Kumpulan Cerita Silat

04/11/2007

Hina Kelana: Bab 17. Laki-laki Boleh Mengapa Wanita Tak Boleh?

Filed under: +Hina Kelana, Jin Yong — Tags: — ceritasilat @ 10:33 pm

Hina Kelana
Bab 17. Laki-laki Boleh Mengapa Wanita Tak Boleh?
Oleh Jin Yong

Published by {Nra} on 2005/12/17 (1182 reads)
“Aku sendiri sih tidak tahu, tapi ada seorang lain yang mengetahui,” kata Fifi. “Orang itu terluka parah, jiwanya dalam bahaya. Jika Cici mau menolongnya dengan Thian-hiang-toan-siok-ko, tentu Cici juga akan diberi tahu di mana beradanya jenazah Lenghou-toako.”

“Kau sendiri tidak tahu?” Gi-lim menegas.
(more…)

Hina Kelana: Bab 16. Senjata Makan Tuan, Cui-sim-ciang Makan Jing-sia-pay

Filed under: +Hina Kelana, Jin Yong — Tags: — ceritasilat @ 10:32 pm

Hina Kelana
Bab 16. Senjata Makan Tuan, Cui-sim-ciang Makan Jing-sia-pay
Oleh Jin Yong

Para hadirin melihat umur dara cilik itu paling-paling baru 12-13 tahun saja, berbaju hijau pupus, kulit badannya putih bersih, raut mukanya bulat telur, cantik menyenangkan. Maka timbul seketika rasa simpatik semua orang. Beberapa orang di antaranya yang berangasan sudah lantas berteriak-teriak, “Hajar hidung kerbau itu!”

“Ya, mampuskan Tosu kerdil itu!”
(more…)

Hina Kelana: Bab 15. Si Gadis Cilik Berbaju Hijau

Filed under: +Hina Kelana, Jin Yong — Tags: — ceritasilat @ 10:30 pm

Hina Kelana
Bab 15. Si Gadis Cilik Berbaju Hijau
Oleh Jin Yong

“Akal bulus apa?” semprot Ting-yat Suthay dengan gusar. “Seorang jantan boleh adu kecerdikan dan tidak perlu adu kekuatan. Selama ini juga tidak pernah terlihat di dalam Jing-sia-pay kalian ada seorang kesatria muda budiman seperti dia?”

Semula dia menyalahkan Lenghou Tiong, tapi sesudah mendengar cerita Gi-lim bahwa yang telah membela kehormatan Hing-san-pay mereka tanpa menghiraukan keselamatannya sendiri, ia menjadi merasa terima kasih malah.
(more…)

Hina Kelana: Bab 14. Ilmu Pedang Kakus Ciptaan Lenghou Tiong

Filed under: +Hina Kelana, Jin Yong — Tags: — ceritasilat @ 10:30 pm

Hina Kelana
Bab 14. Ilmu Pedang Kakus Ciptaan Lenghou Tiong
Oleh Jin Yong

Sampai di sini ia pandang Te-coat Tojin, lalu menyambung pula, “Dan Supek dari Thay-san-pay ini lantas melompat ke depan Dian Pek-kong sambil membentak, pedangnya menyerang dengan cepat dan bertubi-tubi. Sudah tentu ilmu pedang Supek ini sangat hebat, tapi Dian Pek-kong tidak berdiri lagi, ia hanya duduk di kursinya sambil cabut golok dan menangkis setiap serangan. Supek ini telah menyerang belasan kali dan Dian Pek-kong juga menangkis belasan kali, selama itu dia tetap duduk saja tanpa berbangkit.”

Air muka Thian-bun Tojin tampak membesi, katanya, “Sute, apakah ilmu silat bangsat itu benar-benar begitu lihai?”
(more…)

Hina Kelana: Bab 13. Asal Judi Tentu Kalah

Filed under: +Hina Kelana, Jin Yong — Tags: — ceritasilat @ 10:29 pm

Hina Kelana
Bab 13. Asal Judi Tentu Kalah
Oleh Jin Yong

“Untung juga udara mendung, keadaan gelap gulita, dia tak dapat melihat kami. Tapi mungkin dia pun menduga kami pasti masih sembunyi di sekitar situ, maka dia masih terus membacok dan menebas tak berhenti-henti. Suatu kali pedangnya menyambar lewat di atas kepalaku, wah, hampir-hampir saja aku terluka, sungguh sangat berbahaya. Sesudah menebas kian kemari tanpa hasil, bangsat itu masih terus mencaci maki dan mencari ke sebelah sana.

“Sekonyong-konyong ada benda cair hangat menetes di atas mukaku, berbareng aku lantas mengendus bau anyirnya darah. Aku terkejut dan bertanya dengan suara perlahan, ‘Apakah engkau terluka?’
(more…)

Hina Kelana: Bab 12. Si Gi-lim Cantik Berkisah

Filed under: +Hina Kelana, Jin Yong — Tags: — ceritasilat @ 10:28 pm

Hina Kelana
Bab 12. Si Gi-lim Cantik Berkisah
Oleh Jin Yong

“Buat apa kau masih sebut dia sebagai ‘Hiantit’ (keponakan yang baik) segala, Hian … Hian kentut!” teriak Thian-bun dengan gusar. Tapi segera ia merasa ucapannya itu kurang sopan di hadapan seorang Nikoh sebagai Ting-yat Suthay. Namun kata-kata itu sudah telanjur dikeluarkan dan tak mungkin ditarik kembali, terpaksa ia hanya marah-marah dan duduk kembali ke tempatnya.

“Lau-susiok, sebenarnya bagaimana duduk perkara ini, harap engkau sudi menjelaskan,” tanya Tek-nau kemudian.
(more…)

Hina Kelana: Bab 11. Murid Pertama Hoa-san-pay Namanya Lenghou Tiong

Filed under: +Hina Kelana, Jin Yong — Tags: — ceritasilat @ 10:26 pm

Hina Kelana
Bab 11. Murid Pertama Hoa-san-pay Namanya Lenghou Tiong
Oleh Jin Yong

“Lalu mereka minum atau tidak?” tanya Lak-kau-ji.

“Sudah tentu mereka tidak berani minum,” sahut Lo Tek-nau. “Dengan mengendus bau arak yang sengak menusuk hidung itu, siapa lagi yang berani minum. Tapi, e-e-eh, Lim-siaupiauthau itu benar-benar tidak takut langit dan tidak gentar bumi, sekaligus dia telah menghabiskan tiga cawan arak itu. Para Sute, biarpun ilmu silat Lim-kongcu itu tidak seberapa tingginya, tapi dengan diminumnya tiga cawan arak itu aku lantas menghormati dia sebagai seorang laki-laki sejati. Sikap kesatria begitu benar-benar jarang terdapat di dunia persilatan. Waktu itu jika aku yang dihadapkan kepada ketiga cawan arak itu tentu aku tidak mau juga tidak berani minum.”
(more…)

Hina Kelana: Bab 10. Jing-sia-pay Ternyata Pernah Dikalahkan Pi-sia-kiam-hoat

Filed under: +Hina Kelana, Jin Yong — Tags: — ceritasilat @ 10:21 pm

Hina Kelana
Bab 10. Jing-sia-pay Ternyata Pernah Dikalahkan Pi-sia-kiam-hoat
Oleh Jin Yong

“Lak-kau-ji, ingin kutanya kau, pada waktu Toasuko berteriak-teriak tentang ’empat binatang dari Jing-sia’, tatkala itu kau ikut-ikut berteriak atau tidak?” demikian tanya seorang Suhengnya yang berbadan gede.

“Haha, jika begitu cara teriakan Toasuko, sudah tentu aku ikut-ikut memberi suara,” sahut Liok Tay-yu. “Memangnya kau malah ingin aku membantu pihak Jing-sia-pay dan memaki Toasuko?”
(more…)

Hina Kelana: Bab 09. Suara Rebab Bok-taysiansing Mengejutkan Orang Banyak

Filed under: +Hina Kelana, Jin Yong — Tags: — ceritasilat @ 10:19 pm

Hina Kelana
Bab 09. Suara Rebab Bok-taysiansing Mengejutkan Orang Banyak
Oleh Jin Yong

Melihat keadaan yang luar biasa itu, serentak beberapa puluh orang yang berada di rumah minum itu berkerumun maju dan beramai-ramai membicarakan kelihaian ilmu pedang orang tua itu.

Segera seorang di antaranya berkata kepada si pendek buntak tadi, “Untunglah tuan tua itu bermurah hati, kalau tidak buah kepalamu tentu sudah berpisah dengan tubuhmu seperti cawan ini.”
(more…)

Hina Kelana: Bab 08. Harta Karun di Dalam Peti

Filed under: +Hina Kelana, Jin Yong — Tags: — ceritasilat @ 10:19 pm

Hina Kelana
Bab 08. Harta Karun di Dalam Peti
Oleh Jin Yong

“Rupanya kau tidak mengetahui persoalan ini,” ujar si orang she Sin dengan tertawa. “Sekali ini Lau Cing-hong merayakan pesta ‘cuci tangan’, tentu tokoh-tokoh terkemuka dari berbagai golongan dan aliran akan ikut hadir. Maka hadiah kita ini bukan untuk mengambil hatinya Lau Cing-hong, tapi lebih tepat adalah untuk menonjolkan nama Jing-sia-pay kita agar mereka lebih kenal siapakah Jing-sia-pay.”

“O, ya, betapa pun memang Sin-suko lebih dapat berpikir panjang,” kata si orang she Kiat. “Hanya saja kalau … kalau kita pulang dengan tangan kosong, walaupun Suhu takkan marah, tapi kita … kita sendiri ….”
(more…)

Hina Kelana: Bab 07. Lebih Baik Mengemis daripada Mencuri

Filed under: +Hina Kelana, Jin Yong — Tags: — ceritasilat @ 10:18 pm

Hina Kelana
Bab 07. Lebih Baik Mengemis daripada Mencuri
Oleh Jin Yong

Tapi diam-diam Pui Jin-ti berpikir, “Urusan ini benar-benar rada ganjil, rasanya perempuan ini tidak bakal menyuruh bocah she Lim ini minum racun kecuali kalau dia benar-benar gentar kepada Siong-hong-koan kami?”

Mendadak pikirannya tergerak dan paham duduknya perkara, ia bergelak tertawa dan berkata, “Hahaha, ucapan nona ini seakan-akan menganggap kami berdua ini sebagai anak kecil umur tiga saja! Ketiga cawan itu hakikatnya berisi darah babi, darah anjing, masakan kau katakan arak Ho-ting-ang campur warangan apa segala? Kami cuma merasa muak untuk minum darah babi dan anjing yang kotor demikian itu, kalau benar-benar arak berbisa, jangankan cuma tiga cawan, biarpun 30 cawan juga akan kami minum dan kami tentu mempunyai obat penawar racunnya. Coba lihat, sesudah minum, anak jadah she Lim itu masih tetap segar bugar, apakah benar arakmu itu beracun? Huh, apakah nona kira kami begini gampang untuk dibohongi?”
(more…)

Hina Kelana: Bab 06. Si Budak Bermuka Jelek dari Hoa-san-pay

Filed under: +Hina Kelana, Jin Yong — Tags: — ceritasilat @ 10:18 pm

Hina Kelana
Bab 06. Si Budak Bermuka Jelek dari Hoa-san-pay
Oleh Jin Yong

Diam-diam Cin-lam membatin, “Kabarnya Siong-hong-kiam-hoat (ilmu pedang angin meniup pohon Siong) Jing-sia-pay mereka mengutamakan gesit dan enteng sebagai angin serta ulet sebagai pohon Siong. Untuk bisa menang harapanku hanya mencari kesempatan untuk mendahului saja.”

Karena itu tanpa sungkan-sungkan lagi pedangnya lantas bergerak, kontan ia menebas dari samping dalam jurus “Kun-sia-pi-ih” (kawanan iblis terkocar-kacir) dari Pi-sia-kiam-hoat (ilmu pedang penghalau iblis).
(more…)

« Newer Posts

Blog at WordPress.com.