Ilmu Ulat Sutera (17)
Oleh Huang Ying
Tata ruangan dan daerah sekitar tidak tampak banyak perubahan, hanya orang-orangnya saja yang dia tidak merasa kenal satu pun. Terhadap Congpiauthau (kepala pengawal) Suma Tian, dia pun merasa asing. Ketika pertama kali melihat Suma Tian, dia masih seorang bocah berusia tujuh-delapan tahun. Tapi dia mempunyai perasaan bahwa Suma Tian yang ada di hadapannya rada tua sedikit dari usia yang sebenarnya.
Yang paling dikenalinya justru golok bergagang emas yang tergenggam di tangan Suma Tian. “Golok ini merupakan senjata yang mengangkat nama besar ayahmu di zaman dulu.” Ketika mengucapkan kata-kata ini, Yan Cong-tian sudah duduk di tengah ruangan utama. Kian-wei-piaukiok. Suaranya sampai serak karena terkenang sahabat baiknya yang sudah tiada. “Kau juga menggunakan golok ini sebagai senjata?”
(more…)