangan teman minum di Gedung Sepuluh Ribu Kuda. Mungkin, aku akan ikut menemani kamu minum beberapa gelas juga.”laki-laki baju putih berucap.

“Bila para pendekar akan hadir disana, maka dijamin aku akan mati.”Ye Kai berkata.

“Disana akan banyak pemabuk, aku tidak tahu kalau pendekar.”laki-laki baju putih berkata.

“Yang aku maksudnya juga jago minum. Bila terlalu banyak orang menjamu aku minum, maka pasti ajaib bila aku dapat keluar masih hidup!”Ye Kai berkata.

“Majikan Ketiga mengundang anda malam ini semata-mata untuk bertemu dengan orang gagah. Tentunya arak akan menjadi salah satu hidangan dipesta ini. Namun, bila kita meminta anda untuk minum, maka saya jamin hal itu tidak bermaksud untuk membuat anda mabuk.”laki-laki baju putih berkata dengan muka yang serius.

“Namun, aku masih merasa khawatir.”Ye Kai berkata.

“Mengenai apa?”laki-laki baju putih berkata.

“Aku khawatir kamu tidak akan dapat memaksa aku untuk minum.”Ye Kai berkata.

Laki-laki baju putih tertawa lebar.

Terdengar suara yang sangat memilukan, mengucapkan kata-kata yang sepertinya berasal dari buku kuno yang misterius. Namun setiap kata terdengar dengan jelas: ’Kerajaan langit, kerajaan dunia,. Darah menetes dari kedua mata, bulan tidak lagi bersinar. Sekali memasuki Gedung Sepuluh Ribu Kuda, golok akan putus, usus akan hancur. Kerajaan langi, kerajaan dunia. Mata air seperti darah, usus akan hancur. Sekali memasuki Gedung Sepuluh Ribu Kuda, lupakan untuk pulang ke rumah.”

Suara tersebut tajam dan memilukan hati, tidak hanya seperti nyanyian doa yang misterius, bahkan suara tersebut terdengan seperti tangisan setan di malam yang gelap dan pekat.

Paras wajah laki-laki berbaju putih tiba-tiba berubah. Hanya dengan sekali dorongan dia membuka jendela, dan berkata.”Maafkan aku.”

Sebelum kedua kalimat tersebut selesai diucapkan, tubuhnya sudah melayang ke luar melalui jendela. Dalam sekejap mata, dia sudah tidak terlihat mata.

ooOOOoo

Suara apa itu? Apa yang akan terjadi dengan Ye Kai kemudian?

Advertisements

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: