Kumpulan Cerita Silat

17/11/2007

Pendekar Budiman: Bagian 19

Filed under: Gu Long, Pendekar Budiman — ceritasilat @ 10:08 pm

Pendekar Budiman: Bagian 19
Oleh Gu Long

“Baik, akan kutemui dia,” ucap Sian-ji lambat. “Jika dia berkeras tidak dapat melepaskan diriku, kan masih keburu kau bunuhku nanti.”

Sesudah Sian-ji membalik ke sana barulah sorot mata Hing Bu-bing hinggap pada bayangan punggungnya, matanya yang pucat kelabu itu baru untuk pertama kalinya timbul perasaan.
(more…)

Hina Kelana: Bab 54. Ih Jong-hay, Ketua Jing-sia-pay Terkepung Musuh

Filed under: +Hina Kelana, Jin Yong — Tags: — ceritasilat @ 10:04 pm

Hina Kelana
Bab 54. Ih Jong-hay, Ketua Jing-sia-pay Terkepung Musuh
Oleh Jin Yong

“Sudah tentu tidak,” sahut Peng-ci.

“Tak apalah jika tidak, kalau sudah, hm, masakah selanjutnya aku mau gubris lagi padamu?” kata Leng-sian.
(more…)

Hina Kelana: Bab 53. Ya-niau-cu Keh Bu-si si Kokokbeluk

Filed under: +Hina Kelana, Jin Yong — Tags: — ceritasilat @ 10:03 pm

Hina Kelana
Bab 53. Ya-niau-cu Keh Bu-si si Kokokbeluk
Oleh Jin Yong

Lo Thau-cu dan Coh Jian-jiu yang diikat di atas kursi, pula hiat-to mereka tertutuk sehingga tak bisa bergerak, mereka hanya dapat mendengar suara jeritan dan permohonan Siau Ih di dalam kamar, keruan mereka saling pandang dengan bingung.

Memangnya mereka sudah sangsi, sekarang mendengar pula percakapan Tho-kok-ji-sian itu, Coh Jian-jiu berulang-ulang geleng-geleng kepala dan Lo Thau-cu merasa malu dan gusar.
(more…)

Hina Kelana: Bab 52. Hong-ho-lo-coh, Dua Tokoh Aneh Sungai Kuning

Filed under: +Hina Kelana, Jin Yong — Tags: — ceritasilat @ 10:02 pm

Hina Kelana
Bab 52. Hong-ho-lo-coh, Dua Tokoh Aneh Sungai Kuning
Oleh Jin Yong

Meskipun tubuh Tho-sit-sian tak bisa berkutik, tapi mulutnya tetap tidak mau menganggur, terus-menerus ia berdebat dengan Tho-ki-sian, katanya, “Toako dan lain-lain tidak ada di sini, biarpun kau dapat menyusul si buntak juga tak bisa mengapa-apakan dia. Jika tak mampu mengapa-apakan dia, kau bilang akan mengudak dia sampai ke mana pun kan hanya gertak sambal belaka?”

“Walaupun cuma gertak sambal juga ada faedahnya untuk menggertak musuh daripada tidak berbuat apa-apa,” ujar Tho-ki-sian.
(more…)

Hina Kelana: Bab 51. Pil Penyambung Nyawa Menolong Lenghou Tiong

Filed under: +Hina Kelana, Jin Yong — Tags: — ceritasilat @ 10:01 pm

Hina Kelana
Bab 51. Pil Penyambung Nyawa Menolong Lenghou Tiong
Oleh Jin Yong

“Kalian yang berbau busuk,” sahut Coh Jian-jiu. “Tho-sit-sian jelas terbaring tak bisa berkutik karena terluka sehingga tidak dapat ikut berebut minum arak enak ini, tapi kalian tidak ambil pusing dan berebut sendiri, bukankah kalian sama sekali tidak memikirkan persaudaraan sendiri?”

Tho-kin-sian melengak, tapi segera ia berdebat, “Siapa bilang kami berebut arak sendiri? Kami justru hendak merampas arak ini untuk diminumkan kepada Tho-sit-sian.”
(more…)

Hina Kelana: Bab 55. Pertemuan di Atas Ngo-pah-kang

Filed under: +Hina Kelana, Jin Yong — Tags: — ceritasilat @ 9:59 pm

Hina Kelana
Bab 55. Pertemuan di Atas Ngo-pah-kang
Oleh Jin Yong

Waktu semua orang berpaling kembali, ternyata Yu Siok mudah menghilang entah ke mana. Baru sekarang mereka sadar telah tertipu. Siu Siong-lian, Giok-leng Tojin, dan lain-lain lantas mencaci maki. Mereka tahu ginkang si belut itu sangat hebat, pula orangnya memang cerdik, sekali sudah lolos terang sukar menangkapnya pula.

Tiba-tiba Lenghou Tiong berseru keras, “Aha, kiranya Pi-sia-kiam-boh itu sebenarnya dipegang oleh Yu Siok, Yu-heng sendiri. Sungguh tidak nyana bahwa dia yang menemukannya.”
(more…)

Blog at WordPress.com.