Kumpulan Cerita Silat

05/01/2008

Duke of Mount Deer (03)

Filed under: Duke of Mount Deer, Jin Yong — Tags: — ceritasilat @ 2:44 pm

Duke of Mount Deer (03)
Oleh Jin Yong

“Tidak jadi masalah!” sahut si bocah yang tetap ugal-ugalan. “Kelak, meskipun kau berlutut dan menyembah padaku sampai ratusan kali bahkan dengan suara meratap-ratap, tetap saja aku tidak sudi menjadi muridmu. Kalau aku menjadi muridmu, berarti dalam hal apa pun aku harus menuruti kata-katamu, mana enak? Tidak! Aku tidak mau belajar ilmu silat!”

Mau Sip-pat mendongkol sekali. Hatinya juga mulai marah.
(more…)

Perguruan Sejati (03)

Filed under: Gu Long, Perguruan Sejati — Tags: — ceritasilat @ 1:37 pm

Perguruan Sejati (03)
Oleh Gu Long

=============================
(Terima kasih kepada alimuda)
=============================

“Ah benar heran, sedang main apa si kutu buku itu… tapi sedikitnya engkau pernah mendengar apa yang dinamai Bulim Cap sa kie bukan?”

“Oh yang engkau maksudkan dengan Jiak sie to koey kay sin sian yauw mo kui itu? aku baru tahu beberapa hari saja dari Pek Kounio, artinya sama sekali tidak jelas!”
(more…)

Hina Kelana: Bab 107. Rahasia Pribadi Tonghong Put-pay

Filed under: +Hina Kelana, Jin Yong — Tags: — ceritasilat @ 1:12 pm

Hina Kelana
Bab 107. Rahasia Pribadi Tonghong Put-pay
Oleh Jin Yong

“Ngaco-belo!” bentak Nyo Lian-ting. “Berlututlah kau!”

Dua dayang segera menendang belakang dengkul Tong Pek-him untuk memaksanya tekuk lutut. Tapi mendadak terdengar suara jeritan dua kali, kedua dayang itu terpental sendiri ke belakang dengan tulang kaki patah dan muntah darah. Sungguh hebat lwekang Tong Pek-him itu.
(more…)

Misteri Kapal Layar Pancawarna (01)

Filed under: +Misteri Kapal Layar Pancawarna, Gu Long — Tags: — ceritasilat @ 1:40 am

Misteri Kapal Layar Pancawarna (01)
Oleh Gu Long

Angin dingin menyayat, awan tebal berlapis-lapis memenuhi langit. Suasana di pantai Pohay terlebih seram, dipandang dari kejauhan hanya terlihat langit bersentuhan dengan laut, dalam kegelapan ombak bergemuruh memukul batu karang.

Sekonyong-konyong sebatang tiang layar terdampar ke atas karang, “prak”, tiang layar patah menjadi beberapa bagian, waktu ombak menyurut, sekilas di dalam laut berkelebat sinar mata yang tajam.
(more…)

Golok Yanci Pedang Pelangi (05)

Filed under: +Golok Yanci Pedang Pelangi — ceritasilat @ 12:54 am

Golok Yanci Pedang Pelangi (05)
Oleh Gu Long

(Terima kasih kepada CloudRs)

Habis berkata dia lantas meninggalkan hutan.

Menurut perhitungannya, Liu A-ih dan anak buahnya pasti sudah tiba di ruang depan, bila Pang Goan tak mau menyerah, pertarungan mungkin sudah berkobar, maka begitu keluar dari hutan ia langsung menuju ke ruang depan.
(more…)

Create a free website or blog at WordPress.com.