Kumpulan Cerita Silat

10/01/2008

Perguruan Sejati (08)

Filed under: Gu Long, Perguruan Sejati — Tags: — ceritasilat @ 1:58 pm

Perguruan Sejati (08)
Oleh Gu Long

=============================
(Terima kasih kepada alimuda)
=============================

Surat itu berbunyi sebagai berikut:

Kepada Tiat Giok Lin yang terhormat.

Mengingat bahwa keluarga Tiat turun temurun sebagai orang-orang yang terhormat dan dimalui oleh kawan maupun lawan. Tapi sungguh diluar dugaan, engkau sebagai ahli waris keluarga Tiat yang kesohor diempat penjuru dunia, waktu mengadakan perjalanan ke propinsi Hoo pak bisa melakukan perbuatan mesum yang memalukan. Engkau telah memperkosa seorang gadis yang suci bersih secara tak tahu malu, setelah melanggar kehormatan gadis itu engkaupun merasa malu dan ingin menutup rahasia busukmu dengan membunuh gadis itu. Perbuatan ini bukan saja memalukan juga dikutuk Tuhan tapi heran, kenapa engkau masih ada muka hidup di dunia ini?

Mula pertama kami tidak percaya terjadi hal ini, setelah melakukan penyelidikan secara seksama baru mempercayainya. Dan sekalian golongan Kang Ouw pun sudah mengetahui perbuatan busukmu ini! Segala keharuman keluarga Tiat habis ditanganmu, untuk mencuci bersih nama keluarga Tiat sebaiknya hukumlah dirimu seadil-adilnya.
(more…)

Advertisements

Pendekar Empat Alis

Filed under: Gu Long, Pendekar Empat Alis — Tags: — ceritasilat @ 10:40 am

Pendekar Empat Alis
Buku 01: Kekaisaran Rajawali Emas
Bab 01: Lopannio Yang Tercantik
Oleh Gu Long

===========================
Terima Kasih Kepada Ansari
===========================

Menjelang senja, itulah saat paling ramai dan sibuk di Liong-ih-khek-can, penginapan sekaligus berupa restoran.

Kamar di atas loteng itu seluruhnya dua puluh empat kamar, semua kamar terisi penuh.
(more…)

Rahasia Peti Wasiat (02)

Filed under: Gu Long, Rahasia Peti Wasiat — Tags: — ceritasilat @ 10:34 am

Rahasia Peti Wasiat (02)
Oleh Gu Long

“Dia bernama Si Hin, semula tinggal bersama kami,” tutur lelaki bergolok. “Kemarin tiba-tiba timbul maksud jahatnya, peti ini digondol lari, akhirnya dapat kami susul dia, cuma sayang, sesudah kami melukai dia, sempat juga dia meloloskan diri.”

“Apa isi peti ini?” tanya It-hiong.
(more…)

Kisah Pengelana di Kota Perbatasan (02)

Filed under: Gu Long, Kisah Pengelana di Kota Perbatasan — Tags: — ceritasilat @ 9:50 am

Kisah Pengelana di Kota Perbatasan
Bab 02. Gedung Sepuluh Ribu Kuda Guang Dong
Oleh Gu Long

Lentera yang tergantung di atas pintu utama telah meredup hampir padam.

Seseorang berdiri di bawah lentera tertawa sangat keras. Saking kerasnya, lentera di atasnya hingga bergoyang dan menjatuhkan debu yang mengotorinya ke bawah, ke muka orang tersebut.
(more…)

Pendekar Baja (04)

Filed under: Gu Long, Pendekar Baja — Tags: — ceritasilat @ 3:20 am

Pendekar Baja (04)
Oleh Gu Long

It-siau-hud tertawa lebar, katanya, “Kalau demikian, pukulan Ong-heng tentu dapat membuat batu hancur dan melayang kencang laksana panah?”

Tiba-tiba Hongbu Siong berdiri, serunya sengit, “Baiklah, ingin kumohon pengajaran padamu.”
(more…)

Duke of Mount Deer (08)

Filed under: Duke of Mount Deer, Jin Yong — Tags: — ceritasilat @ 1:52 am

Duke of Mount Deer (08)
Oleh Jin Yong

Raja diam-diam memperhatikan gerak-gerik Go Pay. Dia mengangkat cawannya kemudian minum seteguk.

“Go siau-po, apakah kau menganggap kepandaian anak-anak ini biasa-biasa saja?”
(more…)

Misteri Kapal Layar Pancawarna (06)

Filed under: +Misteri Kapal Layar Pancawarna, Gu Long — Tags: — ceritasilat @ 1:43 am

Misteri Kapal Layar Pancawarna (06)
Oleh Gu Long

Wajah Ci-ih-hou yang pucat dan tenang itu pun timbul semacam cahaya yang aneh dan menambah daya tariknya yang misterius.

Jari tangan Pui Po-ji pun gemetar, meski ia tidak suka ilmu silat, tapi melihat pertempuran yang mahadahsyat segera akan berlangsung, betapa pun ia ikut tegang dan penuh semangat, dirasakan tangan Cui Thian-ki yang memegangnya itu juga berubah dingin.
(more…)

Golok Yanci Pedang Pelangi (10)

Filed under: +Golok Yanci Pedang Pelangi — ceritasilat @ 1:40 am

Golok Yanci Pedang Pelangi (10)
Oleh Gu Long

(Terima kasih kepada CloudRs)

“Menyembunyikan orang di dalam es?” seperti baru sadar akan sesuatu Pang Goan segera berseru, “maksudmu, kita simpan orang di dalam balok es, lalu meneroboskannya lewat liang api?”

“Benar. Keadaan ini persis seperti peti mati kaca yang tadi kubicarakan, kurasa hanya dengan cara ini saja orang bisa melewati liang api tanpa kuatir terbakar tubuhnya!”
(more…)

Create a free website or blog at WordPress.com.