Kumpulan Cerita Silat

07/01/2008

Duke of Mount Deer (05)

Filed under: Duke of Mount Deer, Jin Yong — Tags: — ceritasilat @ 2:46 pm

Duke of Mount Deer (05)
Oleh Jin Yong

“Coba lagi!” katanya.

Siau Po siap melemparkan dadunya kembali, tiba-tiba sebuah ingatan melintas di benaknya. Dia tidak tahu sampai di mana kehebatan Siau Kui cu bermain dadu, tetapi kalau mendengar nada bicara Hay kongkong tadi, tampaknya si bocah cilik masih kurang mahir. Akhirnya dia mengambil keputusan untuk berpura-pura, jangan sampai kedoknya terbuka. Dia melemparkan dadunya sembarangan, kali ini dia mendapat 2 angka 3, satu angka 4 dan satu lagi angka 5.
(more…)

Perguruan Sejati (05)

Filed under: Gu Long, Perguruan Sejati — Tags: — ceritasilat @ 1:56 pm

Perguruan Sejati (05)
Oleh Gu Long

=============================
(Terima kasih kepada alimuda)
=============================

Dengan perasaan ingin tahu, Tiong Giok melongok kedalam kamar. “Disini tertera kamar nomor satu, kenapa tak ada orangnya?”

“Ini penjara biasa, sedangkan Kongcu harus ke penjara Istimewa. Keadaannya berbeda dengan disini, agak enakan sedikit dan mendapat perlakuan istimewa juga!”
(more…)

Pendekar Baja (01)

Filed under: Gu Long, Pendekar Baja — Tags: — ceritasilat @ 3:17 am

Pendekar Baja (01)
Oleh Gu Long

Cuaca buruk, salju bertebaran, bumi seakan akan dilapisi permadani putih, selepas mata memandang, ribuan li terbentang, hanya putih melulu tanpa warna lain setitik pun.

Jauh di luar kota Kay-hong, di bawah hujan salju yang lebat, tertampak dua ekor kuda dibedal kencang, penunggang kuda di depan mengenakan mantel berbulu tebal, kedua tangannya tersembunyi di dalam lengan baju. Kudanya gagah tapi penunggangnya kelihatan lesu dan ogah-ogahan, kepalanya mengenakan topi kulit rase yang sudah butut, topinya ditarik rendah hingga tidak jelas raut mukanya.
(more…)

Hina Kelana: Bab 108. Yim Ngo-heng Menjadi Kaucu Lagi

Filed under: +Hina Kelana, Jin Yong — Tags: — ceritasilat @ 3:12 am

Hina Kelana
Bab 108. Yim Ngo-heng Menjadi Kaucu Lagi
Oleh Jin Yong

“Yim-kaucu,” kata Tonghong Put-pay pula, “segala macam kebaikanmu padaku selamanya takkan kulupakan. Tadinya aku cuma seorang hiangcu, termasuk bawahan Tong-toako, tapi engkau menaruh perhatian padaku dan berulang-ulang memberi kenaikan pangkat padaku, sampai-sampai pusaka kita seperti Kui-hoa-po-tian juga kau wariskan padaku dan menunjuk diriku sebagai penggantimu kelak. Semua budi kebaikan ini takkan kulupakan selama hidup.”

Lenghou Tiong melirik sekejap ke arah mayat Tong Pek-him, pikirnya, “Tadi kau terus-menerus memuji kebaikan orang tua ini padamu, tapi mendadak kau membinasakannya. Sekarang kau hendak mengulangi kelicikanmu pada Yim-kaucu, masakah beliau dapat kau tipu?”
(more…)

Misteri Kapal Layar Pancawarna (03)

Filed under: +Misteri Kapal Layar Pancawarna, Gu Long — Tags: — ceritasilat @ 1:41 am

Misteri Kapal Layar Pancawarna (03)
Oleh Gu Long

Setelah celingukan sejenak baru diketahui Po-ji bahwa tempat tidur ini sangat mewah, bahkan seluruh isi ruangan yang tidak terlalu besar ini semuanya serbaindah dan serasi.

Kakek luar Po-ji, yaitu Pek Sam-kong, merupakan pemimpin dunia persilatan wilayah Soatang dan terkenal kaya raya, sejak kecil Po-ji hidup di tengah keluarga terkemuka yang serbamewah.
(more…)

Golok Yanci Pedang Pelangi (07)

Filed under: +Golok Yanci Pedang Pelangi — ceritasilat @ 1:08 am

Golok Yanci Pedang Pelangi (07)
Oleh Gu Long

(Terima kasih kepada CloudRs)

Malam itu lewat dengan aman tenteram, tiada peristiwa apapun yang terjadi. Tak lama setelah fajar menyingsing, ketiga orang itu mulai merasa letih.

“Secara bergilir kita mesti beristirahat dulu,” kata Pang Goan, “kita harus simpan tenaga, sebab kita akan menunggu sehari semalam lagi.”
(more…)

Blog at WordPress.com.