Kumpulan Cerita Silat

11/06/2009

Pendekar-Pendekar Negeri Tayli – 61

Filed under: Pendekar-Pendekar Negeri Tayli — Tags: — ceritasilat @ 1:32 pm

Oleh Jin Yong

(Terima Kasih Kepada Tungning)

Tatkala itu udara sebenarnya gelap gulita, tapi di bawah sinar pelita yang terang itu semua orang dapat melihat dengan jelas melayang turunnya Buyung Hok yang indah dan cekatan itu, semua orang tercengang dan kagum luar biasa.

Di tengah suara jerit maki yang menyeramkan itu tiba-tiba bergema pula suara sorak puji yang gemuruh sehingga jerit teriak orang yang tersiksa itu kalah kerasnya.
(more…)

10/06/2009

Pendekar-Pendekar Negeri Tayli – 60

Filed under: Pendekar-Pendekar Negeri Tayli — Tags: — ceritasilat @ 1:29 pm

Oleh Jin Yong

(Terima Kasih Kepada Tungning)

Pek-jwan tercengang, tapi segera ia menurut dan menutuk dua hiat-to punggung pengemis tua, benar juga darah lantas berhenti menyembur keluar dari mulutnya. Dengan demikian dapatlah Kongya Kian memberikan pil lagi dan dapat ditelan oleh pengemis itu.

Sesudah menarik napas dalam-dalam, dengan suara terputus-putus pengemis tua itu berkata, “Banyak terima kasih atas… atas pertolonganmu. Numpang tanya sia… siapakah nama Inkong (tuan penolong) yang budiman?”
(more…)

09/06/2009

Pendekar-Pendekar Negeri Tayli – 59

Filed under: Pendekar-Pendekar Negeri Tayli — Tags: — ceritasilat @ 2:59 pm

Oleh Jin Yong

(Terima Kasih Kepada Tungning)

Tengah Goan-ci bersangsi, tiba-tiba di luar hutan sana bergema suara orang mengakak tawa, suara tertawa itu sangat nyaring dan lepas. Menyusul berkumandang pula suara tertawa kaum wanita, suaranya genit menggiurkan.

Goan-ci lantas teringat kepada A Ci yang sedang menunggunya di luar hutan itu, kalau ada orang datang, mungkin akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan lagi. Maka cepat ia lari keluar hutan sana.
(more…)

07/06/2009

Pendekar-Pendekar Negeri Tayli – 57

Filed under: Pendekar-Pendekar Negeri Tayli — Tags: — ceritasilat @ 12:45 am

Oleh Jin Yong

(Terima Kasih Kepada Tungning)

Waktu untuk kedua kalinya ia siuman kembali, sementara itu lapisan es yang membungkus kepalanya sudah mulai cair, sekarang tempat luka itu dirasakannya bagai dibakar panasnya.

Sekuatnya ia coba berbangkit, ketika ia berkaca pula pada air sungai kembali ia kaget lagi. Semula ia mengira ada sesuatu makhluk aneh atau siluman yang berdiri di tepi sungai tapi segera diketahuinya bahwa “siluman” itu tak-lain-tak-bukan adalah bayangan sendiri.
(more…)

06/06/2009

Pendekar-Pendekar Negeri Tayli – 56

Filed under: Pendekar-Pendekar Negeri Tayli — Tags: — ceritasilat @ 12:44 am

Oleh Jin Yong

(Terima Kasih Kepada Tungning)

Begitulah makin dipikir makin pedih perasaan Toan Ki, akhirnya ia berjalan ke depan dengan menunduk seperti orang linglung, dalam hati terpikir pula olehnya, “Ya, asalkan nona Ong merasa senang dan bahagia, apa artinya kalau aku berkorban baginya?”

Melihat Toan Ki mendadak pergi sendiri, cepat Buyung Hok berseru, “Toan-heng, kita baru berkenalan dan belum lagi bicara, mengapa terburu-buru hendak pergi?”
(more…)

05/06/2009

Pendekar-Pendekar Negeri Tayli – 55

Filed under: Pendekar-Pendekar Negeri Tayli — Tags: — ceritasilat @ 12:41 am

Oleh Jin Yong

(Terima Kasih Kepada Tungning)

Maka diam-diam ia pikir, “Apa aku harus bergebrak untuk menentukan unggul dan asor dengan dia atau menyelesaikan urusan A Ci lebih dulu? Kabarnya ilmu silat orang Buyung dari Koh-soh ini sukar dijajaki, orang Bu-lim tentu tidak sengaja omong kosong, jangan-jangan Sing-siok Losian yang baru menginjak kaki ke Tionggoan ini akan terjungkal di tangan bocah ini, jika begitu, wah, sialan benar!”

Dasar Ting Jun-jiu memang sangat cerdik dan suka pikir panjang, kalau dalam hal ilmu silat tidak yakin benar akan menang, segera timbul pikirannya untuk menyerang secara menggelap. Begitulah ia lantas berkata kepada A Ci, “Nah, katakan saja sendiri, kau ingin kupunahkan ilmu silatmu, memotong urat nadimu, atau kutebas sebelah tangan atau kakimu saja? Bukankah kau lebih suka mati daripada mengaku di mana beradanya benda itu?”
(more…)

04/06/2009

Pendekar-Pendekar Negeri Tayli – 54

Filed under: Pendekar-Pendekar Negeri Tayli — Tags: — ceritasilat @ 12:38 am

Oleh Jin Yong

(Terima Kasih Kepada Tungning)

Tiba-tiba Sing-ho tergerak kecerdikannya, katanya, “Engkau melarang aku membunuh diri? Baik, sudah seharusnya aku tunduk kepada perintah Ciangbunjin. Haha, bagus, akhirnya engkau sanggup juga menjadi ciangbunjin kita!”

“Tidak, aku tidak mau, bilamana aku menyanggupi?” sahut Hi-tiok sambil menggeleng kepala.
(more…)

03/06/2009

Pendekar-Pendekar Negeri Tayli – 53

Filed under: Pendekar-Pendekar Negeri Tayli — Tags: — ceritasilat @ 12:14 am

Oleh Jin Yong

(Terima Kasih Kepada Tungning)

Sekarang rasa takutnya sudah hilang, segera ia membungkuk memberi hormat, katanya, “Siauceng Hi-tiok memberi hormat kepada Cianpwe.”

Orang itu manggut-manggut dan bertanya, “Kau she apa?”
(more…)

02/06/2009

Pendekar-Pendekar Negeri Tayli – 52

Filed under: Pendekar-Pendekar Negeri Tayli — Tags: — ceritasilat @ 12:13 am

Oleh Jin Yong

(Terima Kasih Kepada Tungning)

Maka Pek-ling mulai lagi peras otak memikirkan problem catur itu, tapi hanya sebentar saja tubuhnya lantas sempoyongan dan kembali muntah darah.

“Huh, cari mampus sendiri, apa gunanya?” jengek Ting-lokoay tiba-tiba. “Perangkap yang dipasang Lojat (bangsat tua) ini memang sengaja dipakai untuk menyiksa dan membunuh orang, apa gunanya kau antarkan nyawamu dengan percuma?”
(more…)

01/06/2009

Pendekar-Pendekar Negeri Tayli – 51

Filed under: Pendekar-Pendekar Negeri Tayli — Tags: — ceritasilat @ 1:44 pm

Oleh Jin Yong

(Terima Kasih Kepada Tungning)

“Hah, itulah Sam-ceng Hwesio, orang Siau-lim-si kami,” kata Hian-lan. “Orang ini tidak taat kepada peraturan, makanya dihukum kurung dalam kamar batu. Rupanya badannya kelewat gede hingga dia tergencet gepeng dalam kamar batu itu. Siapakah gerangan yang mengantar dia minta obat pada Sih-siansing?”

“Orang yang datang bersama dia itu, wah, dia lebih-lebih aneh lagi, kepalanya memakai sebuah kerudung besi….”
(more…)

30/05/2009

Pendekar-Pendekar Negeri Tayli – 50

Filed under: Pendekar-Pendekar Negeri Tayli — Tags: — ceritasilat @ 1:52 pm

Oleh Jin Yong

(Terima Kasih Kepada Tungning)

Maka terdengarlah suara “krak” sekali, di antara dua kaki yang terbentur itu ada salah satu yang patah.

Beberapa kali seniman itu terguling-guling di tanah hingga sejauh beberapa meter, lalu ia berseru sebagai peranan dalam sandiwara, “Wahai Mo Yan-siu jahanam, biar kucencangmu… aduh, kakiku!” demikian pada akhirnya mendadak ia menjerit.
(more…)

29/05/2009

Pendekar-Pendekar Negeri Tayli – 49

Filed under: Pendekar-Pendekar Negeri Tayli — Tags: — ceritasilat @ 12:19 pm

Oleh Jin Yong

(Terima Kasih Kepada Tungning)

“Tapi… tapi memang betul begitu,” ujar A Pik gugup, “dan… dan hwesio itu kan belum tentu dari Siau-lim-si sini.”

“Berpuluh li di sekitar Siau-sit-san ini setiap hwesio tentu ada sangkut pautnya dengan biara kami, tapi nona bicara…” sebenarnya ia hendak mendamprat A Pik, tapi melihat kelemahlembutannya, ia jadi tidak tega dan urung melanjutkan ucapannya.
(more…)

28/05/2009

Pendekar-Pendekar Negeri Tayli – 48

Filed under: Pendekar-Pendekar Negeri Tayli — Tags: — ceritasilat @ 12:15 pm

Oleh Jin Yong

(Terima Kasih Kepada Tunging)

Ketinggalan kawanan ular itu sudah tentu tak tahu tentang membalas sakit hati majikan mereka segala, binatang itu masih terus melilit Ting Jun-jiu dan murid-muridnya untuk menunggu perintah selanjutnya dari majikan mereka. Suasana di tanah pegunungan itu menjadi sunyi senyap. Namun ular adalah makhluk yang bodoh, lama-lama bukan mustahil mereka akan mengganas sendiri tanpa komando.

Di tengah kepungan kawanan ular itu, orang-orang Sing-siok-hay tidak berani sembarangan berkutik, sebab khawatir menimbulkan reaksi ular-ular itu hingga mengamuk dan itu berarti jiwa mereka bisa amblas.
(more…)

27/05/2009

Pendekar-Pendekar Negeri Tayli – 47

Filed under: Pendekar-Pendekar Negeri Tayli — Tags: — ceritasilat @ 2:44 am

Oleh Jin Yong

(Terima Kasih Kepada Tungning)

Ketika Goan-ci hilang silaunya, tahu-tahu di dalam kamar sudah bertambah seorang, itulah dia Polo Singh yang baru saja menerobos keluar dari lubang bawah tanah. Tangan padri asing itu kelihatan memegang tiga jilid kitab. Sudah tentu ia pun terkejut demi tampak di tepi lubang itu sudah siap kelima padri tua.

Maka terdengarlah kelima padri tua itu serentak menyebut, “Omitohud!”
(more…)

26/05/2009

Pendekar-Pendekar Negeri Tayli – 46

Filed under: Pendekar-Pendekar Negeri Tayli — Tags: — ceritasilat @ 2:41 am

Oleh Jin Yong

(Terima Kasih Kepada Tungning)

Sudah biasa orang Cidan pandang orang Han seperti hewan, maka Sili malas untuk mengubur Goan-ci, ketika dilihatnya di tepi jalan ada sebuah sungai kecil, terus saja ia buang mayat Goan-ci ke dalam sungai, lalu pulang ke kota.

Dan karena keteledoran Sili inilah jiwa Yu Goan-ci jadi selamat malah.
(more…)

Older Posts »

The Silver is the New Black Theme. Create a free website or blog at WordPress.com.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 30 other followers