Kisah si Rase Terbang (01)
Oleh Jin Yong
(Terima Kasih kepada Ririn)
Musim dingin belum menyingkir dari daerah Utara. Gunung Tiang-pek-san masih mengenakan mantel salju yang putih bersih. Saat itu fajar mulai menyingsing dan timbunan salju memantulkan kembali cahaya matahari dalam beribu warna, seakan-akan beribu permata tersebar di situ.
Suasana tenang tenteram, damai dan suci seakan-akan hendak mengesankan bahwa dunia ini sungguh indah, bila saja tidak dinodai perbuatan manusia yang penuh angkara. Tetapi di sini pun tiba- tiba terdengar mendesisnya sebatang anak panah yang dilepaskan dari balik gunung di sebelah Timur dan melayang ke tengah angkasa.
(more…)