Kumpulan Cerita Silat

31/07/2008

Kisah Membunuh Naga (21)

Filed under: Jin Yong, Kisah Membunuh Naga — ceritasilat @ 2:09 am

Kisah Membunuh Naga (21)
Oleh Jin Yong

(Terima kasih kepada Saudara Pepe Haliwell)

Song Wan Kiauw adalah kepala dari Boe tong cit hiap dan namanya telah menggetarkan seluruh rimba persilatan. Bagi ahli silat yang biasa untuk menemuinya saja, sudah bukan gampang. Dalam beberapa tahun yang belakangan, baru Boe tong Cit hiap mulai menerima murid. Tapi dalam penerimaan murid itu selalu dilakukan pemilihan dan penyaringan yang sangat keras. Hanyalah orang orang yang berbakat dan beradat baik barulah di terima menjadi anggauta Boe tong pay. Siang Gie Coen adalah seorang anggauta “agama” sesat. yang dipandang jijik oleh masyarakat seumumnya. Maka itu tawaran Thio Sam Hong merupakan juga rezeki luar biasa pemuda itu.

Tapi, di luar dugaan, Gie Coen menjawab dengan sikap hormat, “Bahwa aku, Siang Gie Coen telah mendapat penghargaan yang begitu tinggi dari Thio Cinjin, bukan main rasa terima kasihku. Akan tetapi, sesudah menjadi anggauta Beng kauw seumur hidup aku tak berani membelakangi agamaku itu”
(more…)

30/07/2008

Memanah Burung Rajawali – 30

Filed under: Jin Yong, Memanah Burung Rajawali — ceritasilat @ 1:39 am

Memanah Burung Rajawali – 30
Bab 30. Si Baju Hijau yang Aneh
Oleh Jin Yong

(Terima kasih kepada Chu)

Inilah jurus “Hang Liong Yu Hui” dari Hang Liong Sip-pat Ciang, yang anak muda she Kwee ini telah menyakinkan sekira selama satu bulan, hingga bisalah dimengerti beda jauh dengan waktu permulaannya Ang Cit Kong mengajarinya.

Kiu Cian Jin memandang enteng kepada murid orang ini, sebab ia melihat dari gerak-gerik, mestinya Han Po Kie tidak seberapa lihay, maka kaget ia melihat serangan itu. Ia mencelatkan tubuhnya, melompat tinggi-tinggi, karena mana, hancurlah kursinya itu. Ia menjadi gusar sekali.
(more…)

Kisah Membunuh Naga (20)

Filed under: Jin Yong, Kisah Membunuh Naga — ceritasilat @ 12:46 am

Kisah Membunuh Naga (20)
Oleh Jin Yong

(Terima kasih kepada Saudara Pepe Haliwell)

Menurut kebiasaan, setiap tahun murid-murid Siauw lim sie dijajal kepandaiannya oleh ketiga pendeta suci. Semua murid mengambil bagian. Hanya Goan tin seorang yang saban-saban mengatakan sakit, entah benar, entah bohong, sehingga oleh karenanya, tak seorangpun yang tahu cetek dalamnya kepandaiannya. Dan sekarang, karena Kioe yang kang hanya dimiliki Goan tin seorang dan harus diturunkan olehnya kepada Boe Kie, tidaklah heran kalau Kong boen bertiga merasa sangsi.

Beberapa saat kemudian Kong tie kembali dan berKata Goan tin sungguh aneh. Dia mengatakan, bahwa sesudah mengabdi pada Sang Buddha, ia juga tidak mau bertemu dangan orang luar, tapi karena Hong thio sudah mengeluarkan perintah, maka ia bersedia untuk mengajar ilmu dengan cara Kay tiang Coan tang (Mengajar ilmu dengan teraling tirai).
(more…)

29/07/2008

Kisah Membunuh Naga (19)

Filed under: Jin Yong, Kisah Membunuh Naga — ceritasilat @ 2:23 am

Kisah Membunuh Naga (19)
Oleh Jin Yong

(Terima kasih kepada Saudara Pepe Haliwell)

Boe Kie terus berlutut di depan kakek gurunya, begitupun di depan Wan Kiauw berlima, untuk manggut-manggut beberapa kali. Ia berkata pula, “Thay soehoe bersama paman semua telah menolong jiwa Boe Kie, maka selanjutnya Boe Kie mohon diajarkan ilmu silat supaya Boe Kie dapat membalaskan sakit hati ayah dan ibu kelak”

Sam Hong mengajak semua muridnya ke ruang dalam, di sini ia berkata kepada mereka itu, “Hawa dingin sudah masuk ke kepala, hati dan perut, tak tertolong dengan tenaga luar. Kelihatannya sia-sia belaka pengorbanan kita selama hampir empat puluh hari. Kenapa bisa terjadi begini, sungguh aku tidak mengerti…”
(more…)

Memanah Burung Rajawali – 29

Filed under: Jin Yong, Memanah Burung Rajawali — ceritasilat @ 1:42 am

Memanah Burung Rajawali – 29
Bab 29. Orang yang Berjalan di Atas Kali sambil Menjunjung Jambangan Air
Oleh Jin Yong

(Terima kasih kepada Chu)

Koan Eng dapat menduga tengkorak itu aneh tetapi percaya ada ketangguhannya sendiri, ia tidak begitu berkhawatir, maka itu heran ia mendapatkan perubahan sikap dari ayahnya itu.

“Barusan orang mengantarkan ini termuat dalam sebuah kotak,” ia menerangkan. “Chunteng kita mengira pada bingkisan biasa saja, ia menerima dan memberi upah, tanpa meminta keterangan lagi, setelah dibawa ke dalam, baru ketahuan barang itu inilah adanya. Pembawa barang itu dicari tetapi ia sudah pergi entah kemana. Adapakah mengenai barang ini, ayah?”
(more…)

Pendekar-Pendekar Negeri Tayli – 28

Filed under: Jin Yong, Pendekar-Pendekar Negeri Tayli — ceritasilat @ 1:39 am

Pendekar-Pendekar Negeri Tayli – 28
Oleh Jin Yong

(Terima Kasih Kepada Nra)

Mendengar pemuda itu berdoa agar dirinya menikah dengan sang piauko, Giok-yan sangat senang, ia menjadi tidak tega pula menyaksikan pemuda baik hati itu akan dibunuh orang, maka dengan sedih ia berkata, “Toan-kongcu, budi pertolonganmu, aku Ong Giok-yan takkan lupa untuk selamanya.”

Sebaliknya Toan Ki memang sudah nekat, ia pikir daripada nanti menyaksikan engkau dipersunting piaukomu, lebih baik sekarang juga aku mati di hadapanmu saja. Maka perlahan ia mulai melangkah ke bawah loteng, sebelum itu ia masih sempat menoleh sekejap dan tersenyum kepada Giok-yan.
(more…)

28/07/2008

Kisah Membunuh Naga [18]

Filed under: Jin Yong, Kisah Membunuh Naga — ceritasilat @ 2:22 am

Kisah Membunuh Naga [18]
Oleh Jin Yong

(Terima kasih kepada Saudara Pepe Haliwell)

Mendengar itu, Boh Seng Kok menyelak, “Barusan Taysoe tidak percaya perkataannya Ngo Soeko kami. Taysoe mengatakannya omong di satu pihak saja. Habis bagaimana sekarang, apakah kata-kata Taysoe juga bukan hanya kata kata sepihak?”

Kong boen sabar luar biasa, walaupun ditanggapi demikian rupa, ia tidak menjadi gusar.
(more…)

Memanah Burung Rajawali – 28

Filed under: Jin Yong, Memanah Burung Rajawali — ceritasilat @ 1:42 am

Memanah Burung Rajawali – 28
Bab 28. Ular-Ular pada Menari
Oleh Jin Yong

(Terima kasih kepada Chu)

Koan Eng lompat ke depan pembaringan. “Ayah, kau tidak apa-apa?” ia menanya.

Ayahnya itu tertawa. “Binatang ini benar-benar lihay!” katanya.
(more…)

27/07/2008

Memanah Burung Rajawali – 27

Filed under: Memanah Burung Rajawali — Tags: — ceritasilat @ 10:13 am

Memanah Burung Rajawali – 27
Bab 27. Orang Tapakdaksa dari Danau Thay Ouw
Oleh Jin Yong

(Terima kasih kepada Chu)

Oey Yong pulang ke pondokannya untuk terus tidur. Ia puas karena ia merasa sudah melakukan sesuatu perbuatan yang baik. Begitulah, ia tidur dengan nyenyak. Ketika besok paginya ia mendusin, ia tuturkan pada Kwee Ceng apa yang ia lakukan itu. Si anak muda pun senang. Keduanya lantas sarapan, terus mereka memasang omong. Tunggu punya tunggu, sampai bersantap tengah hari, Liam Cu masih belum kembali.

“Baiklah kita tidak usah menantikan dia, kita berangkat sekarang!” Oey Yong mengajak akhirnya.
(more…)

Kisah Membunuh Naga (17)

Filed under: Jin Yong, Kisah Membunuh Naga — ceritasilat @ 2:14 am

Kisah Membunuh Naga (17)
Oleh Jin Yong

(Terima kasih kepada Saudara Pepe Haliwell)

Girang guru itu mengetahui muridnya sudah beristeri. “Mana isterimu itu?” katanya. “Lekas ajak ia menemui aku!”

Coei San lantas saja berlutut di depan gurunya.
(more…)

26/07/2008

Kisah Membunuh Naga (16)

Filed under: Jin Yong, Kisah Membunuh Naga — ceritasilat @ 2:13 am

Kisah Membunuh Naga (16)
Oleh Jin Yong

(Terima kasih kepada Saudara Pepe Haliwell)

Coan Kian Lam juga sudah turun dari kudanya dan sambil mengebas kedua senjatanya, ia melompat ke samping Coei San.

“Hari ini aku dan So So bertempur demi kepentingan Gie heng,” pikir Coei San. “Sebagai saudara angkat, hal itu hal yang wajar. Tapi Jie ko belum pernah mengenal Gie heng, sehingga tidaklah pantas jika ia menerima hinaan karena gara-gara Gie heng.” Memikir begitu, ia lantas saja mengambil suatu keputusan.
(more…)

Memanah Burung Rajawali – 26

Filed under: Jin Yong, Memanah Burung Rajawali — ceritasilat @ 1:38 am

Memanah Burung Rajawali – 26
Bab 26. Memikiri Senantiasa
Oleh Jin Yong

(Terima kasih kepada Chu)

Menyusul itu terdengar pula beberapa suara rumput bergerak-gerak, lalu terlihatlah beberapa ekor ular lainnya. Dengan menggeraki tongkatnya, Ang Cit Kong singkirkan binatang berbisa itu, untuk setiap kemplangannya, tongkatnya mengenai tepat di kepala ular, yang terus mati.

Kalau tadinya ia kaget, sekarang Oey Yong kegirangan hingga ia berseru memuji.
(more…)

25/07/2008

Kisah Membunuh Naga (15)

Filed under: Jin Yong, Kisah Membunuh Naga — ceritasilat @ 2:04 am

Kisah Membunuh Naga (15)
Oleh Jin Yong

(Terima kasih kepada Saudara Pepe Haliwell)

Malam itu, sesudah bersantap, Lian Cioe bersila dengan tangan menekan jalanan darah Toatwie hiat di belakang leher Ho Loosam dan kemudian mengempos Lweekangnya untuk bantu mengobat si pengemis.

So So sangat tak puas akan cara-cara Jiepehnya itu yang dianggapnya seperti nenek-nenek. Menurut jalan pikirannya, manusia semacam Ho Loosam bukan saja tidak pantas ditolong, malah harus dilemparkan ke dalam air.
(more…)

Memanah Burung Rajawali – 25

Filed under: Jin Yong, Memanah Burung Rajawali — ceritasilat @ 1:30 am

Memanah Burung Rajawali – 25
Bab 25. Tipusilat “Naga Menyesal”
Oleh Jin Yong

(Terima kasih kepada Chu)

Ketika itu Ang Cit Kong berkata dengan dingin kepada si nona, “Ayahmu ada mempunyai kepandaian tinggi sekali, kenapa kau masih menghendaki aku mengajari dia?”

Oey Yong terkejut, “Eh, kenapa dia mengenali ilmu silat ayahku ini, yang ayah ciptakan sendiri?” pikirnya. Lantas ia menanya: “Cit Kong, kenalkah kau ayahku?”
(more…)

24/07/2008

Kisah Membunuh Naga (14)

Filed under: Jin Yong, Kisah Membunuh Naga — ceritasilat @ 2:01 am

Kisah Membunuh Naga (14)
Oleh Jin Yong

(Terima kasih kepada Saudara Pepe Haliwell)

Jie Lian Cioe adalah seorang yang sabar dan panjang pikirannya. Ia jarang memperlihatkan rasa girang atau gusar pada paras mukanya. Perkataan See hoa coe yang sangat menusuk tidak dijawab olehnya dan ia mengasah otak untuk mencari jalan keluar.

“Soeka, jangan kau menggoyang lidah sembarangan,” kata Wie Soe Nio cepat-cepat dengan rasa mendongkol. “Semenjak dulu, Boe tong dan Koen loan mempunyai hubungan yang sangat erat. Dalam sepuluh tahun, dengan bahu-membahu kita bersama sama melawan musuh. Jie Jiehiap adalah seorang jujur yang sangat dihormati dalam kalangan Kang-ouw, sehingga tidak mungkin ia memihak pihak yang salah.”
(more…)

Older Posts »

The Silver is the New Black Theme Blog at WordPress.com.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 29 other followers