Kumpulan Cerita Silat

15/11/2007

Pendekar Budiman: Bagian 17

Filed under: Gu Long, Pendekar Budiman — Tags: — ceritasilat @ 10:51 pm

Pendekar Budiman: Bagian 17
Oleh Gu Long

“Sudah waktunya, apakah Kwe Ko-yang sudah mulai duel dengan Siangkoan Kim-hong dan Hing Bu-bing? Mati-hidupnya mungkin akan ditentukan dalam sedetik saja, tapi aku malah berbaring di sini dengan adem ayem tanpa berbuat sesuatu baginya?” berpikir sampai di sini, hati Li Sun-hoan serasa mau meledak.

Sekonyong-konyong bergema suara orang naik tangga. Suaranya sangat perlahan, tapi sekali dengar segera Sun-hoan tahu ada dua orang telah datang sekaligus, bahkan Kungfu keduanya tidak lemah.
(more…)

Advertisements

Hina Kelana: Bab 45. Macan Kesasar Dikeroyok Anjing

Filed under: +Hina Kelana, Jin Yong — Tags: — ceritasilat @ 9:56 pm

Hina Kelana
Bab 45. Macan Kesasar Dikeroyok Anjing
Oleh Jin Yong

Malamnya waktu menginap di hotel Lo Tek-nau juga tinggal sekamar dengan Lenghou Tiong. Dan begitu seterusnya beberapa hari berturut-turut Lo Tek-nau selalu mendampinginya dan tak terpisahkan.

Lenghou Tiong mengira Lo Tek-nau bermaksud baik merawatnya karena keadaan dirinya yang lemah itu. Siapa tahu pada malam ketiga ketika Lenghou Tiong sedang istirahat di tempat tidur, tiba-tiba didengarnya Sute yang kecil bernama Su Ki sedang bicara di luar kamar dengan suara berbisik, “Jisuko, Suhu menanyakan padamu apakah hari ini Toasuko memperlihatkan sesuatu gerak-gerik yang mencurigakan?”
(more…)

Hina kelana: Bab 44. Sekali Serang Lenghou Tiong Membutakan 15 Orang Musuh

Filed under: +Hina Kelana, Jin Yong — Tags: — ceritasilat @ 9:55 pm

Hina Kelana
Bab 44. Sekali Serang Lenghou Tiong Membutakan 15 Orang Musuh
Oleh Jin Yong

Hong Put-peng bertenaga lebih besar dari lawannya, setiap kali bila sukar mengelakkan serangan Lenghou Tiong selalu ia gunakan pedangnya membabat dan menebas secara keras lawan keras, sebab ia tahu lawannya takkan mengadu senjata dengan dia. Dengan demikian ia selalu dapat terhindari dari posisi yang kepepet.

Di antara penonton itu sudah tentu tidak kurang jago-jago ternama, ketika melihat cara pertarungan Hong Put-peng lama-kelamaan menjurus kepada cara licik dan cara bajingan, diam-diam mereka tidak puas. Seorang Tosu dari Thay-san-pay lantas menyindir, “Ilmu pedang murid Khi-cong lebih tinggi, sebaliknya paman guru dari Kiam-cong bertenaga dalam lebih kuat, bagaimana bisa jadi demikian? Khi-cong dan Kiam-cong dari Hoa-san-pay ini bukankah telah berputar balik sama sekali!”
(more…)

Hina Kelana: Bab 43. Si Baju Kuning Co Hui-leng Putra Sulung Co-bengcu

Filed under: +Hina Kelana, Jin Yong — Tags: — ceritasilat @ 9:54 pm

Hina Kelana
Bab 43. Si Baju Kuning Co Hui-leng Putra Sulung Co-bengcu
Oleh Jin Yong

“Ilmu silat Kun-cu-kiam Gak-siansing memang tidak bernama omong kosong,” demikian suara seorang tua lagi bicara. “Dengan kekuatan kami belasan orang mengerubutmu malahan beberapa orang kami sampai terluka, dengan demikian akhirnya baru dapat menangkapmu, sungguh kami harus mengaku tidak becus. Hehe, kami benar-benar sangat kagum padamu. Bila aku harus satu melawan satu padamu terang takkan mampu menang. Tapi kalau dipikir kembali mesti jumlah kami ada 15 orang, namun rombongan kalian bahkan berjumlah 20 orang lebih, kalau dibandingkan toh Hoa-san-pay kalian tetap lebih banyak. Jadi malam ini dengan jumlah sedikit kami telah menangkap pihak Hoa-san-pay yang berjumlah lebih banyak. Pertarungan ini telah kami menangkan dengan tidak mudah, betul tidak kawan-kawan?”

“Ya, memang kemenangan kita diperoleh tidak mudah,” seru beberapa orang berkedok di belakangnya.
(more…)

Hina Kelana: Bab 42. Gak Put-kun Ditawan Musuh dan Lenghou Tiong yang Menolong

Filed under: +Hina Kelana, Jin Yong — Tags: — ceritasilat @ 9:53 pm

Hina Kelana
Bab 42. Gak Put-kun Ditawan Musuh dan Lenghou Tiong yang Menolong
Oleh Jin Yong

Namun meski mereka bertiga mencari pula segenap pelosok pondok kecil itu dengan lebih teliti toh hasilnya tetap nihil. Akhirnya Put-kun berkata, “Kejadian ini jangan sekali-kali disiarkan keluar, kecuali aku yang akan memberitahukan kepada ibumu, kepada siapa pun jangan bercerita. Marilah mengubur Tay-yu dan lekas tinggalkan tempat ini.”

Waktu mengangkat Liok Tay-yu, tanpa terasa Lenghou Tiong berduka pula. Pikirnya, “Di antara sesama saudara seperguruan, selamanya Laksute paling baik padaku. Siapa duga sekali salah tutuk aku membinasakan dia. Hal ini sungguh di luar dugaan, mungkin karena di dalam tubuhku terdapat hawa murni yang ditinggalkan Tho-kok-lak-sian yang aneh itu, maka tenagaku menutuk telah jauh berbeda? Seumpama betul demikian, lalu kitab Ci-he-pit-kip itu mengapa bisa menghilang tanpa bekas? Seluk-beluk kejadian ini benar-benar sukar untuk dimengerti. Sekarang Suhu sudah mencurigai diriku, tiada gunanya aku memberi penjelasan, paling perlu aku harus menyelidiki perkara ini sehingga jelas, sesudah itu biarlah aku membunuh diri untuk mengiringi kematian Laksute.”
(more…)

Hina Kelana: Bab 41. Matinya Liok Tay-yu Secara Aneh

Filed under: +Hina Kelana, Jin Yong — Tags: — ceritasilat @ 9:51 pm

Hina Kelana
Bab 41. Matinya Liok Tay-yu Secara Aneh
Oleh Jin Yong

Diam-diam Lenghou Tiong membatin, “Put-kay Hwesio ini benar-benar seorang laki-laki kasar dan dogol, banyak persamaannya dengan Tho-kok-lak-sian yang ketolol-tololan itu. Dia berani berkata tentu juga berani berbuat, jika dia benar-benar membikin celaka Siausumoay, wah, lantas bagaimana baiknya?”

Sementara itu Gi-lim tampak sangat gelisah, serunya, “Ayah, Lenghou-toako dalam keadaan terluka parah, lekas menyembuhkan dia. Urusan lain boleh kita bicarakan nanti.”
(more…)

Create a free website or blog at WordPress.com.