Kumpulan Cerita Silat

November 28, 2007

Hina Kelana: Bab 96. Yim Ngo-heng Menang dengan Akal Licik

Filed under: +Hina Kelana, Jin Yong — Tags: — ceritasilat @ 4:21 pm

Hina Kelana
Bab 96. Yim Ngo-heng Menang dengan Akal Licik
Oleh Jin Yong

“Betul juga pembahasanmu,” ujar Hong-ting sambil mengangguk.

“Dan orang ketiga yang kukagumi adalah tokoh puncak dari Hoa-san-pay pada masa kini,” kata lagi Yim Ngo-heng.
(more…)

Hina Kelana: Bab 95. Cara Yim Ngo-heng Menilai Kawan dan Lawan

Filed under: +Hina Kelana, Jin Yong — Tags: — ceritasilat @ 4:20 pm

Hina Kelana
Bab 95. Cara Yim Ngo-heng Menilai Kawan dan Lawan
Oleh Jin Yong

Seorang lagi menanggapi, “Agaknya di Siau-sit-san ini ada jalan rahasia yang menembus ke bawah gunung, kalau tidak masakan mereka mampu lari?”

“Kukira tiada sesuatu jalan rahasia apa-apa,” ujar seorang lagi. “Sudah berpuluh tahun aku tirakat di sini, tapi belum pernah kudengar tentang jalan rahasia segala yang menembus ke bawah gunung.”
(more…)

Hina Kelana: Bab 94. Lolos dari Lubang Bumi

Filed under: +Hina Kelana, Jin Yong — Tags: — ceritasilat @ 4:19 pm

Hina Kelana
Bab 94. Lolos dari Lubang Bumi
Oleh Jin Yong

Keh Bu-si menarik Lenghou Tiong ke samping dan berkata lirih padanya, “Lenghou-kongcu, betapa pun kita sukar untuk menerjang keluar kepungan. Adapun cita-cita kita yang diharapkan siang dan malam, yaitu menyelamatkan Seng-koh, tugas mahabesar ini terpaksa mohon Lenghou-kongcu memikulnya sendirian kelak.”

“Ap … apa maksud … maksudmu ini?” Lenghou Tiong menegas.
(more…)

Hina Kelana: Bab 93. Setia Kawan Sejati

Filed under: +Hina Kelana, Jin Yong — Tags: — ceritasilat @ 4:19 pm

Hina Kelana
Bab 93. Setia Kawan Sejati
Oleh Jin Yong

“Nanti dulu!” cepat Lenghou Tiong mencegah. “Panah musuh terlalu lihai, kita harus mencari jalan yang baik untuk menghadapi mereka agar tidak jatuh korban cuma-cuma.”

“Cayhe ada suatu usul,” sela Keh Bu-si. “Di dalam kuil ini tiada terdapat benda apa-apa, tapi poh-toan (bantal bundar untuk duduk semadi) ada beberapa ribu biji, kita kan dapat manfaatkan benda ini?”
(more…)

November 25, 2007

Hina Kelana: Bab 92. Terkurung di Siau-lim-si

Filed under: +Hina Kelana, Jin Yong — Tags: — ceritasilat @ 10:44 pm

Hina Kelana
Bab 92. Terkurung di Siau-lim-si
Oleh Jin Yong

“Lenghou-kongcu,” kata Tho-sit-sian, “tua bangka tadi bertanding pedang dengan kau, kenapa belum jelas kalah atau menang sudah diakhiri?”

Pertandingan tadi sesungguhnya memang belum berakhir dengan kalah dan menang. Soalnya si kakek menyadari tidak mampu mengalahkan Lenghou Tiong dan segera ia menyudahi pertandingan, sudah tentu orang-orang lain tidak tahu di mana letak seluk-beluk persoalannya.
(more…)

Hina Kelana: Bab 91. Tokoh Bu-tong-pay yang Kosen

Filed under: +Hina Kelana, Jin Yong — Tags: — ceritasilat @ 10:44 pm

Hina Kelana
Bab 91. Tokoh Bu-tong-pay yang Kosen
Oleh Jin Yong

Semula Lenghou Tiong juga cuma tersenyum saja sambil berpangku tangan, tapi hanya melihat beberapa jurus saja ia menjadi terkejut. Dilihatnya gerak pedang kedua laki-laki itu berbeda, yang satu lamban dan yang lain cepat, tapi dalam permainan pedang mereka itu ternyata tiada sedikit pun diketemukan lubang kelemahan.

Memang gerak-gerik kedua orang itu sangat kaku, bahkan lucu dan menimbulkan tawa penonton, tapi yang satu menjaga dan yang lain menyerang, sukar bagi pihak lawan untuk melayaninya. Lebih-lebih laki-laki pemikul kayu itu, ilmu pedangnya sederhana saja, tapi daya tekanan pedangnya agaknya baru dilancarkan satu bagian saja, sembilan bagian selebihnya masih tersimpan dan siap untuk dikerahkan.
(more…)

November 24, 2007

Hina Kelana: Bab 90. Pat-kwa-kiam-tin Bu-tong-pay Dibikin Kocar-kacir oleh Lenghou Tiong

Filed under: +Hina Kelana, Jin Yong — Tags: — ceritasilat @ 10:43 pm

Hina Kelana
Bab 90. Pat-kwa-kiam-tin Bu-tong-pay Dibikin Kocar-kacir oleh Lenghou Tiong
Oleh Jin Yong

Karena orang-orang yang berkumpul ini terdiri dari berbagai golongan dan lapisan, tapi semuanya adalah manusia-manusia yang suka cari gara-gara. Mereka menjadi kegirangan dan bersorak-sorai mendengar perintah Lenghou Tiong itu.

Besok paginya, kembali ada beberapa puluh orang Kangouw yang datang menggabungkan diri. Lenghou Tiong memberi tugas kepada Coh Jian-jiu, Keh Bu-si, dan Lo Thau-cu untuk membikin panji-panji yang diperlukan serta membeli tambur dan sebagainya.
(more…)

Hina Kelana: Bab 89. Beramai-ramai Menolong Ing-ing

Filed under: +Hina Kelana, Jin Yong — Tags: — ceritasilat @ 10:43 pm

Hina Kelana
Bab 89. Beramai-ramai Menolong Ing-ing
Oleh Jin Yong

Lenghou Tiong menjadi teringat kepada kejadian di Ngo-pah-kang tempo hari ketika berbagai golongan orang Kangouw sama menyanjung Ing-ing, lalu teringat pula waktu si nona menjadi marah, kontan tiga orang lantas mencukil biji matanya sendiri. Sekarang diketahui Ing-ing terkurung di Siau-lim-si, sudah tentu semua orang ingin pergi menolongnya tanpa menghiraukan dirinya sendiri.

“Bok-supek,” tanya Lenghou Tiong, “tadi engkau mengatakan bahwa beramai-ramai mereka berebut menjadi kepala dan bertengkar sendiri, sebenarnya bagaimana duduknya perkara?”
(more…)

Hina Kelana: Bab 88. Yim Ing-ing Disekap Dalam Siau-lim-si

Filed under: +Hina Kelana, Jin Yong — Tags: — ceritasilat @ 10:42 pm

Hina Kelana
Bab 88. Yim Ing-ing Disekap Dalam Siau-lim-si
Oleh Jin Yong

“Apa kalian tidak takut kepada Tiau-yang-sin-kau (nama Mo-kau yang asli)?” tanya Ting-sian.

“Bila teringat kepada budi kebaikan Yim-siocia, betapa pun Tonghong-kaucu akan merintangi juga tak dipikir lagi oleh para kawan,” sahut orang she Ih. “Semua kawan menyatakan, sekalipun badan hancur lebur bagi Yim-siocia juga rela.”
(more…)

Hina Kelana: Bab 87. Ting-sian Suthay yang Bijaksana

Filed under: +Hina Kelana, Jin Yong — Tags: — ceritasilat @ 10:41 pm

Hina Kelana
Bab 87. Ting-sian Suthay yang Bijaksana
Oleh Jin Yong

Menyusul ujung pedang Lenghou Tiong lantas mengancam di tenggorokan si kakek kurus kering dan membentak, “Lemparkan pedangmu!”
(more…)

Older Posts »

Blog at WordPress.com.