Kumpulan Cerita Silat

06/11/2007

Pahlawan Padang Rumput: Bagian 07

Filed under: Liang Yu Sheng, Pahlawan Padang Rumput — Tags: — ceritasilat @ 11:02 pm

Pahlawan Padang Rumput: Bagian 07
Oleh Liang Yu Sheng

Malam di padang rumput di waktu musim panas, udara terang dan tenang, langit penuh dengan bintang-bintang yang gemeredepan seperti batu permata tersunting di layar beludru biru yang luas, puncak gunung penuh salju menegak di kejauhan dengan megahnya, berdiri di antara angkasa malam yang berwarna biru tua bagai intan berkilauan.

Di padang rumput, para pahlawan bangsa Lopuh sedang mengitari api unggun dan memutari pahlawan wanita mereka, Hui-ang-kin alias Hamaya, juga mengitari si pengkhianat, Abu.
(more…)

Pendekar Budiman: Bagian 08

Filed under: Gu Long, Pendekar Budiman — Tags: — ceritasilat @ 10:38 pm

Pendekar Budiman: Bagian 08
Oleh Gu Long

“Tapi kau pun tidak mati sebab kau benar telah mengalah tiga jurus padaku dan tidak ingkar janji,” kata A Fei pula. Tiba-tiba ia tertawa dan menyambung, “Sedikitnya engkau terlebih hebat daripada Sim-bi Hwesio.”

Seperti diketahui, Sim-bi menyatakan takkan melukai A Fei asalkan anak muda itu mampu menerjang keluar kepungan Lo-han-tin, tapi akhirnya A Fei toh dilukainya juga. Pelajaran ini takkan dilupakan A Fei untuk selamanya.
(more…)

Hina Kelana: Bab 40. Tho-kok-lak-sian Takut kepada Kentut

Filed under: +Hina Kelana, Jin Yong — Tags: — ceritasilat @ 10:25 pm

Hina Kelana
Bab 40. Tho-kok-lak-sian Takut kepada Kentut
Oleh Jin Yong

Lenghou Tiong terbahak-bahak, tapi baru dua-tiga kali mengakak napasnya sudah sesak dan tidak sanggup tertawa lagi.

Maka Dian Pek-kong meneruskan ceritanya, “Saat itu tubuhku terapung di atas, biarpun punya kepandaian setinggi langit juga tidak mampu melepaskan diri dari cengkeraman mereka, jangankan hendak menangkap mereka segala. Huh, mereka benar-benar mengoceh tak keruan, sialan ….”
(more…)

Hina Kelana: Bab 39. Gak Put-kun Buron Bersama Keluarga

Filed under: +Hina Kelana, Jin Yong — Tags: — ceritasilat @ 10:24 pm

Hina Kelana
Bab 39. Gak Put-kun Buron Bersama Keluarga
Oleh Jin Yong

Gak-hujin tidak dapat menyangkal pendapat sang suami itu, saking cemasnya tanpa terasa air matanya meleleh.

Segera Gak Put-kun berkata pula, “Tingkah laku kawanan siluman itu sukar diraba dan tak menentu, daripada nanti terlambat, marilah sekarang juga kita lantas berangkat.”
(more…)

Hina Kelana: Bab 38. Kui-hoa-po-tian = Inti Rahasia Pi-sia-kiam-hoat

Filed under: +Hina Kelana, Jin Yong — Tags: — ceritasilat @ 10:23 pm

Hina Kelana
Bab 38. Kui-hoa-po-tian = Inti Rahasia Pi-sia-kiam-hoat
Oleh Jin Yong

“Kali ini ucapan Toako benar,” sahut Tho-kan-sian. “Lebih baik kita membawanya menghadap si nona cilik dahulu, kemudian baru kita berangkat ke Hoa-san.”

Bicara demikian, kontan mereka ganti haluan dan menuju ke jurusan selatan.
(more…)

Hina Kelana: Bab 37. Tubuh Seng Put-yu Dibeset Menjadi Empat

Filed under: +Hina Kelana, Jin Yong — Tags: — ceritasilat @ 10:23 pm

Hina Kelana
Bab 37. Tubuh Seng Put-yu Dibeset Menjadi Empat
Oleh Jin Yong

Hanya satu gebrakan saja Seng Put-yu sudah terpaksa menarik kembali pedangnya untuk menangkis, tanpa terasa mukanya menjadi merah jengah. Ia tidak tahu bahwa usapan sapu Lenghou Tiong sebenarnya adalah ciptaan belasan jago Mo-kau, sebaliknya ia menyangka berhasilnya Lenghou Tiong mematahkan serangannya hanya karena kebetulan saja. Dengan gusar serangan kedua segera dilontarkan pula menuju dada dekat ketiak.

Namun Lenghou Tiong sempat mengegos pula, ia pindahkan sapu ke tangan kiri, tampaknya seperti menghindari tusukan pedang lawan, tapi secepat kilat sapunya menyambar pula ke depan mengarah dada Seng Put-yu.
(more…)

Hina Kelana: Bab 36. Enam Kakek Aneh dari Lembah Tho

Filed under: +Hina Kelana, Jin Yong — Tags: — ceritasilat @ 10:22 pm

Hina Kelana
Bab 36. Enam Kakek Aneh dari Lembah Tho
Oleh Jin Yong

Kiranya otak orang ini memang bebal, tapi selamanya sangat hati-hati.

“Sudah tentu kau lebih tinggi,” sahut Lenghou Tiong dengan tertawa. “Caramu berlari tadi menunjukkan Ginkangmu sangat tinggi, betapa pun jago Ko-san-pay itu takkan mampu menyusul kau.”
(more…)

Hina Kelana: Bab 35. Ada Orang Hendak Rebut Jabatan Ketua Hoa-san-pay

Filed under: +Hina Kelana, Jin Yong — Tags: — ceritasilat @ 10:18 pm

Hina Kelana
Bab 35. Ada Orang Hendak Rebut Jabatan Ketua Hoa-san-pay
Oleh Jin Yong

“Kiranya Thaysusiokco tinggal di belakang situ, sungguh sangat kebetulan jika demikian. Siang malam cucu akan dapat meladeni dan menemani Thaysusiokco.”

“Coba kau ikut kemari,” kata Hong Jing-yang.
(more…)

Hina Kelana: Bab 34. Tokko-kiu-kiam = Sembilan Jurus Ilmu Pedang Tokko

Filed under: +Hina Kelana, Jin Yong — Tags: — ceritasilat @ 10:17 pm

Hina Kelana
Bab 34. Tokko-kiu-kiam = Sembilan Jurus Ilmu Pedang Tokko
Oleh Jin Yong

“Tiong-ji,” katanya kemudian, “dahulu waktu aku belajar jurus pertama ini saja memakan waktu tiga bulan. Sekarang kau disuruh mempelajari dua jurus dalam semalam ini sesungguhnya lebih mirip bergurau.”

Sejenak kemudian, tiba-tiba ia menyebut istilah-istilah yang diucapkannya tadi dengan cepat, sesudah beberapa puluh kalimat, ia coba suruh Lenghou Tiong ikut menghafalkan istilah-istilah itu.
(more…)

Hina Kelana: Bab 33. Caranya Membikin Dian Pek-kong Roboh Tertutuk

Filed under: +Hina Kelana, Jin Yong — Tags: — ceritasilat @ 10:16 pm

Hina Kelana
Bab 33. Caranya Membikin Dian Pek-kong Roboh Tertutuk
Oleh Jin Yong

Sungguh heran Lenghou Tiong tak terkatakan, ia tidak tahu dari mana munculnya kakek itu, mengapa sedikit pun tidak berasa dan tahu-tahu orang sudah berdiri di belakangnya.

Tengah ragu-ragu, terdengar Dian Pek-kong telah menegur si kakek, “Apakah engkau adalah … adalah Hong-losiansing?”
(more…)

Hina Kelana: Bab 32. Dian Pek-kong Diracun Orang dan Munculnya Jago Tua Hoa-san-pay Hong Jing-yang

Filed under: +Hina Kelana, Jin Yong — Tags: — ceritasilat @ 10:16 pm

Hina Kelana
Bab 32. Dian Pek-kong Diracun Orang dan Munculnya Jago Tua Hoa-san-pay Hong Jing-yang
Oleh Jin Yong

Sebenarnya Dian Pek-kong tiada maksud hendak membunuh Lenghou Tiong. Pikirnya, “Pemuda itu lebih suka mati daripada menyerah, sulit juga untuk dilayani. Jika sampai bergebrak, aku tidak dapat membunuh dia, sebaliknya dia menyerang dengan nekat, hal ini tidaklah menguntungkan bagiku.”

Tiba-tiba ia mendapat akal, katanya segera, “Lenghou Tiong, kita tidak punya permusuhan, buat apa mesti mengadu jiwa? Tidakkah lebih baik kita bertaruh saja?”
(more…)

Hina Kelana: Bab 31. Munculnya Dian Pek-kong di Puncak Hoa-sanou Tiong

Filed under: +Hina Kelana, Jin Yong — Tags: — ceritasilat @ 10:13 pm

Hina Kelana
Bab 31. Munculnya Dian Pek-kong di Puncak Hoa-san
Oleh Jin Yong

Apa yang terjadi sedari pedang Lenghou Tiong dicukit mencelat ke udara, Gak-hujin menyerang dan disambut dengan sarung pedang oleh Lenghou Tiong, lalu Gak Put-kun mematahkan pedang bersama sarung pedang itu, kemudian pedang yang mencelat ke udara tadi jatuh kembali, semuanya itu hanya terjadi dalam beberapa detik saja. Sudah tentu Lo Tek-nau, Liok Tay-yu dan Gak Leng-sian sampai terkesima menyaksikan kejadian-kejadian itu.

Habis itu, Gak Put-kun lantas melompat maju ke depan Lenghou Tiong, “plak-plak-plak”, beruntun-runtun ia persen beberapa kali tamparan pada muka murid itu sambil membentak gusar, “Binatang, apa-apaan perbuatanmu ini?”
(more…)

Create a free website or blog at WordPress.com.