Kumpulan Cerita Silat

19/12/2007

Ilmu Ulat Sutera (14)

Filed under: Ilmu Ulat Sutera — Tags: — ceritasilat @ 12:16 am

Ilmu Ulat Sutera (14)
Oleh Huang Ying

“Sekarang malah sudah hari ketiga,” Sam can menunjukkan tiga jari tangannya. “Saat itu aku malah mengira kau sudah mati. Tapi Cu jin mengatakan bahwa kau masih bisa tertolong.”

“Di mana orang tua itu sekarang?”
(more…)

Advertisements

Ilmu Ulat Sutera (13)

Filed under: Ilmu Ulat Sutera — Tags: — ceritasilat @ 12:16 am

Ilmu Ulat Sutera (13)
Oleh Huang Ying

Para murid Bu tong pai menyembah dengan kepala membentur lantai. Lun Wan Ji juga ada dalam kerumunan orang banyak. Dia tidak bersuara. Air matanya masih menetes. Setelah masuk ke dalam kamar persucian, tidak ada alas an lagi untuk menyesal. Tujuh hari kemudian, resmilah Fu Giok Su menjadi Ciangbun jin Bu tong pai yang baru.

* * *

Daun-daun di Lian, san belum berubah warna menjadi merah. Air terjun masih menunjukkan keperkasaanya. Butiran air laksana butiran mutiara yang berpercikan di udara.

Dua orang laki-laki berpakaian merah berdiri di kiri kanan daratan dekat tepi air terjun.
(more…)

Maling Romantis (07)

Filed under: Gu Long, Maling Romantis — ceritasilat @ 12:02 am

Maling Romantis (07)
Oleh Gu Long

Kontributor: ansari

Dengan linglung Sim San-koh tertawa memandang Thio Siau-lim, katanya, “Sebetulnya siapa namamu? Sesungguhnya nama Thian-jiang-sing itu lebih cocok digunakan olehmu. Ji-suhengku meski bergelar Thian-jiang-sing, badannya tidak sekekar dan sekuat dirimu.”

Thio Siau-lim mengulurkan jari menotok Hiat-to tidurnya, katanya menggumam, “Anak perempuan tidak boleh banyak bicara. Kalau menjadi perempuan cerewet, mungkin kau tidak akan laku kawin. Anak perempuan yang tidak laku kawin, aku tidak sudi melihatnya. Di dunia ini kalau tiada perempuan yang tidak laku kawin, persoalan buruk tentu tak akan sebanyak ini.”
(more…)

Darah Ksatria: Bab 07. Gadis Bernama Siau-hoan

Filed under: +Darah Ksatria, Gu Long — ceritasilat @ 12:01 am

Darah Ksatria
Bab 07. Gadis Bernama Siau-hoan
Oleh Gu Long

Ma Ji-liong sedang mabuk. Bila seseorang minum bersama orang-orang yang bisa dia percayai, maka amat mudah baginya untuk mabuk, dan dia mempercayai Toa-hoan dan Ji Ngo.

Bila hati seseorang sedang gundah, menderita ketidak-adilan, mudah juga baginya untuk mabuk. Walaupun dia yakin bahwa kesalah-pahaman ini suatu hari akan terungkap, dia tetap tak bisa menahan perasaan gundahnya.
(more…)

Create a free website or blog at WordPress.com.