Rahasia Peti Wasiat (14)
Oleh Gu Long
“Sabar dulu, tunggu lagi sebentar,” ujar Long-giok.
“Hei, engkau ini bagaimana Long-giok?!” tanya Le-hui, tampaknya kurang senang.
(more…)
Rahasia Peti Wasiat (14)
Oleh Gu Long
“Sabar dulu, tunggu lagi sebentar,” ujar Long-giok.
“Hei, engkau ini bagaimana Long-giok?!” tanya Le-hui, tampaknya kurang senang.
(more…)
Rahasia Peti Wasiat (13)
Oleh Gu Long
Liong It-hiong tidak segera menjawab, ia menoleh dan berkata kepada Long-giok, “Nona Giok, dengan setulus hati kuharap engkau benar-benar akan kembali ke jalan yang baik, bilamana kau rusak rencana kerjaku, andaikan Sun-tayhiap mau mengampunimu juga aku tidak dapat memberi ampun.”
“Hamba tidak pernah menyatakan hendak meninggalkan kejahatan dan kembali ke jalan yang baik, aku cuma ingin lekas meninggalkan tempat ini untuk seterusnya hidup bersama Sun-tayhiap,” jawab Long-giok.
(more…)
Rahasia Peti Wasiat (12)
Oleh Gu Long
Diam-diam Liong It-hiong menghela napas lega, pikirnya, “Untung sudah pergi, kalau tidak malam ini aku tentu tidak dapat bergerak.”
Ia menaksir Kim-kong Taysu dan Koh-ting Tojin sudah pergi jauh, maka perlahan ia berdiri dan merunduk ke kaki pagar tembok.
(more…)
Rahasia Peti Wasiat (11)
Oleh Gu Long
“Jika berani sembarangan memaki lagi bisa segera kupotong hidungmu!” Bun-hiong balas mengancam dengan tertawa.
“Lepaskan!” teriak Coa-kat-bijin.
(more…)
Rahasia Peti Wasiat (10)
Oleh Gu Long
Jik-hoat-kui menggeleng kepala dan menghela napas, katanya, “Sungguh tidak nyana begitu Oh-bengcu mati, beberapa saudara angkatnya lantas saling berebut kekuasaan sehingga tercerai-berai begini, sungguh menyedihkan ….”
“Apakah Pit-cecu tahu Oh Kiam-lam mati di tangan siapa?” tanya Bun-hiong.
(more…)
Rahasia Peti Wasiat (09)
Oleh Gu Long
Tui-beng-poan-koan mengangguk, lalu tanya pula, “Dan sekarang kotak hitam itu telah jatuh di tangan Hiat-pit-siucay Hui Giok-koan?”
It-hiong membenarkan.
(more…)
Rahasia Peti Wasiat (08)
Oleh Gu Long
Dalam pada itu Liong It-hiong dan Bun-hiong sudah beberapa puluh jurus bergebrak dengan Hek-pek-ji-long, mereka telah mengeluarkan segenap kemahiran Kungfunya tetap juga sukar menahan serangan kedua serigala hitam putih yang lihai itu.
Liong It-hiong merasa kotak hitam itu masih dikuasai olehnya, rasanya tidak perlu mengadu jiwa dengan lawan, segera ia berteriak, “Pang-heng, ayolah kita angkat kaki saja!”
(more…)
Rahasia Peti Wasiat (07)
Oleh Gu Long
“Hei, jangan mengacau!” seru A Sian dengan gugup.
It-hiong coba mendorong pintu sambil berteriak lantang, “Jika pintu tidak segera kau buka, biar kudobrak saja.”
(more…)
Rahasia Peti Wasiat (06)
Oleh Gu Long
“Hahh,” Bun-hiong terkejut. “Masa Giok-nio adik perempuan Eng-jiau-ong (si Raja Cakar Elang) Oh Kiam-lam?”
“Sangat mengherankan bukan?” ujar It-hiong dengan tersenyum.
(more…)
Rahasia Peti Wasiat (05)
Oleh Gu Long
“Habis apa isi peti itu?” tanya si nenek.
“Aku pun tidak tahu,” ucap It-hiong sambil menggeleng. “Aku hanya dipesan orang untuk menyampaikannya ke suatu tempat ….”
(more…)