Kumpulan Cerita Silat

14/12/2007

Maling Romantis (02)

Filed under: Gu Long, Maling Romantis — ceritasilat @ 11:56 pm

Maling Romantis (02)
Oleh Gu Long

Kontributor: ansari

Tatkala itu Coh Liu-hiang sudah menurunkan jangkar, sehingga perahu mereka berlabuh di tengah lautan. Tanpa sungkan Coh Liu-hiang gegares semua hidangan yang telah disiapkan untuk dirinya. Belum habis sepotong burung dara panggang, betul juga terapung datang sesosok mayat.

Mayat ini mengenakan jubah pendek berwarna merah legam, panjangnya sampai ke lutut, usianya baru empat puluhan, jenggot pendek terpelihara di bawah dagunya, namun ujung matanya belum memperlihatkan kerut-kerut kulit muka. Telapak tangan kirinya halus, telapak tangan kanan sebaliknya begitu kasar dan jelek sekali, otot-otot tulangnya menonjol keluar, hampir satu kali lipat lebih besar daripada telapak tangan kirinya. Waktu telapak tangannya dipentang, warnanya mirip dengan jubah yang dipakai.
(more…)

Advertisements

Darah Ksatria: Bab 02. Pembunuh

Filed under: +Darah Ksatria, Gu Long — ceritasilat @ 11:56 pm

Darah Ksatria
Bab 02. Pembunuh
Oleh Gu Long

Toh Ceng-lian pun juga roboh. Sebelum terjatuh, darah merembes dari sudut mulutnya. Tapi dia masih berjuang untuk bangkit. Di atas meja masih ada arak di dalam guci lainnya. Ia merangkak ke sana dan menenggak arak itu. Sambil tertawa dengan keras, dia berkata, “Arak bagus. Arak bagus.” Suara tawanya terdengar melengking dan menyedihkan.

“Ini arak yang amat bagus. Walaupun aku tahu arak ini beracun, aku tetap meminumnya. Kalian berdua lihat, bukankah hari ini aku minum sampai mati?” Ketika suara tawanya lenyap, dia pun terjungkal ke dalam liang itu. Dia tidak mau membiarkan Sim Ang-yap memakai liang itu sendirian. Langit tiba-tiba berubah menjadi gelap, angin dingin terasa mengiris kulit, tapi kedua pemuda itu tidak akan pernah merasa kedinginan lagi.
(more…)

Ilmu Ulat Sutera (04)

Filed under: Ilmu Ulat Sutera — Tags: — ceritasilat @ 12:10 am

Ilmu Ulat Sutera (04)
Oleh Huang Ying

Rona wajah Tok-ku Bu-ti semakin merah, sedangkan wajah Ci Siong tojin semakin pucat ibarat selembar kertas. Lengan baju kedua orang itu telah basah oleh keringat. Gerakan tubuh keduanya sudah berhenti.

Meskipun wajah Ci Siong tojin pucat pasi, tapi tampaknya tidak mendapatkan luka apa-apa. Malah napas Tok-ku Bu-ti agak memburu. “Ci Siong, apakah pertarungan ini perlu dilanjutkan?” tanyanya.
(more…)

Ilmu Ulat Sutera (03)

Filed under: Ilmu Ulat Sutera — ceritasilat @ 12:09 am

Ilmu Ulat Sutera (03)
Oleh Huang Ying

“Tutup mulut!” bentak Ci Siong tojin.

“Aku hanya berpikir demi kebaikan Bu-tong-pai ….”
(more…)

Blog at WordPress.com.