Kumpulan Cerita Silat

September 28, 2009

Seri 4 Opas – Pertemuan di Kota Raja 13

Filed under: Pertemuan di Kota Raja — Tags: — ceritasilat @ 2:08 am

Oleh Wen Rui An

(Terima kasih kepada Abu Keisel, Manise, Lovecan, dan Sumahan)

Bab III. Tangan Beracun.

13. Pertempuran sebelas pedang.

Kembali Ciu Leng-liong merangsek maju untuk menghadang tiga orang bandit lain, dua orang di antara bandit itu segera melompat mundur untuk berkelit, salah seorang di antaranya tak keburu kabur, segera ditangkap dan diangkat tinggi-tinggi, belum sempat ia berontak, tubuhnya sudah dilemparkan ke arah seorang rekannya.

Dalam keadaan kaget, bandit itu langsung menghujamkan goloknya ke depan.
(more…)

September 27, 2009

Seri 4 Opas – Pertemuan di Kota Raja 12

Filed under: Pertemuan di Kota Raja — Tags: — ceritasilat @ 2:07 am

Oleh Wen Rui An

(Terima kasih kepada Abu Keisel, Manise, Lovecan, dan Sumahan)

Bab III. Tangan Beracun.

12. Pertempuran tiga partai.

Ternyata sewaktu Pek Huan-ji dan Ciu Leng-liong berangkat untuk menolong Thian Toa-ciok dan Liu Ing-peng tadi, hasil undian sudah telah ditetapkan, hasilnya adalah: Partai pertama, Tangan besi melawan Wan Beng-tin. Partai kedua, Ngo Kong-tiong melawan Lau Hiat-kong. Partai ketiga, Ciu Pek-ih melawan Cing Sau-song.

Dengan keluarnya hasil undian ini, Si Ceng-tang pun sudah bisa membuat analisa, kecuali partai si Tangan besi melawan Wan Beng-tin yang agak punya peluang untuk menang, dua partai lainnya sukar diramalkan, apalagi partai Ciu Pek-ih harus menghadapi Cing Sau-song.

Untuk adilnya maka ditentukan masing-masing mengambil undian lagi, untuk menentukan siapa yang berhak memutuskan pertarungan akan dilakukan dengan sistim bagaimana, adu tenaga dalam, adu pukulan atau adu senjata.
(more…)

September 26, 2009

Seri 4 Opas – Pertemuan di Kota Raja 11

Filed under: Pertemuan di Kota Raja — Tags: — ceritasilat @ 2:06 am

Oleh Wen Rui An

(Terima kasih kepada Abu Keisel, Manise, Lovecan, dan Sumahan)

Bab III. Tangan Beracun.

11. Dua jagoan gagah.

Menyaksikan senjatanya berhasil direbut lawan, Mok Kiu-peng sama sekali tidak gugup, dia segera membuang senjatanya sambil melolos pedang.

Si Tangan besi mendengus dingin, dia gunakan ujung tombak yang tajam dengan jurus Han-ya-tiam-tiam (burung gagak mengangguk) menyodok jalan darah Tiong-ki, Sau-jiong dan Seng-hiat di tubuh lawan.
(more…)

September 25, 2009

Seri 4 Opas – Pertemuan di Kota Raja 10

Filed under: Pertemuan di Kota Raja — Tags: — ceritasilat @ 2:05 am

Oleh Wen Rui An

(Terima kasih kepada Abu Keisel, Manise, Lovecan, dan Sumahan)

Bab III. Tangan Beracun.

10. Bertarung melawan Barisan Serigala.

Dengan menyaru sebagai rombongan piaukiok, rombongan laki perempuan itu menembus hutan dan tibalah di sebuah pa-dang luas yang dilapisi salju tebal.

Waktu itu Si Ceng-tang dan Ciu Leng-liong menyamar jadi dua orang saudagar kaya, namun mereka tetap waspada, pasang telinga baik-baik.
(more…)

September 24, 2009

Seri 4 Opas – Pertemuan di Kota Raja 09

Filed under: Pertemuan di Kota Raja — Tags: — ceritasilat @ 2:04 am

Oleh Wen Rui An

(Terima kasih kepada Abu Keisel, Manise, Lovecan, dan Sumahan)

Bab III. Tangan Beracun.

9. Memisah emas menyembah Buddha.

Dari kota Ciang-ciu menuju ke Ci-lian-hong, orang harus menempuh perjalanan sejauh “empat lima ratus li, suatu jarak yang tak selesai ditempuh dalam tiga hari perjalanan, bukan saja harus membawa uang,, ransum, kantung air dan kuda, bahkan harus dilengkapi juga tenda, lampu penerangan, jas hujan dan lain sebagainya.

Di halaman depan istana Si-ciangkun, saat ini berkumpul empat puluhan jago gagah perkasa, mereka semua berkumpul di depan Si Ceng-tang dan Ciu Leng-liong.
(more…)

September 23, 2009

Seri 4 Opas – Pertemuan di Kota Raja 08

Filed under: Pertemuan di Kota Raja — Tags: — ceritasilat @ 2:00 am

Oleh Wen Rui An

(Terima kasih kepada Abu Keisel, Manise, Lovecan, dan Sumahan)

Bab III. Tangan Beracun.

8. Buronan Naga Penjara Darah.

Penjara besar Besi Berdarah di kota Ciang-ciu.

Penjara besar Besi Berdarah di kota Ciang-ciu merupakan salah satu di antara tiga penjara besar yang ada saat itu. Hampir semua narapidana yang dipenjarakan di sana adalah para penjahat kelas kakap yang sudah melakukan banyak dosa dan kejahatan.
(more…)

September 22, 2009

Seri 4 Opas – Pertemuan di Kota Raja 07

Filed under: Pertemuan di Kota Raja — Tags: — ceritasilat @ 2:02 am

Oleh Wen Rui An

(Terima kasih kepada Abu Keisel, Manise, Lovecan, dan Sumahan)

Bab II. Tangan Berdarah

7. Membunuh Sahabat.

Para jagoan tahu, beberapa orang itu pasti sudah terpengaruh irama iblis sehingga tunduk pada perintah Yan Bu-yu.

Tak terlukiskan rasa gusar Ji Bun-lui melihat kekejaman perempuan itu. Tanpa peduli gengsi lagi dia segera mengayun kapaknya dan ikut mengembut wanita iblis itu dengan serangan brutal. Yang diharapkan sekarang hanya secepatnya membunuh sang Selir Berdarah.
(more…)

September 21, 2009

Seri 4 Opas – Pertemuan di Kota Raja 06

Filed under: Pertemuan di Kota Raja — Tags: — ceritasilat @ 1:59 am

Oleh Wen Rui An

(Terima kasih kepada Abu Keisel, Manise, Lovecan, dan Sumahan)

Bab II. Tangan Berdarah

6. Menjebol Barisan.

Menyaksikan kejadian ini, si Pengejar Nyawa tertawa getir. Dia segera melakukan pemeriksaan lebih teliti. Ternyata sekujur badan Kongci Si pucat pias, sama sekali tak ada tanda darah. Dua bekas gigitan tertera jelas di tengkuknya, cairan darah dalam tubuhnya juga telah diisap seseorang hingga habis. Jelas dia sudah tewas jauh sebelum termakan tendangan maut itu.

Pengejar Nyawa tertawa dingin, katanya, “Rupanya setan penghuni Perkampungan Hantu menguntit kita dengan menggunakan burung rajawali itu. Karena dia terbang di angkasa dalam cuaca gelap begini, sudah pasti jejaknya sukar diketahui kita semua. Lantaran kejadiannya mirip sekali dengan peristiwa di masa lalu, ketika aku melawan Bu-tek Kongcu, maka aku lantas menduga kalau pihak lawan tentu menggunakan burung rajawali untuk mengintai dari udara, kemudian mencari kesempatan untuk membunuh kita. Itulah sebabnya tadi aku meminjam kapak milik Ji Bun-lui untuk memeriksa bayangan tubuhnya dari pantulan sinar di mata kapak. Tapi aku percaya burung rajawali ini bukan bertugas membunuh orang. Yang melakukan pembantaian pasti orang lain. Kalau tidak, dengan kemampuan burung ini rasanya mustahil bisa membunuh Pa Thian-sik. Untuk membunuh Kongci Si berempat pun belum tentu bisa, paling tidak mereka dapat berteriak minta pertolongan sebelumnya. Maka menurut dugaanku, tugas dari rajawali ini adalah mengangkut mayat-mayat yang telah terbunuh menuju ke tempat yang tidak pernah diduga oleh kita semua, agar kekuatan kita tercerai-berai, agar kita ketakutan terlebih dulu sehingga akhirnya tak berani melanjutkan perjalanan menuju ke Perkampungan Hantu. Jelas sudah semuanya ini adalah hasil karya manusia. Mana mungkin ada setan memiliki kemampuan seperti ini?”
(more…)

September 20, 2009

Seri 4 Opas – Pertemuan di Kota Raja 05

Filed under: Pertemuan di Kota Raja — Tags: — ceritasilat @ 1:55 am

Oleh Wen Rui An

(Terima kasih kepada Abu Keisel, Manise, dan Lovecan)

Bab II. Tangan Berdarah

5. Bun-lui dari Kwang-tong.

Tiga tahun kemudian, di suatu tengah malam musim dingin yang sedang dilanda badai salju yang luar biasa.

Tiga puluh li di luar Perkampungan Hantu terletak sebuah wilayah yang bernama Dermaga Hong-Iim. Wilayah itu berada di suatu daerah perairan yang dinamakan Siau-lian-huan-wu.
(more…)

September 19, 2009

Seri 4 Opas – Pertemuan di Kota Raja 04

Filed under: Pertemuan di Kota Raja — Tags: — ceritasilat @ 1:43 am

Oleh Wen Rui An

(Terima kasih kepada Abu Keisel, Manise, dan Lovecan)

Bab II. Tangan Berdarah

4. Memasuki alam baka.

Cahaya rembulan sangat redup, remang-remang dan terasa agak gelap.

Dari balik cahaya yang redup bagai berada dalam alarri ba-ka itu tiba-tiba terdengar tangisan seorang wanita. Suaranya lirih, sedih dan memilukan hati.
(more…)

Older Posts »

Blog at WordPress.com.