Kumpulan Cerita Silat

04/05/2008

Akhir Kata

Filed under: Gu Long, Pendekar Empat Alis — ceritasilat @ 10:49 pm

Darah Ksatria
Akhir Kata
Oleh Gu Long

(Terima Kasih kepada Ansari dan Dra)

Setiap perkara pasti ada saatnya berakhir, lalu bagaimana akhir dari kasus panjang ini?

Untuk perbuatan jahatnya, Khu Hong-seng mendapat ganjaran setimpal.
(more…)

30/03/2008

Pendekar Empat Alis

Filed under: Gu Long, Pendekar Empat Alis — ceritasilat @ 11:40 am

Pendekar Empat Alis
Buku 07: Duel di Bu Tong
Bab 06 (Tamat)
Oleh Gu Long

(Terima Kasih kepada Hiu_Khu)

Tertampak Ong Cap-te telah muncul.

Sesudah berduduk dan mengusap keringatnya dan mengembus napas, perlahan barulah Ong Cap-te bertutur, “Pejabat ketua Bu-tong yang ke-13, Ciok Gan, sudah wafat pada sebelum lohor tanggal 14 bulan empat dalam usia 47.”
(more…)

29/03/2008

Pendekar Empat Alis

Filed under: Gu Long, Pendekar Empat Alis — ceritasilat @ 11:38 am

Pendekar Empat Alis
Buku 07: Duel di Bu Tong
Bab 05
Oleh Gu Long

(Terima Kasih kepada Hiu_Khu)

Tentu saja Siau-hong terkejut. Begitu masuk, serentak dia melompat ke atas. Belandar ruang pendopo itu sedikitnya sepuluh tombak tingginya dari permukaan lantai. Tidak ada orang mampu sekali lompat mencapai sepuluh tombak tingginya.

Tapi Liok Siau-hong letap Liok Siau-hong. Selagi mengapung di udara, segera ujung kaki kanan menginjak telapak kaki kiri. Dengan tenaga tolakan ini kembali tubuhnya menjulang lebih tinggi lagi ke atas dan kembali sekali lagi dengan cara yang sama dapatlah dia mencapai belandar tengah ruang pendopo.
(more…)

28/03/2008

Pendekar Empat Alis

Filed under: Gu Long, Pendekar Empat Alis — ceritasilat @ 11:37 am

Pendekar Empat Alis
Buku 07: Duel di Bu Tong
Bab 04
Oleh Gu Long

(Terima Kasih kepada Hiu_Khu)

Tanggal sepuluh bulan empat, cuaca cerah.

Waktu Jing-jing mendusin, sang surya telah memancarkan cahaya yang gemilang di luar jendela.
(more…)

27/03/2008

Pendekar Empat Alis

Filed under: Gu Long, Pendekar Empat Alis — ceritasilat @ 11:36 am

Pendekar Empat Alis
Buku 07: Duel di Bu Tong
Bab 03
Oleh Gu Long

(Terima Kasih kepada Hiu_Khu)

Rencana “Operasi Halilintar” dibagi menjadi empat tahap. Tahap pertama, menyerang dan memilih anggota peserta serta membagi tugas. Tahap kedua, menyamar dan berganti rupa serta turun gunung secara berkelompok. Tahap ketiga, berkumpul dan menunggu perintah, siap tempur. Tahap keempat, barulah operasi total secara resmi.

Apa yang dimulai sekarang baru tahap pertama namun cara berlangsungnya sudah cukup mendebarkan hati orang.
(more…)

26/03/2008

Pendekar Empat Alis

Filed under: Gu Long, Pendekar Empat Alis — ceritasilat @ 11:34 am

Pendekar Empat Alis
Buku 07: Duel di Bu Tong
Bab 02
Oleh Gu Long

(Terima Kasih kepada Hiu_Khu)

Setiba kembali di sana, perjamuan ternyata belum lagi dimulai, sebab masih harus menunggu kehadiran seorang, seorang yang tidak boleh absen.

Diam-diam Siau-hong masuk ke ruangan, dengan tersenyum Yap Ling ikut di belakangnya, senyumnya sangat gembira, sebaliknya Siau-hong tampak muram durja, bersungut-sungut, dia harap orang lain tidak memperhatikan dia. Akan tetapi semua orang justru memperhatikan dia, setiap orang sama menatapnya dengan sikap yang aneh.
(more…)

25/03/2008

Pendekar Empat Alis

Filed under: Gu Long, Pendekar Empat Alis — ceritasilat @ 11:33 am

Pendekar Empat Alis
Buku 07: Duel di Bu Tong
Bab 01
Oleh Gu Long

(Terima Kasih kepada Hiu_Khu)

Lereng yang mereka lalui tandus tanpa tetumbuhan apapun, batu padas licin dan tajam! Mendadak Hoa-kuahu berhenti dan memandang kaki sendiri, kakinya yang putih halus itu tampak melepuh dan berdarah.

“Engkau tidak bersepatu?” tanya Siau-hong.
(more…)

24/03/2008

Pendekar Empat Alis

Filed under: Gu Long, Pendekar Empat Alis — ceritasilat @ 11:32 am

Pendekar Empat Alis
Buku 06: Perkampungan Hantu
Bab 09: Pergi (Tamat)
Oleh Gu Long

(Terima Kasih kepada Hiu_Khu)

Tempat tidur di kamar si janda Hoa memang sangat besar, sepreinya putih bersih, kasur selimutnya masih baru, begitu masuk ke situ, dengan kemalas-malasan Hoa-kuahu lantas menjatuhkan diri di tempat tidur.

Siau-hong hanya berdiri saja di depan ranjang.
(more…)

23/03/2008

Pendekar Empat Alis

Filed under: Gu Long, Pendekar Empat Alis — ceritasilat @ 11:31 am

Pendekar Empat Alis
Buku 06: Perkampungan Hantu
Bab 08: Kesulitan datang
Oleh Gu Long

(Terima Kasih kepada Hiu_Khu)

Satu-satunya suara yang dapat menggembirakan dia pagi ini adalah suara ketukan pintu waktu pengantar makan datang.

Pengantar itu seorang burik, mukanya kaku, giginya kuning, mungkin tidak parnah disikat. Satu-satunya bagian tubuhnya yang menyenangkan orang hanya tangannya yang menjinjing rantang santapan itu.
(more…)

22/03/2008

Pendekar Empat Alis

Filed under: Gu Long, Pendekar Empat Alis — ceritasilat @ 11:26 am

Pendekar Empat Alis
Buku 01: Perkampungan Hantu
Bab 07: Orang-orang mati yang hidup kembali
Oleh Gu Long

(Terima Kasih kepada Hiu_Khu)

Tiba-tiba dari kegelapan berkumandang lagi suara orang, “Sekarang apakah kau mau manusia yang menjadi petunjuk jalanmu?’”’

Yang dilihatnya sekarang memang manusia benar, yaitu Yap Ling.
(more…)

21/03/2008

Pendekar Empat Alis

Filed under: Gu Long, Pendekar Empat Alis — ceritasilat @ 11:30 am

Pendekar Empat Alis
Buku 06: Perkampungan Hantu
Bab 06: Si Anjing
Oleh Gu Long

(Terima Kasih kepada Hiu_Khu)

Siau-hong tidak sempat berpikir, sebab didengarnya di luar ada suara kaki yang sangat perlahan. Hanya telapak kaki yang berkulit tebal seperti harimau atau singa saja yang dapat berjalan tanpa menimbulkan suara keras.

Biasanya juga cuma orang Kangouw ulung yang punya Ginkang tinggi saja yang dapat berjalan seringan binatang buas semacam ini. Di perkampungan hantu ini masa juga terdapat tokoh sehebat ini?
(more…)

20/03/2008

Pendekar Empat Alis

Filed under: Gu Long, Pendekar Empat Alis — ceritasilat @ 11:24 am

Pendekar Empat Alis
Buku 06: Perkampungan Hantu
Bab 05: Teman pertama
Oleh Gu Long

(Terima Kasih kepada Hiu_Khu)

Dan begitulah, secara tidak jelas apa sebabnya dari orang hidup ia telah berubah menjadi ‘orang mati’, secara tidak jelas duduknya perkara ia pun mendapatkan sebuah rumah.

Dia masih punya kaki, tapi tempat mana pun tidak dapat didatangi.
(more…)

19/03/2008

Pendekar Empat Alis

Filed under: Gu Long, Pendekar Empat Alis — ceritasilat @ 11:23 am

Pendekar Empat Alis
Buku 06: Perkampungan Hantu
Bab 04: Liok-koangkoan, akhirnya Liok siau-hong punya rumah.
Oleh Gu Long

(Terima Kasih kepada Hiu_Khu)

Siau-hong berdiri termangu di tengah awan dan entah apa yang sedang dipikirkannya.
Selang agak lama barulah ia mulai melangkah ke depan dan akhirnya mencapai seberang sana. Dilihatnya di depan puncak tebing itu ada seutas benang merah yang terikat melintang pada dua batang galah bambu.

Di kejauhan ada seorang mendengus padanya, “Bila kau terjang benang mati-hidup ini, maka jadilah kau orang mati. Makanya boleh kau pikirkan lagi, akan tetap menyeberang ke sini atau putar balik ke sana.”
(more…)

18/03/2008

Pendekar Empat Alis

Filed under: Gu Long, Pendekar Empat Alis — ceritasilat @ 11:22 am

Pendekar Empat Alis
Buku 06: Perkampungan Hantu
Bab 03: Perkampungan Hantu
Oleh Gu Long

(Terima Kasih kepada Hiu_Khu)

Buron tidak pernah berhenti. Kegelapan tiba pula.

Dalam kegelapan hanya terdengar dengus napas dua orang. Waktu suara dengusan berhenti, orangnya juga roboh terkulai. Tidak peduli apakah tanah di situ kering atau lembab, sama sekali tidak ada hak pilih lagi bagi mereka..
(more…)

17/03/2008

Pendekar Empat Alis

Filed under: Gu Long, Pendekar Empat Alis — ceritasilat @ 11:18 am

Pendekar Empat Alis
Buku 06: Perkampungan Hantu
Bab 02: Tokko Bi, si tak kenal saudara
Oleh Gu Long

(Terima Kasih kepada Hiu_Khu)

Kegelapan mulai menipis dan berubah menjadi remang kelabu yang aneh.

Kegelapan malam yang panjang ini akhirnya berlalu juga. Kini sudah tiba saatnya fajar akan menyingsing.
(more…)

Older Posts »

The Silver is the New Black Theme. Blog at WordPress.com.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 30 other followers