Kumpulan Cerita Silat

22/11/2007

Hina Kelana: Bab 80. Muslihat Keji Orang Ko-san-pay

Filed under: +Hina Kelana, Jin Yong — Tags: — ceritasilat @ 10:36 pm

Hina Kelana
Bab 80. Muslihat Keji Orang Ko-san-pay
Oleh Jin Yong

“Nenekmu, biarpun lebih tiga ratus orang lantas mau apa? Jenderalmu sudah biasa terjang kian-kemari di tengah pasukan musuh yang berpuluh ribu jumlahnya. Cuma beberapa orang saja apa artinya bagiku?”

Si pelayan cuma mengiakan saja beberapa kali, lalu tinggal pergi dengan cepat.
(more…)

Advertisements

Hina Kelana: Bab 79. Jatuh ke Sumur Ditimpa Batu Pula

Filed under: +Hina Kelana, Jin Yong — Tags: — ceritasilat @ 10:35 pm

Hina Kelana
Bab 79. Jatuh ke Sumur Ditimpa Batu Pula
Oleh Jin Yong

Waktu ia memandang keluar dari hotel itu, dilihatnya rumah-rumah penduduk itu satu per satu mulai memancarkan cahaya lampu. Tidak lama kemudian hampir sekeliling sudah rata terpasang lampunya, hanya saja keadaan tetap sunyi. Di atas langit bulan sabit tampak memancarkan sinarnya yang remang redup.

Meski Ting-cing pernah malang melintang di dunia Kangouw, tapi pertempuran sengit di atas Sian-he-nia semalam benar-benar sangat berbahaya, bila dibayangkan kembali rasanya masih mengerikan. Jika seorang diri, biarpun keadaan lebih buruk sepuluh kali juga Ting-cing tidak gentar, tapi sekarang ia memimpin berpuluh anak murid Hing-san-pay, mau tak mau ia harus memikirkan keselamatan mereka. Diam-diam ia berdoa semoga Buddha memberkahi kekuatan baginya sehingga para murid yang dipimpinnya itu tidak mengalami cedera apa-apa. Kalau perlu biarlah ia sendiri yang menjadi korban, yang lain semoga selamat pulang sampai di Hing-san.
(more…)

Hina Kelana: Bab 78. Orang Hing-san-pay Masuk Perangkap Musuh

Filed under: +Hina Kelana, Jin Yong — Tags: — ceritasilat @ 10:35 pm

Hina Kelana
Bab 78. Orang Hing-san-pay Masuk Perangkap Musuh
Oleh Jin Yong

Ting-cing coba tenangkan diri, ia merasa musuh yang menjaga di atas itu ilmu silatnya lebih lemah dan lebih mudah dilayani. Maka cepat ia menerjang ke atas lagi dengan melompati murid-murid Hing-san-pay.

Ketika Lenghou Tiong dilompati pula, ia lantas berteriak-teriak, “Ai, macam apa ini? Memangnya lompat tinggi atau lompat jauh? Sudah tua begini masih suka main-main lompat segala? Kepalaku kau lompati ke sana ke sini, sungguh sial, kalau judi tentu kalah!”
(more…)

Hina Kelana: Bab 77. Kelakar Si Perwira Gadungan

Filed under: +Hina Kelana, Jin Yong — Tags: — ceritasilat @ 10:34 pm

Hina Kelana
Bab 77. Kelakar Si Perwira Gadungan
Oleh Jin Yong

Ia berjalan keluar gua, dilihatnya langit penuh dengan bintang, sekeliling melulu suara serangga belaka. Pada saat lain tiba-tiba dari atas jalan pegunungan itu ada suara orang sedang mendatangi. Tatkala itu jaraknya masih jauh, tapi sekarang tenaga dalamnya amat kuat, dengan sendirinya telinganya menjadi tajam pula. Tergeraklah pikirannya, cepat ia melepaskan tambatan kuda, ia tepuk perlahan pantat kuda itu agar berjalan ke lereng sana. Ia sendiri lantas sembunyi di belakang pohon.

Tidak lama kemudian terdengarlah suara tindakan orang tadi semakin mendekat. Jumlah orangnya ternyata tidak sedikit. Di bawah sinar bintang yang remang-remang terlihat orang-orang itu sama memakai baju hijau, seorang di antaranya bertindak dengan sangat cepat dan gesit. Kiranya bukan lain daripada si kakek yang bertempur di kedai melawan orang-orang Thay-san-pay itu. Selebihnya kira-kira ada 30-an orang dengan potongan tinggi-pendek tidak sama, mereka mengikut di belakang si kakek tanpa membuka suara.
(more…)

Hina Kelana: Bab 76. Lenghou Tiong Menjadi Perwira Gadungan

Filed under: +Hina Kelana, Jin Yong — Tags: — ceritasilat @ 10:33 pm

Hina Kelana
Bab 76. Lenghou Tiong Menjadi Perwira Gadungan
Oleh Jin Yong

“Apakah Kaucu masih ingat satu kalimat yang diucapkan Siocia pada malam perayaan Pek-cun dalam tahun perebutan kekuasaan Tonghong Put-pay itu??” tanya Bun-thian.

“Hari Pek-cun? Apa yang telah diucapkan si Ing-ing kecil? Apa sangkut pautnya dengan Tonghong Put-pay, aku sudah tidak ingat lagi,” sahut Yim Ngo-heng.
(more…)

Blog at WordPress.com.